Cerpen : Coretan Terakhir Sahabatku

1201

Cerpen Catatan Terakhir Sahabatku

Cerpen Ini Dikirim dan Ditulis Oleh : Cici Lianti

Victoria dan Kristal adalah dua orang sahabat yang sudah saling kenal sejak mereka duduk dibangku SD, sekarang mereka telah beranjak menjadi gadis remaja dan sama-sama sekolah di SMA yang ternama, karena bisa dibilang orang tua mereka adalah orang yang terpandang didaerah mereka. Meskipun mereka kaya,  Victoria dan Kristal hidup layaknya seperti orang biasa, karena mereka tidak ingin dipandang anak manja oleh teman-teman yang lain sehingga mereka pergi kesekolah memakai bus umum layaknya anak-anak yang lain.

 

 

Suatu hari di sekolah mereka kedatangan murid baru pindahan dari kota. Namanya  Tani, ia dipindahkan dari sekolah lamanya karena sikapnya yang kasar pada teman-temannya. Tani kebetulan satu kelas dengan Kristal dan duduk sebangku dengannya. “hay, kenalkan aku Kristal..” sapa Kristal sambil mengulurkan tangannya pada Tani. Namun, Tani hanya mengabaikan tangan kristal “ oh lo Kristal,, sorry, lo bisa tukeran tempat duduk ga soalnya gue ga suka duduk di sebelah sini lo ga keberatan kan??” paksa Tani pada Kristal. “ ya udah kamu duduk disini aja” Kristal terpaksa mengalah karena Tani adalah murid baru disana.

 

 

Saat bel pulang sekolah berbunyi Kristal bergegas keluar menuju pintu gerbang sekolah menunggu sahabat karibnya Victoria untuk pulang bersama. Saat menunggu Victoria, Kristal melihat Tani pulang sendirian. Kristal memanggil Tani dan menghampirinya, “Tani tunggu,, kamu pulang sama siapa? Kok kamu jalan sendirian??” tanya Kristal. “nyokap gue ga bisa jemput gue hari ini, jadi gue terpaksa pulang sendirian make taksi.. kenapa! lo mau bareng ma gue?!” tanya Tani dengan nada agak judes. “ya ampun Tani,, disini mana ada taksi,, yang ada tuh cuma ojek sama bus sekolah, mendingan kamu tunggu aja sebentar lagi bus sekolah datang kok”.

 

 

Dari kejauhan Kristal melihat Victoria yang sedang berjalan menuju pintu gerbang sekolah dimana Kristal dan Tani berdiri. “ Victoria.. sini cepetan” panggil Kristal sambil melembaikan tangannya sebagai tanda keberadaannya. Victoria melihat Kristal dengan senyuman dan berjalan kearah Kristal. “Aku kirain kamu udah pulang duluan soalnya tadi aku beresin kelas dulu karena besok jadwal piket aku..”. Kristal tertawa mendengar penjelasan sahabatnya itu. “ya ampun Victoria,, mana mungkin aku tega tinggalin kamu sendirian.. oh ya Victoria kenalin ini teman sekelasku Tani , ia baru masuk hari ini pindahan dari kota” Kristal mengenalkan Victoria pada Tani “halo aku Victoria temannya kristal..” sapa Victoria dengan senyuman sambil berjabat tangan dengan Tani. Tani membalas senyuman Victoria dan memperkenalkan namanya kembali pada Victoria. Beberapa saat kemudian bus yang ditunggu pun datang, mereka pulang menuju rumah mereka masing-masing.

 

 

Semenjak hari itu Tani sudah berubah menjadi anak yang lebih baik dari sebelumnya, karena berteman dengan Kristal dan Victoria. mereka menjadi sangat dekat dan saling terbuka satu dengan yang lainnya. Hari liburpun mereka isi dengan bermain bersama, pergi shopping, jalan-jalan dan foto-foto dan tentunya tidak lupa belajar bersama karena mereka sudah kelas 3 SMA dan sebentar lagi mereka akan menghadapi ujian akhir semester.

