50 Juta Meter Kubik Lahar Dingin Ancam Warga Sinabung

LebahMaster.Com, Sumatera Utara – Ancaman bencana lahar dingin di sekitar Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara makin meningkat seiring dengan bertambahnya material piroklastik produk erupsi Gunung Sinabung sejak Agustus 2010 hingga sekarang. Diperkirakan ada 50 juta meter kubik material piroklastik di Gunung Sinabung yang siap menjadi lahar dingin saat hujan di puncak gunung.

Begitu disampaikan Kepala BNPB Willem Rampangile. Menurut Pak Willem, ancaman ini benar-benar nyata saat banjir lahar dingin menerjang Desa Kutambaru dan sekitar Kecamatan Tiganderket pada Senin, 9 Mei 2016, pukul 15.45 Wib. Akibat banjir lahar dingin tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia atas nama Atifaf Farihan Warda (6 tahun) dan satu orang bernama Riska, (7 tahun) masih hilang. Empat orang lainya, luka ringan hingga sedang akibat terbawa arus lahar dingin.

Pak Willem menambahkan, ia selaku Kepala BNPB, telah memerintahkan agar tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan dan masyarakat mencari korban hingga ketemu. Untuk korban meninggal, kata dia, harus segera diberikan santunan duka cita. Sedangkan korban yang masih hilang terus dicari.

Satu orang korban terlalu banyak dan tidak boleh terulang kembali di masa mendatang. Lakukan pencarian di lokasi kejadian dengan menelusuri aliran sungai Lau Barus,” katanya.

Kata Pak Willem, untuk antisipasi ke depan zona merah tidak boleh ada penghuni. Patroli dan penjagaan di pintu-pintu masuk perlu ditingkatkan. Sosialisasi dan pemasangan papan peringatan perlu ditingkatkan. Normalisasi sungai segera dilakukan agar material lahar yang menyumbat saluran dapat berkurang.

BNPB dan PVMBG akan segera memasang sistem peringatan dini lahar dingin di Gunung Sinabung,” kata Pak Willem.

Baca : Awas, Banjir dan Longsor Mengancam Kita