Daftar Panitera dan Hakim yang Terjerat Kasus Dugaan Korupsi

798

Panitera dan Hakim yang Terjerat Kasus Dugaan Korupsi

LebahMaster.Com – Pada tanggal 20 April 2016, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Edy Nasution, Panitera Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Ia ditangkap karena diduga menerima suap dalam upaya pengajuan peninjauan kembali di PN Jakpus. Ternyata, sudah banyak hakim dan panitera pengadilan yang terjerat kasus dugaan korupsi. Berikut daftar nama hakim, panitera yang terjerat kasus dugaan kasus korupsi, versi Koalisi Pemantau Peradilan. Koalisi Pemantau Peradilan sendiri merupakan gabungan dari LSM yang bergiat dibidang anti korupsi. LSM yang bergabung dengan koalisi antara lain, ICW, YLBHI, PSHK dan MaPPI.

1. Fauzatulo Zendrato, Kasubdit Kasasi Perdata Mahkamah Agung

Dugaan menerima suap Rp 550 juta untuk penanganan perkara perdata. Ia divonis 1 tahun penjara oleh PN Jakpus

2. Harini Wiyoso, mantan Hakim Pengadilan Tinggi.
Suap kasasi perkara Probosutejo di MA sebesar 5 milyar rupiah. Divonis 4 Tahun oleh MA

3.Soetrisno, mantan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
Dugaan suap ketika mengadili Eddy Tansil dalam perkara Grup Golden Key.  Diperiksa Irjen Departemen Kehakiman. Soetrisno dikenakan penurunan pangkat dan di bina.

4. Herman Allositandi, Hakim PN Jakarta Selatan.
Pemerasan dalam pemeriksaan perkara korupsi Jamsostek senilai 200 juta rupiah saksi perkara PT Jamsostek Walter Sigalingging.  Vonis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (4 tahun 6 bulan)

5. Andry Djemi Lumanauw, Panitera PN Jakarta Selatan
Pemerasan dalam pemeriksaan perkara korupsi Jamsostek senilai 200 juta rupiah saksi perkara PT Jamsostek Walter Sigalingging.  Vonis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (4 tahun).

6. M. Saleh, Panitera Pengadilan Tinggi DKI Jakarta
Menerima suap dari Pengacara Abdullah Puteh. Vonis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (4 tahun)

7. Ramadhan Rizal, Panitera Muda Pidana Pengadilan Tinggi DKI Jakarta

Menerima suap dari Pengacara Abdullah Puteh. Vonis Pengadilan Banding Tipikor 2 tahun 6 bulan.

8. Zaini Bahrum, Ketua Pengadilan Negeri Kayuagung, Sumatera Selatan

Menerima suap dari seorang pengacara senilai Rp75 juta.  Diperiksa oleh badan pengawasan MA tahun 2006, menarik Zaini ke Pengadilan Tinggi (PT) Sumatera Selatan sebagai hakim non palu.

9. Imas Dianasari, Hakim adhoc Pengadilan Hukum Industrial Bandung.

Hakim Imas ditangkap di Restoran La Ponyo, Jalan Raya Cinunuk, dengan seorang pria berinisial OJ. Imas ditangkap dengan barang bukti uang Rp 200 juta serta sebuah mobil.  Imas Dianasari lalu divonis enam tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung, Senin 30 Januari 2012. Majelis menyatakan dia terbukti menerima duit suap senilai Rp 352 juta.

10. Pragsono, Hakim Pengadilan Tipikor Semarang

Uang suap tersebut diduga untuk memengaruhi putusan terkait penanganan perkara korupsi pemeliharaan mobil dinas di DPRD Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang menjerat Ketua DPRD Grobogan M Yaeni.  Kedua hakim itu adalah Pragsono (hakim Pengadilan Tipikor Semarang) dan Asmadinata (hakim ad hoc Tipikor Palu, Sulawesi Tengah). Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan, penetapan tersangka itu merupakan pengembangan perkara suap yang menjerat Kartini Marpaung (hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Semarang) dan Heru Kisbandono (hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Pontianak) yang telah divonis bersalah.

11. Asmadinata, hakim ad hoc Tipikor Palu, Sulawesi Tengah

Uang suap tersebut diduga untuk memengaruhi putusan terkait penanganan perkara korupsi pemeliharaan mobil dinas di DPRD Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang menjerat Ketua DPRD Grobogan M Yaeni. Majelis Kehormatan Hakim yang digelar Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial memutuskan memecat Hakim Asmadinata. Dia dinilai telah melakukan pelanggaran berat atas perbuatan tercela menerima suap.

12. Setyabudi Tejocahyono, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung

Menerima suap Rp 150 juta. Diduga uang yang diterima Hakim Setya dari Asep ini berkaitan dengan dugaan suap bantuan sosial (Bansos) di Bandung. Ia divonis 12 tahun penjara oleh pengadilan tipikor bandung.

13. Syarifudin, Hakim kepailitan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Syarifudin menerima suap Rp 250 juta dan puluhan ribu dollar dari Puguh terkait dengan kepailitan sebuah perusahaan berinisial PT SCI.  Majelis Kehormatan Hakim yang digelar Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial memutuskan memecat Hakim Asmadinata. Dia dinilai telah melakukan pelanggaran berat atas perbuatan tercela menerima suap.