 

 

Minggu depan adalah hari yang sangat spesial bagi victoria dan tani karena mereka berdua akan merayakan hari ulang tahun bersama. Mereka berencana akan merayakannya disebuah hotel dan mengundang teman-teman mereka untuk turut memeriahkan acaranya, kristal diminta untuk menjadi MC diacara itu. “kristal kamu mau kan ntar jadi MC di acara ultah kita berdua??” pinta Victoria. “ya haruslah.. kalo nggak gue ga’ kenal lagi yang namanya kristal!” imbuh tani. Kristal dengan senang hati menerima permintaan kedua teman yang ia sayangi itu. “iyaa,, aku pasti bakalan jadi MC di acara kalian kok, tapi ntar kalo aku telat datengnya kalian ga’ marah kan??” Victoria dan Tani pasang muka cemberut dan tidak merespon perkataan Kristal.

 

 

“ok dech,, aku ga akan telat datengnya,, jangan cemberut gitu donk,, please??” kristal berusaha membuat kedu temannya agar tersenyum kembali. Akhirnya waktu yang dinantikan pun tiba, victoria terlihat cantik malam itu dengan gaun warna merah dan accesories yang simple namun mampu menarik perhatian para tamu yang hadir karena kecantikannya. Begitupun tani yang terlihat anggun dengan gaun berwarna pink dan pernak-pernik perhiasan yang berkilauan di tubuhnya yang menambah anggunnya seorang tani.

 

 

Namun, ada satu hal yang membuat mereka kecewa Kristal tidak menepati janjinya. Sementara para tamu sudah memenuhi ruangan dan waktupun hampir mendekati jam 12 malam. Semua tamu sudah mulai rusuh karena acaranya juga belum dimulai sementara waktu sudah hampir jam 12 malam. Victoria dan Tani maju kedepan pentas dan memberikan penjelasan pada semua orang yang hadir. “teman-teman sebelumnya kami minta maaf karena acara ini gak akan dimulai sebelum seseorang yang kami tunggu-tunggu datang” jelas Victoria, Tani menambahkan “ ya jadi kami harap kalian sabar dan untuk sementara kalian bisa menikmati hidangan yang telah kami persiapkan”.

 

 

Semua tamu tampak kecewa dan mereka akhirnya menikmati hidangan yang telah disediakan. Victoria sibuk menelfon dan mengirim pesan untuk Kristal, begitupun Tani yang sangat kecewa dengan sikap Kristal malam ini. sudah setengah jam mereka menunggu, namun tak juga ada kabar dari Kistal, “baiklah sepertinya Kristal ga’ bakalan dateng Vic, kita mulai aja acaranya.. lagian masih banyak kok teman kita yang lain yang bisa jadi MC!” tani mulai kesal dan mencari seseorang untuk dijadikan MC di acara itu.

 

 

Akhirnya acarapun dimulai walaupun tanpa kehadiran Kristal, semua tamu kembali bersemangat dan berdiri dari tempat duduk mereka, lagu selamat ulang tahun dari SLANK mengiringi tepuk tangan para tamu yang menyanyikan lagu tersesbut untuk Victoria dan Tani. Ditengah-tengah acara, seorang teman yang dikenal Tani muncul diantara kerumunan orang yang menyanyikan lagu untuk mereka.

 

 

Semua orang menghindar dan menatap dengan heran siapakah orang itu?  Ternyata orang itu adalah Tirta teman Sekelas tani dan Kristal. Tirta tampak kotor dengan pakaina yang penuh lumpur dan bercak darah disekitar pakaian yang dikenakannya. Tirta menangis dan terjatuh kelantai karena tidak sanggup lagi berdiri, Victoria dan tani segera mendekati tirta dan menanyakan apa yang terjadi.

 

 

“kenapa lo Tirta?? Siapa yang jahilin lo?! Bilang sama gue biar gue hajar tuh bajingan! Siapa ta cepetan kasih tau ke gue?!” tani sangat marah dan sekaligus prihatin atas kejadian yang menimpa  Tirta. Dengan air mata yang mengalir Tirta menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. “Vic,, Tan,, gue minta maaf sama kalian..”

