Macam – Macam Sistem Bunga Kredit Bank Konvensional

Macam - Macam Sistem Bunga Kredit Bank Konvensional
Macam – Macam Sistem Bunga Kredit Bank Konvensional – Ilustrasi Image

Macam – macam sistem bunga kredit bank konvensional kali ini kami share untuk anda semua yang mungkin ingin menambah wawasan seputar sistem bunga bank yang berlaku pada bank konvensional. Seperti yang pernah kami katakan sebelumnya bahwa, meskipun kita tidak berkecimpung di dalamnya paling tidak kita harus tau seperti apa seluk beluk sistem perhitungan pada sebuah bank.

Mungkin sebagian anda tidak ingin sama sekali berurusan dengan bank konvensional, namun kami rasa ilmu adalah ilmu, dengan mengetahui seperti apa yang terjadi maka akan lebih memberikan pehaman yang baik bagi kita entah itu agar lebih bisa menghindari maupun untuk memberikan pengetahuan kepada orang lain.

Baca: Bank di Atas Air Pertama di Dunia Ada Di Indonesia

Berikut ini ada empat macam sistem bunga kredit yang berlaku pada bank konvensional secara umum, diantaranya ialah sebagai berikut:

  1. Sistem Bunga Flat

Bunga Flat adalah sistem perhitungan suku bunga yang besarannya mengacu pada pokok hutang awal.

Biasanya diterapkan untuk kredit barang konsumsi seperti handphone, home appliances, mobil atau kredit tanpa agunan (KTA).

Dengan menggunakan sistem bunga flat ini maka porsi bunga dan pokok dalam angsuran bulanan akan tetap sama.

Misalnya besarnya angsuran adalah satu juta rupiah dengan komposisi porsi pokok 750 ribu dan bunga 250 ribu. Maka, sejak angsuran pertama hingga terakhir porsinya akan tetap sama.

Untuk menghitung besarnya angsuran dengan menggunakan sistem bunga flat ini sebenarnya cukup sederhana, misalnya jika kita hendak membeli mobil seharga IDR 150 juta, maka:

  1. harga mobil itu IDR 150 juta.
  2. DP 20%, maka pokok hutang menjadi IDR 120 juta.
  3. Ambil contoh saja bunganya 5% flat per tahun.
  4. tenor pinjaman tiga tahun

Angsurannya per bulannya menjadi: = (120 juta + (120 juta X 5% X 3))/36 bulan = 138 juta / 36 bulan
= IDR 3.833.334

Dalam angsuran sebesar IDR 3.833.334 itu terdapat porsi pokok sebesar IDR 3.333.334 dan bunga sebesar IDR 500.000.

  1. Sistem Bunga Efektif

Sistem bunga efektif adalah kebalikan dari sistem bunga flat, yaitu porsi bunga dihitung berdasarkan pokok hutang tersisa. Sehingga porsi bunga dan pokok dalam angsuran setiap bulan akan berbeda, meski besaran angsuran per bulannya tetap sama.

Sistem bunga efektif ini biasanya diterapkan untuk pinjaman jangka panjang semisal KPR atau kredit investasi.

Dalam sistem bunga efektif ini, porsi bunga di masa-masa awal kredit akan sangat besar di salam angsuran perbulannya, sehingga pokok hutang akan sangat sedikit berkurang.

Jika kita hendak melakukan pelunasan awal maka jumlah pokok hutang akan masih sangat besar meski kita merasa telah membayar angsuran yang jika ditotal jumlahnya cukup besar.

Jika dibandingkan kedua sistem bunga itu, maka masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan sistem bunga flat adalah jika kita hendak melakukan pelunasan awal, maka porsi pokok hutang yang berkurang cukup sebanding dengan jumlah uang yang telah kita angsur. Namun kelemahannya, bunga itu cukup besar karena dihitung dari pokok hutang awal.

Sistem bunga efektif akan lebih berguna untuk pinjaman jangka panjang yang tidak buru-buru dilunasi di tengah jalan, karena jika kita membandingkan nominal bunga yang kita bayarkan, jauh lebih kecil dari sistem bunga flat.

Baca: Punya Kartu ATM Bank, Sudah Pake Internet Banking ?

Berdasarkan hitung-hitungan kasar, nominal yang dihasilkan perhitungan suku bunga flat kira-kira hampir dua kali suku bunga efektif; misalnya kredit dengan bunga 5% flat itu kira-kira sama dengan kredit 10% bunga efektif.

Dengan mengambil contoh kredit mobil di atas, maka sebenarnya besarnya angsuran sebesar IDR 3.833.334 itu jika menggunakan metode perhitungan bunga efektif, maka bunga yang dikenakan pada debitur itu sekitar 10%.

Sedangkan jika kita menggunakan sistem efekti dengan tingkat suku bunga 5%, maka besarnya angsuran hanya IDR 3.596.508.

  1. Sistem Bunga FIXED VS FLOATING

Sesuai dengan namanya, suku bunga fixed artinya suku bunga itu bersifat tetap selama periode tertentu atau bahkan selama masa kredit, sedangakan suku bunga floating, artinya bunga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.

Jadi jika membandingkan maka flat >< efektif dan fixed >< floating. Biasanya terdapat kombinasi, yaitu flat-fixed, artinya bunganya pakai sistem flat dan bersifat tetap selama masa kredit; dan efektif-floating, yaitu menggunakan sistem bunga efektif dan besaran bunga bisa berubah tergantung kondisi pasar finansial.

Baca: STIEBBANK : Kampus Pencetak Pengusaha Di Yogyakarta Pilihan Terbaik Buat Kamu Yang Ingin Belajar Banyak Hal Tentang Bisnis

Itulah diantara empat sistem bunga kredit bank konvensional yang mestinya bisa dipahami dengan baik bagi anda yang ada rencana ingin ada urusan dengan pihak bank, maupun untuk menambah pengetahuan tentang bunga kredit bagi yang sedang memperdalam ilmu perbankan, Jika ada yang perlu dikoreksi jangan sungkan untuk menghubungi kami, semoga bermanfaat.

loading...