Al Quran Tidak Mengajarkan Keseimbangan Hidup Tapi Mengajarkan Kesungguhan Hidup
Al Quran Tidak Mengajarkan Keseimbangan Hidup Tapi Mengajarkan Kesungguhan Hidup – Ilustrasi Pemuda Kaya Masih mau Baca Al Qur’an.

Al Quran tidak mengajarkan hidup seimbang dunia akhirat, sebab Allah ciptakan dunia dan akhirat tidak sama namun berkaitan, seperti tidak samanya kebaikan dan keburukan, kebaikan akan allah balas 10X lipat + Allah maha kaya sedangkan kejahatan akan allah balas 1X lipat, yang diajarkan adalah minta pada Allah Kebaikan dunia dan akhirat (2:201), Doa yang dikenal dengan doa sapu jagat ini mampu menuntun kita menuju rahmat allah swt bahkan 99% umat islam telah hafal, doa sapu jagat ini mencakup untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat, sejatinya dengan amal manusia tidak akan mampu menggapai surga-NYA dikarenakan manusia yang tak pernah lepas dari dosa akan tetapi allah dengan segala keagungan-NYA mengharapkan kesungguhan kita untuk mendapat ampunan-NYA.

Baca Juga: Wahai Para Muslimah, Inilah Hukum Istri Membentak Suami Menurut Islam

Karena bagaimanapun keduanya tak akan seimbang, Allah telah menetapkan dalam kitab suci Alquran 1 hari akhirat sama dengan 1000 tahun dunia. Hal tersebut telah berabad-abad lalu Allah kabarkan dalam Al Qur’an yang berbunyi,

Artinya:Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.” (Q.S. Al Hajj (22):47).

Sehingga perbandingan usia kita di dunia dan akhirat adalah kita hidup di dunia tidak lebih dari 2 jam saja, pantas saja Nabi Muhammad tidak pernah bangga dengan hal yang bersifat duniawi akan tetapi Nabi Muhammad bangga apabila umatnya mampu melaksanakan shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh sebab perkara ini lebih baik daripada dunia dan seisinya dalam riwayat banyak disebutkan bahwa dunia ini tak lebih dari setetes air laut.

Luasnya surga seluas langit dan bumi, sebagaimana dalam Firman Allah ta’ala yang menyebutkan:

Artinya:Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” (Ali ‘Imran (3):133).

Secara akal mungkin tidak masuk akal bagi orang yang tidak beriman namun bagi orang beriman Allah maha kuasa menciptakan surga yang luanya seluas langit dan bumi bahkan Allah maha kuasa atas segala sesuatu namun perkara iman tetaplah menjadi hak-NYA terhadap siapa yang DIA kehendaki sehingga pantaslah iman adalah perkara yang snagat besar dan harus kita jaga dari segala hal yang dapat merusaknya. Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Artinya:Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab / siksa yang pedih”. (Q.s.Al-Fath (48):17).

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Artinya:”Setiap umatku masuk surga selain yang enggan, “Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, lantas siapa yang enggan?” Nabi menjawab: “Siapa yang taat kepadaku, masuk surga dan siapa yang membangkang aku berarti ia enggan.” (HR. Bukhari : 6737 ).

keberadaannya (Akhirat) Jauh lebih baik daripada dunia dan seisinya, Firman Allat Ta’ala dalam al quran:

Artinya:“Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)” (Q.S. AD Dhuhaa (93):4).

Jadi yg diajarkan Al-Qur’an bukan keseimbangan hidup tetapi KESUNGGUHAN hidup.

Artinya:Dialah yang menciptakan hidup dan mati untuk menguji siapa yang lebih baik amalnya” (Q.S. AL MULK (67):2).

Solusinya “carilah dari apa apa yang diberikan Allah di dudia ini yang ada nilai akhiratnya”. Sebagaimana Yang Diperintahkan Allah Ta’ala dalam Al Quran yang berbunyi:

Artinya:Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni’matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan“. (Q.S. AL QASHASH (28):77).

Akhirnya semoga kita hidup di dunia ini lebih mengerti apa tujuan hidup kita sehingga tidak semata-mata mengejar dunia, melainkan juga lebih banyak memikirkan kehidupan akhirat. barangsiapa yang mengambil akhirat dalam hidupnya maka dunia akan ikut di dalamnya. Jadikan Al quran dan hadist Nabi Muhammad Sholullahu’alaiwassalam sebaik -baik petunjuk, karena kehidupan dunia ini fana dan akhirat kekal selamanya. ( Artikel By Nisman Taher, Mahasiswa STEI SEBI).