Calon Menteri Ini, Ternyata Berijasah Palsu

1695
Kyaw Win Myanmar Finance
Kyaw Win Ketika Mengakui bahwa gelar yang ia Punya Memang Tidak Nyata Alias Palsu – Foto bbc.Com

Myanmar – Pernah dengar kasus ijasah palsu? Ya beberapa waktu lalu, di Tanah Air, sempat ramai kasus ijasah palsu. Sampai-sampai Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir harus sidak ke beberapa perguruan tinggi yang diduga memberikan ijasah palsu.

Maksud ijasah palsu adalah ijasah yang diberikan sebuah lembaga pendidikan, tapi si penerima ijasah nyaris tak pernah kuliah. Jadi, dengan hanya bayar sekian rupiah, ijasah bisa di dapat. Kabarnya, banyak pejabat, anggota dewan, serta pengusaha yang jadi ‘pelanggan’ ijasah palsu.

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pun kemudian membekukan sejumlah universitas di beberapa daerah. Universitas yang dibekukan itu, selama ini ditenggarai melakukan praktik ‘jual beli’ ijasah. IKIP Budi Utomo Malang, IKIP PGRI Jember, Universitas Ronggolawe Tuban, Universitas PGRI Kupang, Universitas Berkley Jakarta, STIE Adhy Niaga Bekasi, Universitas PGRI Jember, Universitas Sumatera Universitas Generasi Muda Medan dan Universitas PGRI Nusantara di Kediri adalah beberapa perguruan tinggi yang dibekukan oleh kementeriannya Pak Nasir.

Nah ternyata kisah ijasah palsu tak hanya terjadi di Indonesia. Tapi juga di luar negeri, yakni di Myanmar. Tak tanggung-tanggung yang pakai ijasah palsu itu adalah seorang yang diusulkan menjadi menteri keuangan Myanmar. Namanya, Kyaw Win.

Kyaw Win, adalah pria calon kuat Menteri Keuangan Myanmar. Dia bergelar PhD. Ternyata, gelar doktornya tersebut ‘abal-abal’ alias didapat dari cara lancung membeli dari sebuah universitas. Dari Universitas Brooklyn Park, sebuah universitas online yang katanya ada di Amerika Serikat, calon Menkeu Myanmar itu membeli gelar S3-nya.

Terkuaknya gelar abal-abal calon Menkeu Myanmar ini, gara-gara publikasi yang dilakukan Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). Kala itu, NLD merilis calon-calon menteri yang akan ikut mengisi posisi di kabinet pemerintah. Nah, dalam rilis itu, ikut disertakan CV calon-calon menteri. Nah, calon Menkeu itu mencantumkan dalam CV-nya gelar PhD dari Universitas Brooklyn Park.

Gelar itu pun dipersoalkan, sebab sebelumnya New York Times sempat memuat artikel yang berisi tentang ratusan situs akademi yang dinyatakan palsu. Salah satunya Universitas Brooklyn Park. Dalam artikel itu pula diungkapkan, dari jual beli gelar itu, Universitas Brooklyn Park menanggung jutaan dollar yang mengalir ke Pakistan.

 

Baca Juga: Ini Dia hasil 5 Prediksi Mengejutkan Soal Kondisi Ekonomi Dunia di 2016

 

Kisah gelar abal-abal calon Menkeu Myanmar itu, saya baca di situs berita Tempo.co. Dalam berita berjudul, “Terkuak, Kandidat Menteri Keuangan Myanmar Berijazah Palsu” yang diposting Rabu, 23 Maret 2016, Tempo.co menceritakan itu, lengkap dengan pengakuan Kyaw Win, yang mengakui ia membeli gelar. Bagaimana nasib Kyaw Win? Apakah jadi jadi Menkeu? Berita di Tempo.co, tak mengulas itu. Namun, juru bicara NLD yang dikutip Tempo.co dalam beritanya mengatakan gelar palsu bukan masalah. Ya, jika membaca pernyataan itu sepertinya Kyaw Win bakal tetap jadi Menkeu. Coba kalau di Indonesia, dia akan dibully habi-habisan. Beruntungnya Kyaw tinggal di Myanmar. Partai yang berkuasa pun merestuinya.