Badai Di Kandang Beringin Tak Juga Berlalu

827

Badai Di Kubu Beringin Tak Kunjung Hilang

LebahMaster.Com , Kabar beringin – Badai konflik di tubuh Partai Golongan Karya, tak kunjung mereda, meski dua kubu, bahkan Agung Laksono dan Aburizal Bakrie, dua ketua umum hasil dari dua Munas berbeda sudah duduk satu meja pada Silahturahmi Nasional kemarin. Kubu Aburizal bersikukuh, dengan keluarnya putusan Mahkamah Agung (MA), maka hasil Munas Bali yang sah. Sementara, kubu Agung tetap berpatokan, bahwa putusan MA hanya mengesahkan hasil Munas Riau.

 

 

Salah satu petinggi Golkar dari kubu Munas Ancol, Melchias Markus Mekeng meminta, kubu Golkar Munas Bali untuk menghormati upaya perdamaian yang sudah diinisiasi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut Mekeng, salah satu solusi untuk menyelesaikan perseteruan di kandang beringin, tak lain adalah Munas bersama. Ini solusi jalan tengah yang bisa memuaskan semua kubu.

 

 

Pak JK sudah memulai proses itu. Kami menghormati upaya Pak JK,” kata Mekeng, di Jakarta, Kamis, 12 November 2015.

 

 

Ia minta, jangan ada sikap ingin menang sendiri. Atau, coba bersikeras untuk menang-menangan. Sebab, jika ujungnya hanya menang dan kalah, perseteruan di tubuh Golkar bakal berlarut, tak akan ada perdamaian. Semua mesti mengedepankan masa depan partai.

 

 

Kalau hanya mau menang-kalah, tidak akan selesai,” katanya.

 

 

Menurut Mekeng, islah bersama adalah jalan yang terbaik. Tak perlu ngotot-ngototan lagi. Pihaknya sendiri membuka pintu lebar-lebar untuk melakukan islah bersama. Sebab hanya dengan rekonsiliasi, perseteruan yang selama ini mengeras bakal selesai. Dan, salah satu cara untu mewujudkan islah bersama adalah melalui Munas bersama.

 

 

Ini solusi terbaik menyelesaikan sengketa yang ada adalah dengan menggelar Munas bersama,” kata Mekeng.

 

 

Mekeng yakin, forum Munas bersama bakal mempersatukan semua kubu di tubuh beringin yang terpecah oleh konflik. Dan, ia menegaskan, kubu Munas Ancol, siap mencabut semua gugatan yang ada, jika kesepakatan bisa tercapai. Ia pun berharap, solusi Munas bersama bisa diterima pula oleh kubu Munas Bali.

 

 

Munas bersama adalah solusi ideal bagi permasalahan di Golkar,” kata Mekeng.

 

 

Ketua Bidang Hukum DPP Partai Golkar dari Munas Ancol, Lawrence Siburian, melihat kubu Munas Bali, sepertinya enggan untuk islah. Hal itu bisa terlihat dari dua syarat yang diajukan kubu Aburizal Bakrie untuk islah. Dua syarat itu adalah, pertama pihak Munas Bali meminta kepemimpinan Aburizal di Golkar hingga 2019 harus diakui. Kedua, kubu Aburizal menolak solusi Munas bersama. Jadi kata Siburian, sudah jela sekarang yang menolak untuk damai adalah kubu Aburizal. Dua syarat itu sulit diterima oleh kubu Agung Laksono.

 

 

Dengan dua syarat itu, sulit bagi kami menerimanya,” kata Siburian.

 

 

Maka karena tak ada titik temu, kata Siburian, pihaknya berencana bakal mengajuka kasasi atas putusan yang telah dikeluarkan Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta.

 

 

Pernyataan itu pun memantik reaksi keras dari kubu Aburizal. Bendahara Umum Partai Golkar versi Munas Bali, Bambang Soesatyo menilai, kubu Agung sepertinya ingin terus menabuh genderang perang dengan ngotot ingin mengajukan kasasi ke MA atas putusan Pengadilan Tinggi Jakarta. Kata Bambang, semua sudah jelas, Munas Ancol, adalah Munas abal-abal. Bambang juga meminta, kubu Agung Laksono tak ngotot untuk mendorong Munas bersama. Ia minta, kubu Agung mengakui saja kepemimpinan Aburizal di Golkar.

 

 

Sebelumnya, usai bersilahturahmi dengan beberapa pimpinan media di gedung Rasuna Epicentrum, Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie, menegaskan, ia akan memimpin Golkar hingga 2019. Jadi, bila ada Munas bersama, itu akan dilakukan pada 2019. Dan, Aburizal juga menegaskan, tak ada Munaslub dalam waktu dekat ini. Alasannya, tak ada usulan Munaslub yang diajukan oleh pengurus daerah. Padahal itu adalah syarat utama digelarnya Munaslub. Kata Aburizal, Munaslub hanya bisa digelar, jika ada 2/3 pengurus Golkar daerah mengusulkan itu.

 

 

Faktanya tidak ada usulan mendorong Munaslub dari daerah,” kata Aburizal.

 

 

Sementara itu, Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengatakan, sebagai partai yang paling dewasa saat ini, perseteruan di Golkar, sungguh memalukan. Kata Hendri, seharusnya kubu Agung mendengarkan saran salah satu pentolan mereka Yorrys Raweyai.

 

 

Usulan Yorrys sangat bijaksana dan masuk akal. Sebagai gudangnya para tokoh sebaiknya dua kubu mawas diri. Tapi saya yakin dengan kedewasaan Golkar, kasus ini akan mereka selesaikan dalam waktu dekat,” kata Hendri.

 

 

Seperti diketahui, salah satu Wakil Ketua Umum hasil Munas Ancol, Yorrys Raweyai, secara lisan telah mengajukan pengunduran dirinya dari DPP pimpinan Agung Laksono. Salah satu alasannya, Yorrys tak setuju dengan langkah DPP Golkar pimpinan Agung, yang akan mengajukan kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi Jakarta. Menurutnya, itu bukan solusi. Justru menambah masalah baru. Tak hanya itu, Yorrys kemarin sempat ikut rapat dengan DPP pimpinan Aburizal.

 

Baca : Kalau Bukan Pak Jokowi, Ekonomi Indonesia Akan Lebih Parah