Demi Layani Warga Handphonenya Pun Sampai ‘Hang’

534

Zudan Arif Fakrulloh Melayani Warga

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh, tak mau setengah- setengah dalam bekerja. Apalagi sekarang direktorat yang dipimpinnya punya gawean besar dan berat, melakukan perekaman data warga untuk program e-KTP. Dan itu bukan pekerjaan ringan mengingat ada ratusan juta warga yang harus direkam datanya. Setidaknya ad 180 jutaan lebih warga yang harus direkam dan dibuatkan e-KTP.

Menurut keterangan Menteri Dalam Negeri Tjaho Kumolo usai bertemu dengan pimpinan Ombudsman, dari 180 jutaan warga yang mesti direkam, baru 160 jutaan lebih yang sudah melakukan perekaman. Artinya terdapat sisa 20 jutaan warga yang belum terekam dan belum punya e-KTP. Jumlah warga sebanyak itu yang kini sedang dikejar pemerintah. Ditargetkan pad 30 September 2016 sisa 20 jutaan warga itu sudah kelar direkam.

Zudan mengungkapkan, sampai awal September ini dari sekitar 22 juta warga yang belum terekam, 2 juta diantaranya telah melakukan perekaman. Artinya masih 20 jutaan yang mesti dikejar sampai akhir September ini. Dan itu bukan pekerjaan ringan. Mendagri kata Zudan sudah memerintahkan agar petugas perekaman jemput bola. Langsung datangi warga. Ia pun bisa dikatakan 24 jam memonitor progres perekaman.

“Kita terus memonitor itu” kata Zudan.

Dan demi memantengin itu, ia pun siap menerima aduan atau keluhan warga terkait pengurusan e-KTP, kapan dan dimana pun. Satu handphone ia siagakan. Ternyata handphone yang ia sediakan khusus hanya untuk urusan memonitor progres perekaman e-KTP tak cukup. Handphone dengan nomor 081326912479 sering ngehang saking banyaknya pengaduan yang masuk.

” Nomor lama 081326912479 saat in sedang hang karena banyaknya pengaduan dan WA (WhatsApp) konsultasi”, ungkap Zudan.

Terpaksa ia pun kembali menambah tiga handphone baru yang khusus untuk urusan e-KTP. Tiga nomor handphone itu langsung terhubung dengannya. Tiga nomor itu yakni 081315252921, 08131525-2912 dan 081315252920.

“Saya nambah tiga lagi nomor untuk pengaduan e-KTP.  Namun tidakk terbatas untuk itu saja boleh untuk konsultasi adminduk (administrasi kependudukan),” ujarnya.

Lewat tiga nomor itu, ia terima berbagai macam laporan, mulai dari pengaduan warga atas pelayanan e-KTP, sampai progres perekaman yang dilaporkan para kepala dinas kependudukan dan catatan sipil di daerah. Banyak warga yang mengadu via pesan pendek atau SMS. Atau via aplikasi Whatsapp. Jumlahnya sehari bisa ratusan. Bahkan bisa tembus ribuan. Ia sebisa mungkin membalasnya.

“Bagi masyarakat yang WA atau sms-nya belum sempat saya balas saya mohon maaf dan mohon berkenan WA ulang karena ada yang kembali kirim ke nomor lama. Bisa kirim kembali ke tiga nomor tadi,” tutur Zudan.

Nomor yang lama, kata Zudan, saking banyaknya pengaduan yang masuk, handphone hang. Aplikasi WA dan sms sama sekali tak bisa dibuka. Karena itu ia minta, yang pernah mengirimkan pesan, agar mengirim ulang ke tiga nomor baru. Menurut Zudan, tiga nomor serta tiga handphone yang disediakan, adalah salah satu ikhtiarnya sebagai Dirjen dalam melayani warga. Ia akui, itu belum sempurna. Mestinya memang, ada nomor khusus pengaduan. Atau semacam hotline.

” Nomor-nomor baru tersebut merupakan ikhtiar untuk meningkatkan layanan sampai terbentuk call centre Dukcapil nanti. Semua pengaduan agar disampaikan melalui Whatsapp dengan mencantumkan NIK, nama kabupaten, kota dan nomor HP agar mudah dihubungi kembali,” kata Zudan.

BACA JUGA: KERETA API RASA EKSEKUTIF JALUR SURABAYA-JAKARTA UJI KELAYAKAN