Bisnis ‘Nyeleneh’ Di Negeri Sakura, Laki-laki pun Direntalkan

1965

Bisnis ‘ Nyeleneh’ Di Negeri Sakura Rental Pria

Bisnis Rental Pria Di Negeri Sakura

Negeri Sakura – Tidak punya mobil untuk mudik, tenang saja, bisnis rental mobil adalah solusinya. Asal sedia dana, pulang ke kampung bisa gaya juga nyaman, bisa mengendarai roda empat.

Belum punya rumah sendiri? Jangan khawatir, penyedia jasa kontrak rumah bejibun jumlahnya. Bisnis sewa atau rental memang jadi lahan menggiurkan. Rental mobil misalnya, di musim lebaran, laris manis bak kacang goreng. Bahkan, stok mobil sewa jauh-jauh hari sudah banyak yang pesan. Pun, bisnis kontrakan, sewa rumah dan apartemen, peminatnya tak pernah sepi.

Tapi bagaimana kalau yang sewakan itu adalah manusia? Kedengarannya rada aneh. Namun memang ini sebuah fakta, bahwa ada bisnis sewa manusia. Adalah negeri Matahari Terbit, Jepang, tempat mulai menjamurnya bisnis sewa manusia. Dan, yang disewakan adalah laki-laki. Bisnis pun, legal. Tidak seperti praktek prostitusi dimana banyak dinilai sebagai bisnis ilegal, namun usaha sewa laki-laki di Jepang, adalah lahan usaha resmi.

Bisnis sewa laki-laki ini mulai menjamur dan banyak peminatnya, karena banyak wanita di Jepang sekarang ini lebih sibuk oleh urusan karir. Sehingga untuk urusan pribadi, misalnya memiliki pacar atau teman dekat, kerap dinomor sepatukan. Alhasil, banyak wanita jepang jomblo tapi sukses.

Namun tetap saja, meski mereka tak terlalu banyak memikirkan teman dekat atau pacar, bahkan sepertinya tak terlalu membutuhkan itu, mereka tetap saja butuh pendamping untuk menghadiri acara-acara tertentu.

Peluang inilah yang kemudian ditangkap jadi ‘lahan bisnis’. Bahkan, bisnis ini laiknya seperti bisnis pada biasanya, ada perusahaan resmi yang menyediakan jasa rental laki-laki. Di Jepang, perusahaan penyedia jasa rental laki-laki salah satunya bernama Rentaru Kareshi atau Boyfriend Rental.

Cerita geliat bisnis nyeleneh itu, saya baca di situs berita Tempo.co. Dalam beritanya yang berjudul, “Wah, Bisnis Sewa Lelaki Semakin Marak, Inilah Tarifnya,” situs Tempo.co, mengulas sekelumit geliat bisnis rental laki-laki di negeri Sakura.

Perusahaan inilah, yang menyediakan para pria untuk para kliennya di Jepang. Para pria ini, bisa disewa para wanita Jepang untuk menemani atau mendampingi ke acara pesta, atau acara resmi. Bahkan, bisa disewa untuk jadi teman makan malam, karaoke atau sekedar menemani berbelanja.

The Mirror dalam laporannya pada 30 Mei 2015 yang dikutip Tempo.co, perusahaan ‘rental pria’ kini mulai tumbuh menjamur di negeri Sakura. Mereka menyasar para wanita sibuk bahkan ibu rumah tangga di Jepang sebagai konsumennya. Tarif yang dikenakan pun bervariasi. Tapi rata-rata terbilang mahal. Untuk kategori ‘fresh’, tarif yang dikenakan untuk satu jam menyewa pria, adalah Rp. 500 ribu per jam. Sementara tarif Regular dipatok sekitar Rp. 600 ribu. Dan untuk kategori sewa ‘special’, tarifnya lebih tinggi lagi, sebesar Rp 700 ribu per jam.

Nah, meski sudah di sewa, ternyata perusahaan penyewa memberlakukan aturan yang cukup ketat. Klien penyewa, tak diperkenankan mencium pria yang disewanya. Dan satu lagi larangan, si penyewa dan pria yang disewanya, tak boleh melakukan hubungan badan. Kontak fisik yang diizinkan hanya memeluk dan menyentuh. Di luar itu, dilarang keras. Jadi, rental pria ini, bukan bagian dari bisnis esek-esek. Karena tak dibolehkan ada interaksi syahwat antara penyewa dan orang yang disewa.