14. Ibrahim, Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) DKI Jakarta

Perkara tanah pengusaha DL Sitorus yang berlokasi di daerah Cengkareng. Tanah itu dalam status sengketa dengan Pemprov DKI Jakarta.  Majelis Kehormatan Hakim yang digelar Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial memutuskan memecat Hakim Asmadinata. Dia dinilai telah melakukan pelanggaran berat atas perbuatan tercela menerima suap.

15. Muhtadi Asnun, Hakim di Pengadilan Negeri Tanggerang
Menerima uang US$ 40.000 saat menangani kasus Gayus pada Maret 2009. Kala itu Gayus divonis bebas dalam kasus penggelapan pajak dan money laundering.  Vonis dua tahun Asnun oleh majelis hakim PN Jakarta Timur

16. Kartini Juliana Magdalena Marpaung, Hakim ad hoc Tipikor Semarang

Kartini ditangkap KPK tanggal 17 Agustus 2012 lalu bersama hakim ad hoc Tipikor Pontianak Heru Kisbandono di halaman gedung PN Semarang karena menerima pemberian atau janji berupa uang tunai Rp 150 juta. Uang tersebut dimaksudkan untuk mempengaruhi hasil persidangan kasus dugaan korupsi biaya perawatan mobil dinas Kabupaten Grobogan yang melibatkan ketua DPRD Kabupaten Grobogan nonaktif, M Yaeni. Uang itu diterima melalui adik M Yaeni, Sri Dartutik.  Vonis 8 tahun, denda Rp 500 juta subsider lima bulan penjara. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni 15 tahun denda Rp750 juta subsider lima bulan penjara.

17. Heru Kisbandono, Hakim ad hoc Tipikor Pontianak

Untuk mempengaruhi hasil persidangan kasus dugaan korupsi biaya perawatan mobil dinas Kabupaten Grobogan yang melibatkan ketua DPRD Kabupaten Grobogan nonaktif, M Yaeni. Uang itu diterima melalui adik M Yaeni, Sri Dartutik. Vonis 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider empat bulan

18. Bambang Agus Purnomo, mantan staf administrasi pidana bagian pranata pidana Mahkamah Agung

Menerima uang dari Heru Kisbandono hakim ad hoc Tipikor Pontianak.  Dalam persidangan di PN Tipikor Semarang Agus mengaku mendapat transfer uang sebesar Rp 36 juta dari Heru. Agus sudah pensiun dari staf MA sejak 1 Agustus 2012. Agus juga mengaku membantu Heru saat akan mengikuti seleksi menjadi hakim ad hoc. Ia mengatakan telah mengeluarkan uang Rp 87 juta dari kocek pribadinya untuk membantu Heru melalui salah seorang kepala bidang di MA. Uang 36tersebut baru diganti Heru sebesar Rp 40 juta.

Agus juga mengaku sempat membantu pengajuan peninjauan kembali (PK) suatu perkara yang ditangani Heru. Ia mengaku mendapatkan dana Rp 340 juta, kemudian diserahkan kepada seseorang di MA yang mengurus PK tersebut.

19. Roy Maruli Napitupulu, Hakim Pengadilan Negeri Balige, Provinsi Sumatera Utara

Menerima suap sebesar Rp50 juta saat menangani perkara.  Majelis Kehormatan Hakim dalam putusannya mengusulkan untuk memberhentikan dengan tidak hormat hakim Pengadilan Negeri Balige, Provinsi Sumatera Utara, Roy Maruli Napitupulu

20. Nuril Huda, Hakim PN Pangkalan Bun
Menerima uang sebesar Rp 20 juta dari pengacara. Keputusan Majelis Kehormatan Hakim memutuskan hukuman non-palu bagi Hakim Nuril Huda selama 2 tahun.

21. Tripeni Irianto Putro, Ketua PTUN Medan
Diduga menerima Suap dari pengacara OC Kaligis dalam perkara PTUN tentang korupsi bansos medan tahun 2015. Ketiganya divonis 2 tahun.

22. Amir Fauzi, Hakim PTUN Medan
23. Dermawan Ginting, Hakim PTUN Medan
24. Andri Tristianto Saputra, Kasubdit Kasasi dan Perdata Mahkamah Agung
Suap Penundaan salinan putusan Kasasi Terdakwa Ichsan

25. Syamri Adnan. Hakim Pengadilan Tinggi Agama Padang/Hakim Tinggi Mahkamah Syariah Aceh

Korupsi proyek pembangunan gedung pengadilan saat menjabat sebagai kepala pengadilan agama maninjau. Ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Kejaksaan Negeri Kab. Lubuk Basung.  Keputusan Majelis Kehormatan Hakim memutuskan hukuman non-palu bagi Hakim Nuril Huda selama 2 tahun.

26. Edy Nasution, Panitera PN Jakarta Pusat
Suap dalam Pendaftaran perkara Peninjauan Kembali MA

27. Ramlan Comel, Pengadilan Tipikor Bandung

Divonis 7 tahun karena menerima hadiah Rp. 1,9 Miliar dan 160 US$ dari mantan walikota bandung dada rosada.

28. Djodi Supratman, Staf Badiklat Hukum dan Peradilan MA

Divonis 2 tahun penjara karena menerima suap Rp. 150 juta dari mario bernardo.

Sumber : Indonesian Corruption Watch (ICW) – Baca Juga: Ini Dia, Modus Mafia Peradilan