Menulis Komplain

Cara Menulis Komplain

Di era yang serba digital ini membuat saya semakin malas. Salah satunya adalah saya rela menunggu sekian lama hanya agar saya tidak harus keluar dari rumah. Singkat saja, saya menggunakan jasa layanan ojek aplikasi yang memang sedang booming itu. Padahal saya tahu kalau saya cukup menstarter motor saya dan pergi ke suatu tempat makan yang sebenarnya kalau dihitung-hitung jauh lebih cepat. Tapi saya memilih untuk duduk didalam kamar, mendengarkan musik dan menunggu makanan saya dengan resiko: lama antaran yang membuat makanan saya tak lagi hangat.

Pesanan saya pagi ini adalah ayam lada hitam. Selalu menjadi favorit saya. Tempat yang cukup jauh membuat saya lebih memilih untuk menunggu ketimbang harus repot-repot pergi keluar. Bapak ojek mengantarkan dengan sangat cepat, bahkan jauh dari perkiraan saya. Saya membuka makanan yang baru saja datang, namun tercium bau sangit/gosong dari makanan itu. Saya cicipi dan memang benar makanan favorit saya ini memang gosong. Masalah memang bukan pada bapak ojek aplikasinya, tetapi kepada warung makan tempat saya memesan. Kalau saya langsung komplain ke warung yang bersangkutan, apa akan diterima? Karena saya memesan via bapak ojek tadi. Sebagai pembeli, kita perlu tahu bagimana cara penyampaian komplain yang baik.
Apa saja yang harus kamu lakukan sebagai pembeli yang bijak ketika hendak komplain?

1. Tujuan sebuah komplain adalah menyampaikan keluhan kita sebagai pembeli kepada perusahaan atau penjual sehingga bisa meningkatkan performa mereka dalam bidang pelayanan. Maka penyampaian dengan baik dan dengan niat yang benar, kita akan menemukan solusi bagi kedua belah pihak.

2. Tepat pada tempatnya. Kita harus tahu kemana kita harus komplain. Di era digitalisasi ini seringkali kita langsung saja komplain dengan berapi-api di social media. Cari tahu siapa yang harus kita berikan komplain, harus hubungi kemana? Komplain saya diatas tadi saya ajukan dengan cara saya mendirect message kepada pihak warung makan, agar kedepannya pihak warung makan bisa lebih teliti dalam menyajikan makanannya.

3. Gunakan bahasa yang lugas dan santun. Dengan ini, biasanya penjual akan lebih menghormati kita sebagai pembeli.

4. Menunggu. Jika kamu komplain akan adanya masalah dengan barang/produk yang kamu beli, maka kamu harus menunggu selagi pihak penjual menggantinya dengan yang baru. Setidaknya ada itikad baik dari pihak penjual, kamu harus memahami bahwa mengclaim sebuah komplain memang diperlukan waktu. Maka, kesabaran adalah kunci pada poin ini.

Baca Juga: Inilah 6 Hal Yang Kamu Butuhkan Dalam Sebuah Job Interview

Kita perlu tahu bahwa media adalah sumber berbagai macam bias. Banyak perusahaan besar yang jatuh dikarenakan oleh sebuah komplain, jika sebuah perusahaan itu jatuh, maka bayangkan berapa banyak orang yang harus kehilangan pekerjaannya. Untuk itu, sebagai seorang pembeli yang baik, mengetahui cara komplain yang benar akan sangat membantu kedua belah pihak.

Penulis: Inta Destria // Women Preneur (facebook.com/inta.destria)