Cerpen, Ikhlas By Ummul Fatya

1300

IKHLAS

Cerpen Oleh Ummul Fatya

“Antahlah hati ko nak malanjuikkan sakolah Niang, tapi ka baa juo lai.. keadaan nan mamaso harus bantuak iko,”.

Ikhlas
Maksud hati ingin melanjutkan sekolah kak, tapi harus bagaimana.. keadaan yang memaksa harus seperti ini
Atul menjawab dangan tersenyum namun matanya berkaca-kaca ketika Uniang menanyakan perihal kelanjutan sekolahnya. Atul saat ini memang seharusnya sudah duduk dikelas dua SMA, sama dengan teman-temannya yang melanjutkan sekolah setelah tamat SMP dahulu. Namun, Atul mengerti dengan keadaan Amaknya yang sudah menjanda dan harus bekerja untuk membiayai adiknya yang masih sekolah di SD dan kakek beserta neneknya. Ya, Ayah Atul sudah meninggal semenjak 8 tahun yang lalu. Pekerjaan Amaknya sehari-hari hanyalah bertani dan berkebun, hasilnya hanya cukup untuk makan sehari-hari.
Atul sebenarnya mempunyai seorang kakak perempuan yang sudah menamatkan SMA dan sudah bekerja dirantau orang, Yuli namanya. Sayangnya, semenjak Yuli pergi merantau, ia tak pernah lagi pulang kekampung halaman. Entah dimana dan apa pekerjaannya sekarang ini, tak ada yang tau, bahkan keluarga terdekatnya sekalipun. Pernah suatu ketika Atul menderita penyakit usus buntu yang sudah sangat parah dan harus segera di operasi. Semua anggota keluarga dan dunsanak ikut bantu membantu dalam biaya maupun upaya pengobatan Atul. Namun sayangnya, kakak kandung Atul tak berkenan pulang sebentar hanya untuk menyilau bagaimana keadaan sang adik.
Selain keadaan ekonomi, Mungkin hal seperti itulah yang ditakutkan amak Atul, ia tidak mau kejadian yang sama juga terjadi pada Atul.

 

“Kini bialah.. tapaso Atul basaba, ikhlas, pasti ado hikmah dibaliak iko sadonyo mah,”
Sekarang Atul harus sabar, ikhlas, pasti ada hikmah dibalik semua ini, Atul bekerja setiap hari Selasa di kadai nasi Uniang untuk tambah-tambah pitih balanjo. Uniang pun senang mempekerjakan Atul karena ia adalah anak yang rajin dan selau rendah hati. Kadang tanpa diberi upah pun, Atul tak enggan membantu pekerjaan tetangga yang lainnya.
Sungguh kurnia yang luar biasa dari Illahi, dengan perkembangan zaman seperti saat ini, tak pernah sedikitpun Atul mengeluh dengan hidup yang ia jalani, tak pernah ia merasa iri dengan teman sebayanya yang bisa melanjutkan sekolah. Atul benar lah sosok gadis remaja yang hatinya ikhlas, menyerahkan semuanya pada tuhan, baik, buruk, suka maupun duka.

 

Baca Cerpen Lainnya: Cerpen, RENOVATIO By Mutia

SHARE
Previous articleCerpen, RENOVATIO By Mutia
Next articleSuzuki Ertiga Dreza Hadir dengan harga Mulai Rp 200 Juta
Kirim tulisanmu ke lebahmaster.com - suarakan inspirasi dan aspirasimu yang bersifat membangun. jadikan setiap kata dalam tulisanmu penuh manfaat bagi banyak orang. Tulisan Sahabat adalah space khusus untuk memuat tulisan hasil dari aktivitas jurnalistik para sahabat pembaca yang dikirim ke lebahmaster, baik dengan mendaftar terlebih dahulu maupun dikirim ke email: redaksi@lebahmaster.com