Dampak Film Kartun Terhadap Pendidikan Anak

185
Dampak Film Kartun Terhdap Pendidikan Anak
Dampak Film Kartun Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini

Dampak Film Kartun – Di zaman era digital seperti sekarang ini, perkembangan media sudah semakin maju dan pesat. Sehingga berbagai informasi mudah didapat pada zaman ini, disebabkan oleh kemajuan teknologi yang sudah mengglobal dan tumbuh pesat tersebut. Di tengah majunya teknologi, perkembangan media salah satu contoh yang sangat memiliki pengaruh besar dalam setiap kehidupan manusia khususnya media media elektronik yang bersifat audio dan visual, yakni televisi atau yang sering disebut TV. Televisi merupakan alat komunikasi yang menggunakan media visual (penglihatan) dan audio (pendengaran), yang dimana didalamnya terdapat konten-konten dan program yang beragam mulai dari berita, drama, hingga kartun dan lain sebagainya.

Film kartun memang penuh dengan imajinasi. Di film ini, hal-hal dalam dunia nyata tidak pernah terjadi, sangat mungkin bisa terjadi di sini. Hal aneh dan lucu adalah bagian yang tak terpisahkan dari film-film kartun. Tapi apakah sudah sepenuhnya film dan serial kartun itu baik untuk pendidikan anak? Apakah dampak dari membiarkan anak-anak usia sekolah menonton kartun tanpa dibimbing? Karena disini kita sudah banyak melihat kartun yang ditayangkan di televisi tidak selalu membawa dampak yang bagus bagi anak-anak zaman sekarang. Karena itu penulis ingin sekali membahas topik tentang ini meskipun sebenarnya artikel lain sudah banyak yang mengulas pembahasan semisal ini.

Berdasarkan pengalaman penulis sendiri yang juga merupakan penggemar dari film kartun, terutama kartun yang ada di saluran Cartoon Network, yang dimana saluran kartun ini merupakan saluran kartun yang terkenal dan besar di Amerika Serikat. Maka penulis mengambil contoh atau sampel dari saluran kartun ini. Penulis melihat kebanyakan kartun-kartun Amerika Serikat yang ada pada saluran tersebut memang mengasyikkan, konyol, dan menarik. Dan film-film kartun yang ada pada saluran tersebut terkadang juga ada mengandung pesan baik. Akan tetapi menurut penulis film kartun yang ada disana sebenarnya lebih banyak mengandung unsur yang tidak mendidik dan bahkan tidak bermakna, seperti menampakkan pakaian yang tidak senonoh pada karakternya atau dengan memperlihatkan sikap dan tindakan yang tidak pantas untuk diperlihatkan sering dilakukan oleh karakter kartun bersangkutan. Sehingga jika yang menonton kartun seperti itu adalah anak-anak  usia sekolah dasar, maka itu dapat merusak dan mempengaruhi mental, moral dan psikologi anak-anak, khususnya  untuk anak-anak Indonesia yang masih diusia sekolah dasar.

Berikut penulis paparkan salah satu contoh hal yang tidak mendidik dan merusak anak-anak pada film-film kartun yang cukup terkenal yaitu pada film kartun “The Amazing World of Gumball” yang tayang pada saluran Cartoon Network. Pada film ini tokoh utama dari kartun ini yaitu Gumball, sifatnya ialah memliki ego yang besar dan sensitif. Walaupun Gumball itu pintar, akan tetapi Gumball itu karakter yang tidak bijaksana dan sering menghabiskan waktu luangnya dengan melakukan sesuatu hal yang konyol dan tidak berguna bersama sahabatnya. Contoh hal bodoh yang sering dilakukan Karakter Gumball dan tidak patut ditiru adalah: membohongi ibunya dengan pura-pura sakit agar bisa menonton televisi sepanjang hari dan dimanjakan ibunya, mengganggu ayahnya yang sedang tidur dengan mencoret-coret badan dan wajah ayahnya, hingga tidak mengenakan pakaian sehelaipun di tempat umum.

Baca : Tempat Pendidikan Terbaik Untuk Anak

Berdasarkan dari tayangan Gumball tersebut, penulis sendiri sudah melihat dampaknya pada adik dari penulis sendiri yang masih kelas 1 SD. Yang dimana adik dari penulis sendiri pada suatu waktu pernah tidak mau memasang celana sehabis dari toilet dan keluar dengan berjoget-joget tanpa mengenakan celana karena dia masih ingat dengan adegan film Gumball yang tidak mengenakan pakaian dan berjoget-joget di tempat umum itu. Begitulah salah satu contoh dampaknya yang miris, jika tidak ada orang terdekat yang ikut membimbing dan memilah film-film kartun yang pantas dan layak untuk ditontonkan kepada anak kecil yang masih usia sekolah dasar.

Hal ini ditakutkan ditonton oleh anak usia sekolah dasar karena dapat merusak dan mempengaruhi sikap dan pemikiran anak-anak yang menonton tayangan tersebut. Karena seharusnya film-film yang disuguhkan kepada anak-anak yang masih di usia sekolah dasar adalah film kartun yang dapat membangun dan menanamkan nilai-nilai sikap yang baik dan bermoral sesuai dengan yang telah diajarkan oleh guru dan orang tua kita terdahulu. Oleh karena itu, penting bagi orang-orang terdekat agar mengawasi dan membimbing anak-anak atau adik-adik kita yang masih di usia sekolah dasar. Meskipun program televisi yang mereka tonton itu adalah film atau serial kartun tetapi penting juga adanya bimbingan dari orang tuanya.

Baca: Pendidikan Anak Usia Dini Seberapa Pentingkah?

Sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh mengatakan, seiring perkembangan bisnis dan teknologi, masih banyak tayangan dan kartun yang bermuatan negatif, yang mengandung kekerasan fisik, adegan berbahaya, serta sikap dan sifat negatif. Oleh karena itu mari kita mulai dari sekarang untuk lebih selektif dalam memberikan tontonan kepada anak-anak atau adik-adik kecil kita yang masih di usia sekolah dasar, agar tidak dapat merusak dan mempengaruhi mental dan moralnya. Dengan memberikan tontonan yang cerdas dan mendidik, maka akan dapat berpengaruh untuk membuat generasi yang bermoral yang sesuai dengan nilai-nilai yang telah diajarkan.

Artikel Kiriman: Laillatammardiyah Utami – Mahasiswi UIN IMAM BONJOL PADANG