Bencana Asap Kembali Mengancam Riau

1360

Riau Terancam Asap Kembali

Asap Riau
Bencana Asap Kembali Mengancam Riau

Lebahmaster.Com – Minggu, 22 Februari 2015, pukul 19.34 WIB, Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pak Sutopo Purwo Nugroho kembali mengirimkan broadcast messengernya. Kali ini, informasi yang disampaikan Pak Sutopo via layanan broadcast messengernya bukan tentang informasi banjir. Namun, informasi yang disampaikan Pak Sutopo tentang kabut asap yang kembali mengancam wilayah Provinsi Riau.

Dalam broadcast messengernya, Pak Sutopo mengatakan Riau dalam keadaan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan. Menurut Pak Sutopo, Kebakaran hutan dan lahan atau ia menyingkatkan karhutla di Riau selalu berulang setiap tahun. Berdasarkan data hotspot tahun 2006 hingga 2014, pola karhutla di Riau terjadi dua periode dalam setahun yaitu antara Februari-April dan Juni-Oktober.

Pak Sutopo juga bicara tentang modus dan motif karhutla. Menurut dia, modus dan motif karhutla sudah diketahui. Sementara di satu sisi, berbagai peraturan pencegahan karhutla sudah banyak dikeluarkan. Namun selalu saja kasus bencanaasap terus berulang.

Maka kata dia, untuk mengantisipasi karhutla pada tahun 2015 ini, siaga darurat pencegahan dan penanganan karhutla di Riau telah ditetapkan. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan makin merebaknya hotspot di area open accsess di Kabupaten Bengkalis yang berpotensi meluas, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah meminta bantuan Kepala BNPB untuk mendukung beberapa langkah siaga darurat.

Langkah siaga darurat yang pertama, kata Pak Sutopo, terkait dengan dukungan pelaksanaan hujan buatan dalam waktu dekat. Langkah kedua, dukungan bagi masyarakat untuk pembuatan 1.000 unit sekat kanal rawa gambut di daerah-daerah sangat rawan karhutla. Langkah ketiga, dukungan pesawat helikopter patroli, monitoring dan water bombing selama 3 bulan. Langkah keempat, dukungan personil BNPB untuk posko di pusat dan daerah.

Dalam broadcast messengernya Pak Sutopo mengungkapkan, bahwa Kepala BNPB, Syamsul Maarif sendiri, telah menindaklanjuti permintaan Menteri Lingkungan dan Kehutanan tersebut. Kepala BNPB telah mengintruksikan kepada jajaran BNPB untuk mempersiapkan semua kebutuhan. Sebab sesuai arahan Presiden Jokowi kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada November 2014 dan Januari 2015, untuk solusi atasi karhutla, BNPB akan melakukan filling the gaps sesuai permintaan dan kebutuhan dari Kementerian Lingkungan Hidup. BNPB akan mengoordinasikan kementerian dan lembaga untuk memberikan pendampingan kepada BPBD di daerah.

Menurut Pak Sutopo, pencegahan lebih efektif dibandingkan pemadaman. Apalagi pada lahan gambut, jika sudah terbakar maka sulit dipadamkan. Untuk itu penegakan hukum dan sosialisasi terus ditingkatkan. Sebab 99,9 persen karhutla di Riau adalah disengaja atau dibakar.

Pak Sutopo pun berharap, semoga Riau bebas asap. Namun kata dia, mungkinkah itu? Sebab faktanya bencana asap selalu terulang.

Baca :

Duh Ada 5000-an Lebih Anak yang Mendekam Di Penjara