Mengenal Jenis Pajak Jual Beli Rumah yang berlaku Di Indonesia

Jenis Pajak Jual Beli Rumah

Jenis Pajak Jual Beli Rumah Penting untuk diketahui baik yang sudah punya rumah maupun yang sedang dalam perencanaan membeli rumah baru, Apalagi jika anda hendak menjual atau membeli rumah, anda harus benar-benar memahami pajak jual beli rumah. Mengapa begitu? Hal tersebut karena besarnya pajak yang dikeluarkan terkait dengan uang yang diserahkan kepada pembeli atau penjual rumah. Oleh karena itu, mari pelajari jenis-jenis pajak jual beli rumah yang berkaitan dengan pajak properti.

 

Beriku Ada Enam jenis Pajak Jual Beli Rumah Di Indonesia

1) Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)

Nilai Jual Objek Pajak merupakan nilai yang telah ditetapkan oleh negara sebagai dasar pengenaan pajak bagi PBB. NJOP masing-masing daerah tentunya berbeda-beda. Anda dapat melihat NJOP di berkas pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Setelah anda mengetahui NJOP, maka barulah anda dapat mematok harga rumah yang anda jual. Karena saat anda sudah mengetahui NJOP, maka anda dapat memperkirakan seberapa tinggi rumah tersebut dijual di atas NJOP, sehingga penawaran yang dapat anda lakukan akan benar-benar sesuai dengan perkiraan.

 

2) Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP)

Nilai Perolehan Objek Pajak yaitu nilai atas perolehan hak atas tanah dan bangunan dalam perhitungan BPHTB. Dalam hal ini, NPOP adalah nilai yang sudah disepakati antara penjual dan pembeli rumah yang tercantum dalam perjanjian pengalihan hak.

 

3) Pajak Penghasilan (PPh)

Pajak penghasilan ini merupakan salah satu jenis pajak jual beli rumah yang dibebankan kepada penjual rumah. Umumnya, harga PPh yang ditentukan sebesar 5% dari harga jual rumah. Pajak ini akan dianggap selesai dibayar jika sudah dilakukan pemotongan, pemungutan, dan penyetoran sendiri oleh wajib pajak, dalam hal ini adalah pihak penjual rumah.

Pajak Jual Beli Rumah DI Indonesia

4) Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

BPHTB merupakan jenis pajak jual beli rumah yang berkebalikan dengan PPh. Jika PPh merupakan pajak yang dibebankan kepada penjual rumah, maka BPHTB ini dibebankan kepada pihak pembeli rumah. Umumnya, harga BPHTB dibebankan sebesar 5% dari harga jual rumah, namun masih dikurangi dengan NPOPTKP. Pembeli rumah harus membayar pajak jual beli rumah ini sebagai tanda atas perolehan hak tanah dan bangunan yang dibelinya.

 

5) Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP)

Setelah mengetahui BPHTB, maka anda juga harus mengetahui jenis pajak jual beli properti rumah yang lain, yaitu NPOPTKP. NPOPTKP merupakan nilai untuk pengurangan perhitungan BPHTB atas perolehan hak tanah dan bangunan. NPOPTKP ini berbeda-beda nilainya untuk masing-masing wilayah, sehingga pengurangan yang dilakukan pun berbeda-beda setiap wilayahnya.

 

6) Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP)

NPOPKP merupakan jenis pajak jual beli properti rumah terakhir yang harus anda ketahui. NPOPKP ini adalah dasar untuk pengenaan pajak BPHTB.

 

Demikianlah Ulasan mengenaiĀ keenam jenis pajak jual beli rumah yang wajib anda ketahui serta dipahami. Dengan memahami jenis-jenis pajak jual beli rumah tersebut, maka akan mempermudah anda dalam melakukan transaksi jual beli rumah. Semoga bermanfaat dan selamat berbisnis jual beli rumah.