Solusi Untuk Angkutan Konvensional Dan Angkutan Online
Solusi Untuk Angkutan Konvensional Dan Angkutan Online – Ilustrasi

Hingga hari ini fenomena sosial yang sedang booming di Indonesia saat ini,salah satunya adalah fenomena demo antara sopir angkot di Malang yang menuntut angkutan umum yang berbasis online untuk ditutup, walaupun sebenarnya kejadian ini kami ketahui bukan hanya saja terjadi di malang saja. Namun, dari kasus kedua transportasi ini cukup menyita perhatian kita sebagai rakyat indonesia.

Solusi Kisruh Transportasi

Demo ini merupakan demo yang kedua setelah adanya demo pertama yang telah dilakukan oleh sopir angkutan konvensional. Dan demo pertama itu telah diadakan mediasi oleh dinas perhubungan kota Malang antara perwakilan sopir angkutan konvensional dengan sopir angkutan online yang . Dari mediasi itu telah dihasilkan dan disepakati bahwa dinas perhubungan kota Malang telah membatasi zonasi pengambilan penumpang untuk angkutan berbasis online.

Penetapan zonasi itu dikira pemerintahan bisa menjadi solusi dari konflik ini. Namun, pekan lalu para sopir angkutan konvensional kembali menggelar demo kembali. Mereka merasa para angkutan yang berbasis online telah melanggar Undang – undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang telah dibuat. “kami hanya ingin keadilan disini.“ kata seorang sopir angkutan konvensional. Dan karena adanya demo yang dilakukan itu banyak sekali dampak yang telah ditimbulkan.

Lalu, apa solusinya untuk masalah ini?

Menurut saya, solusi terbaik adalah dengan diadakan mediasi kembali dan penetapan zonasi itu dijelaskan sedetail detailnya. Dan setelah kesepakatan itu terjadi diharap ada perjanjian tertulis yang ditanda tangani dan aka nada suatu sanksi bagi pelanggarnya. Karena dengan tidak beroperasi angkutan online dimalang akan membuat para pendatang merasa tidak nyaman dan akan kebingungan untuk mencari tempat tujuan. Apalagi angkutan online itu sangat dibutuhkan oleh para mahasiswa yang membutuhkan kendaraan dan tidak ada kendaraan.

Baca Juga: Ini Uniknya Taksi di Kota Batam

Berdasarkan pengalaman setelah sampai di stasiun Malang Kota Baru jika menggunakan taksi biaya sangat mahal,sementara itu jika dengan angkot, angkot tidak bisa mengantar kita sampai didepan rumah, berbeda ketika menggunakan ojek ataupun angkutan konvensional, biaya jarak jauh maupun dekat harganya sama dan hampir sama dengan setengah biaya naik taksi online.

Pengirim Artikel: Vicky Ibrahim – Mahasiswa Jurusan Kelautan