Awas, Banjir dan Longsor Mengancam Kita

804

Banjir dan Longsor Waspadailah !

Banjir Dan Longsor

Awas, banjir dan longsor mengancam kita,” begitu peringatan yang disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Jakarta, Minggu, 8 November 2015.

 

Menurut Sutopo, hujan yang melanda sebagian wilayah Indonesia mengindikasikan bahwa musim akan berganti. Sebagian Sumatera dan Kalimantan telah masuk musim penghujan. Sebagian lagi, seperti Jawa, diperkirakan awal musim penghujan mulai akhir November hingga awal Desember. Adanya El Nino berpengaruh mundurnya musim penghujan.

 

Bergantinya musim maka berganti pula jenis bencananya,” katanya.

 

Jika sebelumnya didera kekeringan dan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan, maka kata Sutopo, kini akan berganti dengan banjir, longsor, dan puting beliung. Karena itu, pemerintah dan Pemda harus segera mengantisipasi menghadapi banjir dan longsor. Sebab ada 64 juta jiwa masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah rawan sedang-tinggi dari banjir. Mereka tersebar di 315 kabupaten atau kota. Sedangkan longsor, ada 41 juta jiwa masyarakat yang tinggal di daerah rawan sedang-tinggi longsor di 274 kabupaten atau kota.

 

Pemerintah dan pemda harus melindungi masyarakat,” ujarnya.

 

Untuk itu kata dia, perlu segera dilakukan rapat koordinasi teknis antisipasi banjir longsor. BNPB dan BPBD perlu segera menyusun rencana kontinjensi menghadapi banjir longsor yang memuat kebijakan, strategi, peta bencana, komando, upaya, pengerahan sumber daya, dan lainnya. Rencana kontinjensi ini harus disepakati oleh semua pihak, sehingga saat terjadi bencana dapat diaktivasi menjadi rencana operasi. Rencana kontinjensi akan memudahkan semua pihak melakukan upaya sesuai tupoksi masing-masing.

 

Peringatan dini dari berbagai pihak seperti BMKG, PU Pera, Lapan dan lainnya dicermati sehingga dapat memperoleh informasi yang update. Sosialisasi dan gladi juga harus diintensifkan,” katanya.

 

Sutopo menerangkan, pola banjir dan longsor umumnya berlangsung selama penghujan dan puncaknya dari Desember, Januari hingga Februari. Banjir dan longsor sesungguhnya adalah bencana yang dapat diantisipasi karena dapat diprediksi dan dikenali sehingga korban dapat dihindari.

 

Note : tanpa harus menunggu siapa yang berwenang dalam mengotrol keadaan lingkungan, sebagai rakyat bijak diseluruh penjuru indonesia marilah kita bersama – sama saling bantu membantu menjaga lingkungan, menjaga tidak harus saat langsung dari hal besar, mulailah dari yang terkecil seperti jangan buang sampah sembarangan, menjaga kelestarian hutan dengan begitu setidaknya kita telah berusaha mencegah terjadinya ancaman banjir dan longsor.