Memaknai kata Cinta

Memaknai Kata Cinta

Detak jantung terus berlantun, langkah kaki tetap terpadu. Dalam lembaran penuh warna kehidupan, angan yang terpendam kan terwujud cita-cita yang tinggi. Dengan usaha serta keinginan dan kesungguhan itulah arti dari mencintai diri sendiri.

Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendoakanya walaupun dia tak berada di sisi kita.

Tuhan memberikan kita dua buah kaki untuk berjalan. Dua tangan untuk memegang dan menggenggam. Dua telinga untuk mendengar, dan dua mata untuk melihat. Tapi mengapa Tuhan hanya menganugrahkan sekeping hati kepada kita … ??? Karena Tuhan telah memberikan sekeping hati lagi kepada seseorang untuk kita mencarinya, itulah CINTA.

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kita masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kita masih merasa sanggup untuknya. Jangan sesekali mengatakan kita tidak mencintainya jika kita masih belum dapat melupakanya.

Cinta datang kepada merek yang masih punya harapan, meski telah dkecewakan. Kepada mereka yang masih percaya walaupun telah dan pernah di khianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai walaupun telah disakiti sebelumnya. Dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangun kembali kepercayaan. Jangan sampai kita menahan kata-kata cinta hingga orang tersayang meninggal dunia, lalu kita terpaksa mencatat itu semua di pusaran.

Sebaiknya….

Ucapkanlah kata-kata cinta yang tersimpan di benak kita sekarang selagi ada hayatnya. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang salah sebelum dengan orang yang tepat. Namun kita harus tetap mengerti… Bagaimana berterima kasih atas karunia tersebut.

CINTA dapat mengubah…

Pahit menjadi manis

Debu menjadi emas

Keruh menjadi bening

Sakit menjadi sembuh

Penjara menjadi telaga

Derita menjadi nikmat

Dan kemarahan diri menjadi keramahan

Memang menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintai kita, tetapi lebih menyakitkan mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakanya.

Seandainya…

Kita ingin mencintai atau memiliki hati seseorang, ibarat kata seperti memetik sekuntum bunga mawar, indah… berseri…harum… tapi adakalanya perih disaat duri-duri menusuk jari jemari. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah saat kita bertemu seseorang yang sangat berarti bagi kita. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti.

Kadang kala kita tidak menghargai orang yang mencintai kita sepenuh hati. Sehingga kita akhirnya kehilangannya, dan pada saat itu tiada guna penyesalan dan perginya tanpa kata lagi.

Cintailah seseorang itu atas dasar “ siapa dia sekarang” dan bukan “siapa dia sebelumnya” . Karena kisah silam tak perlu diungkit lagi bila kita benar-benar mencintainya setulus hati.

Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit. Orang gemuk menjadi kurus. Orang normal menjadi gila. Orang kaya menjadi miskin. Raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu…

Karena, kemungkina apa yang kita sayangi atau cintai tersimpan keburukan di dalamnya. Dan kemungkinan apa yang benci tersimpan sebuah kebaikan di dalamnya…

 

CINTA kepada harta artinya bakhil

CINTA kepada wanita/pria artinya alam

CINTA kepada diri sendiri artinya bijaksana

CINTA kepada mati artinya hidup

Dan CINTA kepada ALLAH artinya taqwa

Lemparkanlah seseorang yang berbahagia dalam bercinta ke dalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan. Lemparkanlah pula seseorang yang gagal dalam bercinta ke dalam segudang roti, pasti ia mati kelaparan.

Seandainya kita dapat berbicara dalam semua bahasa dan alam, tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubahnya seperti gong yang bergaung atau sekedar cangkang yang gemerincing.

By. Muhammad Tohir

Artikel Terkait:

Sejumlah Kesalahan Yang Menyebabkan Gagalnya Usaha

 

loading...