Asap Dari Indonesia Kepung Malaysia

1205

Asap Dari Indonesia Menyelimuti Negara Tentangga Malaysia

Asap Di Malaysia

Asap Di Malaysia – Beberapa hari yang lalu Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, melaporkan, asap tak hanya membekap wilayah Sumatera dan Kalimantan. Tapi asap dari Indonesia juga berhasil mengepung sebagian wilayah di Malaysia.

Menurut Sutopo, sebaran asap kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan lebih meluas dibandingkan kemarin. Misalnya pada Sabtu12 September 2015 hampir 65 persen wilayah Sumatera tertutup asap. Bahkan wilayah selatan-barat daya Malaysia tertutup asap.

Indeks Standar Pencemaran Udara di Kuala Lumpur 117-146 PSI (tidak sehat), Serawak 126-156 PSI (tidak sehat), sedangkan di Singapore 81-92 PSI (sedang). Jarak pandang di Putrajaya Malaysia sekitar 700 meter,” kata Sutopo.

Sementara Titik panas (hotspot) di Sumatera pada Sabtu, 12 September 2015, ada 833 titik yang terkonsentrasi di Sumatera Selatan, sebanyak 621 titik, di Jambi 100 titik, Bangka Belitung 45 titik, di Lampung, ada 25 titik, di Riau, tercatat ada 14 titik, dan di Bengkulu ada 10 titik.

Titik api juga terpantau di Sumbar 12 titik. Di Kepri 5 titik. Di Kalimantan terdapat 353 hotspot yaitu di Kalsel 110 titik, Kalteng 107 titik, Kaltim 130 titik, di Kalbar 1 titik dan Kaltara sebanyak 5 titik,” ujar Sutopo.

Sutopo juga menginformasikan pada pagi hari jarak pandang di Pekanbaru, Rengat, Dumai semuanya 100 meter. Sore hari mulai membaik dimana jarak pandang mencapai 1 km. Kualitas udara di Sumatera dan Kalimantan yang terpapar asap masih tidak sehat hingga berbahaya.

Baca Juga : Ini Dia Perintah Presiden Jokowi Soal Bencana Asap

Ribuan masyarakat di berbagai daerah melakukan sholat Istiqo memohon hujan. Di sosial media merebak ajakan masyarakat menaruh ember diisi air dan garam. Ini adalah informasi yang menyesatkan. Untuk membentuk uap air hingga terkondensasi diperlukan massa uap air yang banyak. Tidak semudah itu membuat hujan dari penguapan air asin dari jutaan ember sekalipun. Dinamika atmosfer sangat menentukan hujan suatu wilayah. Untuk itu tidak usah ikut menyebarkan berita tersebut.

Baca Juga : Karena Asap, Bandara Jambi Lumpuh, 28.948 Jiwa Kena ISPA