 

 

Tirta menangis sejadi-jadinya, Tirta berusaha menenangkan Tirta “ ya ga’ papa kok,, gue maafin lo meskipun lo telat datengnya ta..” Tani memapah Tirta agar berdiri dan tetap tenang. Victoria mengambil segelas air putih dan memberikannya pada tirta.

 

 

“Ya udah ta, kamu ga usah nangis ya,, cerita aja pelan-pelan sama kita kenapa pakain kamu jadi kotor kayak gini?” pinta Victoria. Tirta kemudian melanjutkan ceritanya yang terhenti tadi, “Kristal,, Kristal tadi sama gue tan,, gue minta Kristal nemenin gue beli kado buat acara ulang tahun lo berdua, tapi,, tapi Kristal ketabrak mobil pas waktu nyelamatin gue Taan,, gue yang salah tani gue ga’ nengok kiri kanan dulu sebelum nyebrang..” tangis Tirta kembali membanjiri pipinya dan membuat semua orang tersontak kaget mendengar penjelasan Tirta tersebut.

 

 

Victoria tidak bisa lagi berkata-kata air matanya mengalir begitu saja dan tidak sanggup lagi berdiri, Tani memeluk Victoria mencoba menenangkannya.  “Tirta lo tahukan dimana kristal sekarang?” tanya tani, “Kristal sekarang dibawa ke rumah sakit mutiara diruangan UGD Tan,,”jawab Tirta disela-sela tangisannya. “ya udah, sekarang kita pergi ke sana, lo tau kan jalan menuju rumah sakit mutiara itu ta?” Tirta mengangguk, Tani membantu Victoria berdiri dan memapahnya menuju mobil yang diikuti oleh Tirta sebagai penunjuk jalan menuju rumah sakit dimana Kristal dirawat.

 

 

Sesampainya dirumah sakit, Victoria melihat mama dan papa Kristal yang berdiri diluar ruangan sambil menangis. Victoria dan tani menghampiri orang tua Kristal dan menanyakan keadaan Kristal. “Om, tante gimana keadaan Kristal,,” orang tua Kristal hanya menangis. Beberapa saat kemudian salah satu dokter keluar dari ruang UGD dan mengatakan pada orang tua Kristal bahwa anaknya tidak bisa diselamatkan karena kondisinya yang parah. Mendengar itu suasana rumah sakit menjadi penuh dengan genangan air mata dan penyesalan.

 

 

Salah satu perawat memberikan sebuah kotak kepada Victoria dan mengatakan bahwa itu adalah barang Kristal yang ditemukan dilokasi kejadian. Kotak itu adalah kado terakhir dari Kristal intuk mereka berdua. Victoria membuka kado tersebut dengan tangan yang gemetar, tani melihat ada sepucuk surat dan sebuah album didalam kotak tersebut.

 

 

Tani membaca surat yang ada didalam kado tersebut yang bertuliskan :

TO MY BESTFRIEND VICTORIA AND TANI,

SEMOGA DENGAN KADO YANG SENGAJA AKU BUAT UNTUK KALIAN BISA MEMBUAT KALIAN TERSENYUM DAN SELALU SAYANG SAMA AKU. WISH YOU ALL DON’T FORGET ME FOREVER. LOVE YOU GUYS.. J

KRISTAL

 

 

Tani dan Victoria  menangis membaca tulisan tangan yang terakhir dari sahabat mereka yang tidak akan bisa bersama dengan mereka lagi untuk selama-lamanya.

 

Baca Juga Cerpen Lainnya : Kesempatan Terakhir

 

SHARE
Previous articleCerpen : ” Kingkong Pisang Keju Coklat “
Next articleCerpen: Dinda Kecewa Berat
Kirim tulisanmu ke lebahmaster.com - suarakan inspirasi dan aspirasimu yang bersifat membangun. jadikan setiap kata dalam tulisanmu penuh manfaat bagi banyak orang. Tulisan Sahabat adalah space khusus untuk memuat tulisan hasil dari aktivitas jurnalistik para sahabat pembaca yang dikirim ke lebahmaster, baik dengan mendaftar terlebih dahulu maupun dikirim ke email: redaksi@lebahmaster.com