Pengertian Saham dan Jenisnya

Pengertian saham dan Istilah investasi saham bagi sebagian orang mungkin sudah tidak asing lagi. Namun, bagi beberapa orang, khususnya para pemula akan terdengar asing. Nah, pada artikel kali ini kami akan mengulas pengertian saham dan jenisnya. Untuk Anda para pemula yang masih belum paham dengan investasi saham, yuk simak baik-baik ulasan di bawah ini.

Pengertian Saham

Menurut BEI (Bursa Efek Indonesia) saham merupakan tanda penyertaan dana atau modal dalam suatu perusahaan atau PT. Dengan keikutsertaan tersebut, yang artinya ikut menanamkan modal, maka Anda punya klaim dari pendapatan perusahaan, asset perusahaan, serta berhak untuk hadir dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

Secara sederhana, saham merupakan alat bukti kepemilikan atas perusahaan maupun badan usaha. Jadi, jika Anda memiliki saham, artinya Anda juga menjadi pemilik perusahaan tersebut. Inilah penyebab saham dikatakan sebagai surat berharga, karena merupakan bukti sah kepemilikan sebuah perusahaan.

Keuntungan Berinvestasi Saham

Mengapa orang-orang tertarik berinvestasi saham? Karean investasi saham memiliki beberapa kelebihan, yaitu:

  • Model terjangkau, yakni sekitar 5 juta sebagai modal awal.
  • Dapat dilakukan dimana saja.
  • Fleksibel, karena perdagangan dilakukan tak terbatas di BEI.
  • Resiko minim, sesuai dengan penyertaan modal yang minim.
  • Mendapatkan keuntungan yang tidak terbatas.

Jenis-Jenis Saham

Nah, bagi Anda yang masih belum mengerti jenis-jenis saham. Berikut penjelasannya:

Secara umum saham dibedakan menjadi dua kategori yaitu saham biasa dan saham preferen.

  1. Saham Biasa

Saham biasa merupakan salah satu surat berharga dimana pemilik saham berhak menerima sebagian deviden (pemdapatan) dari sebuah perusahaan, dan bersedia untuk menanggung resiko kerugian yang dialami perusahaan.

Para pemilik saham biasa, berhak untuk ambil bagian dalam pengelolaan perusahaan. Besar kecilnya prosi hak pengelolaan tegantung pada jumlah saham yang dimilikinya. Artinya semakin banyak saham yang ia miliki, maka sebagain besar pula hak suara untuk ikut campur dalam pengeloaan perusahaan.

Baca Juga: Layanan Online Trading Syariah Dari SPOT Syariah Siap Melayani

Apabila perusahaan mengalami keuntungan, maka pembagian deviden yang besar akan jatuh pada mereka yang memiliki presentase kepemilikan saham yang besar pula. Sebaliknya, apabila perusahaan mengalami kerugian, maka pemegang saham yang besar juga akan menanggung kerugian yang besar pula.

  1. Saham Preferen

Saham preferen merupakan salah satu surat berharga sebagai bukti kepemilikan atas hak yang lebih dari pemegang saham biasa. Pemegang saham preferen berhak memdapatkan pembagian deviden terlebih dahulu daripada pemegang saham biasa. Selain itu, pemegang saham preferen juga berhak didahulukan dalam hal pembayaran kembali dana atau modal yang disetorka apabila perusahaan dilikuidasi. Dan, pemegang saham preferen juga berhak untuk menukar dengan saham biasa.

Cara Pembagian Deviden

Lalu bagaimana cara pembagian deviden atau keuntungan dari investasi saham? Simak pembagiannya di bawah ini:

  1. Capital Gain

Pembagian deviden yang pertama ialah didasarkan pada capital gain, yakni pembagian keuntungan yang didapat dari adanya pertumbuhan nilai asset serta modal. Sebagai contoh, harga saham mengalami kenaikan, dan Anda menjualnya. Selisih harga pembelian saham dengan harga jual itulah yang dikenal dengan istilah capital gain. Artinya pendapatan di dapat dari keuntungan capital gain.

  1. Deviden

Deviden merupakan laba yang didapatkan dari adanya kinerja perusahaan. Artinya keuntungan yang didapatkan berdasarkan pada bagaimana kinerja perusahaan. Namun, biasanya para pemegang saham lebih suka mencari keuntungan dengan capital gain, karena mereka akan mendapatkan keuntungan secara cepat dan banyak. Mereka tinggal membeli saham saat harganya murah dan menjualnya ketika harganya naik.

Baca Juga: 6 Cara Investasi Emas yang Menguntungkan Dimasa Depan

Itulah beberapa hal terkait dengan penjelasan mengenai pengertian saham dan jenisnya. Semoga informasi di atas dapat meningkatkan pemahaman Anda, khususnya para pemula tentang investasi saham. Semoga bermanfaat.