Anak Yatim Itu Kini Sudah Jadi ‘Orang Penting’ di Indonesia

1336
Anak Yatim Orang Penting Indonesia
Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang, ketika sambutannya saat membuka acara sosialisasi empat pilar kebangsaan di tengah lapangan Banteng, Medan

Lebahmaster.com – Dalam kata sambutannya saat membuka acara sosialisasi empat pilar kebangsaan di tengah lapangan Banteng, Medan, Wakil Ketua MPR, Oesman Sapta Odang, menyelipkan penggalan kisah hidupnya. Kata Oesman, ia lahir, bukan dari keluarga berada. Bahkan, ia lahir dari keluarga miskin. Ia sudah jadi yatim saat masih berusia belia. Praktis, ibunya yang kemudian jadi tulang punggung keluarga.

Saya dilahirkan umur 8 tahun bapak saya meninggal. Saya dibesarkan ibu saya,” kata Oesman, di Lapangan Banteng, Kota Medan, Jumat, 29 Mei 2016.

Sepeninggal ayahnya, kehidupan keluarganya kata Oesman, bisa dikatakan morat-marit. Usia 13 tahun, ia terpaksa putus sekolah, karena sang ibu tak ada biaya. Ibunya sendiri, hanya seorang tukang jahit, dengan penghasilan yang tak seberapa. Ia pun memutuskan untuk cari uang. Ibunya sempat melarang. Tapi ia bertekad, jadi pengganti sang ayah. Menjadi tulang punggung keluarga. Dan, ia pun bernazar, andai dapat uang, ia ingin sekali membelikan kain buat ibunya.

Sampai umur 13 tahun, ibu saya tak mampu lagi sekolahkan saya. Saya sekolah di pastoral, mahal,” ujarnya.

Oesman melanjutkan ceritanya. Pada usia 13 tahun, ia ‘lari’ dari rumah, berniat cari nafkah sendiri. Dan, di pelabuhan, kemudian dia berdagang rokok. Katanya, ia jual rokok secara ketengan. Pembelinya para buruh pelabuhan. Tapi, yang bikin di gedek, dagangannya sering diutang. Namun, saat hendak ditagih, bukan utang yang dibayar. Dia malah kena tempeleng.

Saya jual rokok dengan ketengan, bukan buruh beli bungkus. Udah beli ketengan, ngutang lagi. Ini adalah sejarah hidup saya. Kenapa saya mesti malu. Akhirnya ketika saya tagih, bukannya bayar malah ditempeleng,” katanya.

Jadi kata Oesman, jangan pernah kalah dan mengalah dalam kehidupan. Dia yang anak yatim, bahkan tak punya apa-apa, bisa bertarung. Intinya, mental bertarung dan berjuang yang diperlukan.

Nah, buat ade-ade yang sudah duduk jadi mahasiswa atau masih SMA, pesan saya, jangan sekali-sekali mundur, dan berjiwa kecil dalam kehidupan,” katanya. (Agus)

Baca Juga: Menteri Ini, Ayahnya Seorang Supir Bis, Ibunya Tak Tamat SD