Cita-Cita yang Tercapai By Fitriani

1050
Cita Cita yang Tercapai
Ilustrasi Gambar Tulisan cerpen Cita-cita yang tercapai

Kamis tanggal 26 Maret 2015. Saya mewawancarai seorang petani yang bernama Pak Syamsir. Pak Syamsir adalah seorang petani yang beralamat di jalan Lubuk Lancing No. 14 RT 03 Rw 03 Kecamatan Nanggalo Padang, Kecamatan Gurun Laweh Padang. Pak Syamsir berusia 60 tahun. Istri pak Syamsir berusia enam puluh tahun. Istri pak Syamsir bernama Yusmaniar yang berusia lima puluh lima tahun.

 
Pendidikan Pak Syamsir tamatan SMA. Sedangkan istrinya tamatan SMP. Pak Syamsir memiliki 4 ekor sapi. Pak Syamsir dan istri rela menjual sapi-sapinya demi membayar uang kuliah anaknya. Pak Syamsir memiliki 1 unit rumah dan 1 motor. Mereka memiliki 4 orang anak. Saat pak Syamsir memutuskan untuk melanjutkan sekolah anak-anaknya ke perguruan tinggi para tetangga mencomooh dan berkata itu sesuatu yang tak mungkin bisa dilakukan oleh pak Syamir.

 
Meskipun pak Syamsir dan istrinya memiliki latar belakang pendidikan yang tendah tapi mereka memiliki cita-cita yang tinggi untuk pendidikan anaknya. Anak pertama pak Syamsir bernama Dedy Effendi yang berusia tiga puluh lima tahun. Dedy kuliah di Universitas Negeri Padang memilih jurusan olahraga. Dedy lulus kuliah pada tahun 2004. Dedy berprofesi seorang guru olahraga di Sd. Sekarang Dedy tinggal di Sijunjung bersama istri dan 2 orang anaknya. Istri Dedy bernama Putri. Anak pertama dari Dedy Effendi bernama Muhammad Fathir Effendi yang berusia 4 tahun. Anak kedua dari Dedy bernama Zafran yang berusia 2 tahun.

 
Anak kedua pak Syamsir bernama Meri yang berusia tiga puluh tahun. Meri kuliah di Universitas Negeri Padang memilih jurusan Kimia. Meri lulus di Universitas Negeri Padang pada tahun 2004. Meri mengajar di Smk 2 Negeri Padang sejak tahun 2008 sampai sekarang. Meri tinggal di Padang Panjang bersama suami dan 2 orang anaknya. Suami, Meri bernama Dedy yang berusia tiga puluh tiga tahun. Anak pertamadari Meri bernama Najwa yang berusia tiga tahun. Sedangkan anak kedua dari Meri bernama Furqon yang berusia satu tahun.

 

Meskipun pak Syamsir dan istri berhasil mendidika anak-anaknya. Tetapi mereka tetap bekerja di kebun karena mereka terbiasa bekerja. Tetangga mereka kagum melihat perjuangan dan usaha mereka untuk membuat anak-anak mereka sukses. Pak Syamsir dan istri temasuk orang yang hebat karena mereka adalah orang yang pertama berhasil menyekolahkan anak mereka sampai kuliah di lingkungan tempat tinggal mereka.

 
Prinsip pak Syamsir dan Istri adalah “mengapa orang lain bisa sukses dan mengapa kita tidak bisa. Selalu berusaha selagi kita mampu diberi dan memiliki kesempatan. Jangan pernah putus asa. Sejak mereka berhasil membuata anak-anak mereka sukses. Dulunya para tetangga pak Syamsir kurang peduli terhadap pendidikan.

 
Tapi saat ini para tetangga pak Syamsir mau menyekolahkan anak-anak mereka sampai kuliah. Meskipun mereka bekerja sebagai seorang petani tetapi mereka peduli terhadap pendidikan anak-anak mereka. Saya kagum mendengar cerita dan perjuangan pak Syamsir dan istrinya karena mereka ikhlas demi membuat anak mereka berhasil dan sukses.

 

Cerpen dikirm dan Ditulis Oleh : Fitriani

Fb.com/firia1

 

 

Cerpen Lainnya : Sapi Penghantar Sarjana