Ahmad Dhani, Tak Ada Rotan, Akar Pun Jadi

743

Calon Gubernur DKI Ahmad Dhani

Lebahmaster.com – Tidak ada rotan, akar pun jadi, begitu mungkin peribahasa yang tepat menggambarkan kisah Ahmad Dhani, bos Republik Cinta di dunia politik. Saat ramai pencalonan gubernur di Jakarta, nama Ahmad Dhani langsung mencuat, ketika mantan personil grup Dewa 19 itu, mendeklarasikan diri siap jadi calon gubernur DKI Jakarta.

Bahkan Ahmad Dhani langsung menggebrak. Ia langsung tancap gas ‘menyerang’ Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, petahana yang bakal maju lagi di pesta lima tahunan ibukota yang akan digelar bulan Februari 2014 nanti. Tidak tanggung-tanggung, Ahmad Dhani mengklaim, ia lebih baik dari Ahok. Dan, berkoar, ia punya banyak jurus serta program untuk membenahi ibukota yang lebih baik dari Ahok.

Untuk menggapai ambisinya jadi calon gubernur, Dhani pun tak segan ‘blusukan’ ke kampung-kampung menemui warga. Tidak hanya itu, ia juga rajin berkomunikasi dengan petinggi beberapa partai. Pertemuan demi pertemuan dihadiri. Dhani kian rajin tebar pesona.

Pernyataan pun sering dikutip banyak media. Seperti biasa Dhani selalu pede. Ia percaya diri, bisa jadi calon gubernur yang mampu ‘menantang’ Ahok. Bahkan dalam beberapa kesempatan, Ahmad Dhani mengaku sudah ada beberapa partai yang memberi sinyal bakal mencalonkannya.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), adalah partai yang inten didekati. Dhani memang punya kedekatan dengan partai tersebut. Maklum saat pemilu legislatif 2014, suami dari Mulan Jamela ini sempat didaulat jadi juru kampanye. Partai lain yang didekati adalah Partai Gerindra. Dengan Gerindra, Dhani punya ikatan historis, pernah jadi juru kampanyenya Prabowo Subianto, saat mantan Pangkostrad itu bertarung di pemilihan presiden 2014 melawan Joko Wudodo (Jokowi). Di luar itu, Dhani juga mendekati PKS. Dan merapat ke PPP.

Namun, hingga menjelang masuknya tahapan pendaftaran, tak satu pun partai yang Dhani dekati mendeklarasikan diri bakal mendukungnya. Para petinggi partai yang didekati, hanya menjawab diplomatis, nama Dhani masuk radar mereka. Tapi, tak ada satu pun kemudian yang secara resmi akan mengusung Dhani.

Sampai kemudian, nama Dhani tenggelam. Gerindra justru resmi akan mengusung Sandiaga Uno. Dhani sempat ‘banting stir’, siap tak lagi jadi calon gubernur, tapi calon wakil gubernur. Bahkan, ia sampai rela menelpon Ganjar Pranowo, ‘menawarkan diri’ siap jadi calon orang nomor dua, bila gubernur Jawa Tengah itu bersedi maju di ibukota.

Namun tawaran Dhani tak bersambut. Ganjar tak mau maju. Meski begitu Dhani masih rajin sowan kesana kemari. Terutama ke partai-partai. Tapi tetap belum ada yang mau mengusungnya. Pun untuk calon wakil gubernur. Bahkan, Sandiaga Uno, yang sudah resmi diusung Gerindra rajin berkomunikasi dengan ustad kondang Yusuf Mansur. Ustad Mansur, memang dikabarkan siap maju di pemilihan gubernur bila ada yang mendukungnya.

Nama Dhani perlahan tenggelam. Sesekali saja namanya mencuat. Salah satunya, suara Dhani kembali terdengar ketika dia menyatakan siap pindah keluar Jakarta, jika Ahok terpilih lagi jadi gubernur. Pernyataan itu pun ramai jadi pembicaraan dikalangan netizen. Sampai kemudian mencuat isu bahwa Dhani memang akan pindah, karena rumahnya dalam proses dijual. Isu tersebut ditambahi bumbu, Dhani mau pindah dan jual rumah, karena sedang kesulitan ‘keuangan’.

Nama-nama baru dalam bursa cagub dan cawagub bermunculan. Muncul nama Rizal Ramli, Budi Waseso, Tri Rismaharini, sampai Sekda DKI Jakarta, Saefullah. Terbaru, PKS justru menawarkan Mardani Ali Sera, kadernya sebagai calon wakil gubernur untuk disandingkan dengan Sandiaga Uno. Tak ada yang menyodorkan nama Dhani.

Nama Dhani pun seakan hilang dari peredaran bursa calon gubernur di ibukota. Sampai kemudian muncul berita, Dhani diusulkan jadi calon wakil Bupati untuk kabupaten Bekasi. Adalah PKS Bekasi, yang mengusulkan nama Dhani jadi calon wakil bupati. Dhani digadang oleh partai kader tersebut untuk mendampingi kader mereka Sa’ddudin.

Kabarnya, Dhani sudah menerima pinangan itu. Dia, sudah menyatakan siap bertarung di pemilihan bupati Bekasi, meski hanya diusung jadi wakil bupati. Seperti peribahasa tadi, tak ada rotan, akar pun jadi. Tak jadi calon gubernur, jadi calon wakil bupati pun tak mengapa. Apa boleh buat, daripada tidak dicalonkan sam sekali. Mungkin seperti itu bunyi isi hati Dhani.