Dengan Musik belajar Jadi Asik
Dengan Musik belajar Jadi Asik – Image Credit Funderstanding.com

Kegiatan belajar mengajar akan selalu dibutuhkan sepanjang waktu, kapanpun, dimanapun, sehingga belajar mengajar tidak tak bisa di pisahkan dari yang namanya kehidupan. Hal ini disebabkan karena balajar (Menuntut ilmu) sangatlah penting untuk bekal seseorang menjalani kehidupannya. Dengan belajar kita dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, apalagi kita hidup di jaman yang serba modern seperti ini.

Menuntut ilmu wajib hukumnya bagi setiap muslim” (Ibnu Majah, No:224).

Dengan demikian terlebih dahulu kita mengetahui apa itu belajar?. Pengertian belajar dapat diartikan sebagai aktifitas mental (psikhis) yang terjadi karena adanya interaksi aktif antara individu dengan lingkungannya, yang menghasilkan perubahan-perubahan yang bersifat relatif tetap dalam aspek kognitif, psikomotor, dan afektif. Belajar adalah hal yang paling wajib dilakukan manusia untuk mrmperluas wawasan.

Carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat”. (Al Hadits).

Belajar adalah perubahan dalam penampilan sebagai hasil dari praktek”. (Sardiman. A.M 2005:20).

Kegembiraan anak dalam belajar adalah hak fudamental yang harus diberikan sepenuhnya. Kegembiraan bukan hanya memberikan merka permainan saat mereka belajar tanpa tujuan yang jelas, melaikan sebuah cara yang menyatu dengan tujuan pembelajaran berjangka panjang.

Baca Juga: 4 Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Untuk Pemula Di Android Play store

Contoh kebosanan anak dalam belajar telihat saat bel berbunyi yang menandakan jam pelajaran habis, mereka terlihat sangat senang, mereka bersorak ingin cepat pulang. Atau ketika mereka mendapatkan hari libur mereka sangat bahagia dan dan senang. Contoh diatas merupakan penanda bahwa sekolah dan belajar merupakan kegiatan yang membosankan, melelahkan, bahkan menyebalkan. Jika kenyataan ini diperoleh anak-anak kita apa yang akan terjadi dengan perkembangan jiwa, mental mereka dimasa yang akan datang.

Beberapa hasil riset membuktikan tentang perkembangan mental dan kejiwaan anak yang dialami mereka saat belajar menunjukan secara konsisten dan kuat bahwa dalam belajar berpengaruh terhadap kesuksesan masa depan seorang anak. Dalam laporan Center On The Developing Child (2007) “Ditunjukan secara khusus bahwa efek belajar yang menggembirakan dapat meningkatkan kapasitas otak anak, yaitu saatnya otak tersebut akan memberikan pengaruh yang baik dalam membentuk perilaku soasial dan emosi anak yang cerdas.”

Banyak yang berasumsi negatif , belajar itu membosankan, melelahkan, menyusahkan dan banyak lagi. Apabila asumsi negatif ini tidak digantikan dengan asumsi yang positif bahwa belajar itu menyenangkan, menggembirakan. Maka belajar mengajar tidak akan berjalan dengan lancar.

Dalam hal ini, Musik bisa digunakan sebagai media yang mampu memberikan sinyal positif dalam proses belajar mengajar yang menyenangkan, dengan musik si anak akan merasa rileks, nyaman dan asik. Karena musik dapat mempengaruhi perasaan, dan perasaan tersebut dapat mempengaruhi kepada proses belajar mengajar.

Jika perasaan positif dan pembelajaran berada dalam keadaan santai dan terbuka, maka pembelajaran pun akan sangat santai dan mengasyikan. Dan jika perasaan negatif dan pembelajaran merasa tertekan mereka cenderung bosan dan bertahan, sehingga pembelajaran akan lambat bahkan terhenti”. (Meier, 2000:85)

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh George Lozanov juga membuktikan  bahwa ternyata musik juga sangatlah bermanfaat dalam proses belajar mengajar dan memberikan hasil yang lebih baik. Lozanov mengembangkan metode untuk mempercepat pelatihan bahasa melalui sugesti relaksasi, dan musik di Universitas California di Irvine, para peneliti menemukan bahwa murid yang mendengarkan musik mozart sebelum di uji kemampuannya memperoses informasi spasial, meraih angka 8dan9 poin lebih tinggi dari pada mereka yang mendengarkan rekaman pesan relaksasi verbal (Meier, 2000:176).

Jadi dapat di simpulkan bahwa mengapa musik sangat baik digunakan dalam peroses pembelajaran, alasannya karena dengan musik kita merasa rileks dan merasa asyik. Musik juga merupakan salah satu makanan bagi otak kanan kita, jika selama ini proses belajar kita hanya menitik beratkan kepada otak kiri yang bersifat logis dan matematis, sehingga penggunaan otak kanan yang lebih cenderung bersifat kreatif, irama, musik, gambar, dan imajinasi terabaikan. Dengan demikian penggunaan otak yang tidak seimbang hanya menggunakan otak kiri saja hanya akan menimbulkan kejenuhan, bosan, dan merasa tertekan. Hal seperti ini banyak terjadi kepada mereka, sehingga proses belajar mengajar menjadi membosankan bahkan bisa terhenti.

Musik juga sangatlah berpengaruh terhadap ingatan di otak kita, kita sering kesulitan mengingat apa yang telah di pelajari, lain halnya dengan mengingat banyak lirik lagu, salah satu alasan mengapa kita sangat mudah mengingat ataupun menghafal banyak lirik lagu, karena lirik lagu terasa mudah dan menyenangkan dan biasanya lirik lagu di iringi dengan musik yang bisa kita lebih enjoy untuk menghafalnya, sedangkan beda dengan materi pelajaran yang tidak dilakukan hal yang sama. “Para pendeta Brahmana di India menggunakan musik untuk mengingat berjid-jilid teks Veda”. (Meier, 2002:175).

Oleh karena itu dalam proses belajar mengajar agar proses belajar tersebut bisa berjalan dengan baik maka harus ada keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri, apa lagi untuk materi-materi yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan musik dapat menyeimbangkan fungsi otak kanan dan otak kiri. Dengan hal itu maka oleh musik belajar dapat seimbang antara aspek intelektual dan emosional.

Teori yang menyatakan bahwa dalam situasi otak kiri sedang bekerja, seperti memperhatikan materi-materi baru musik akan membangkitkan reaksi otak kanan yang intuitif dan kreatif, otak kanan yang cenderung terganggu dalam proses belajar mengajar merupakan penyebab mengapa kita kadang-kadang melamun dan memperhatikan pemandangan ketika kita berniat konsentrasi. Memasang musik adalah cara efektif untuk menyibukkan otak kanan kita ketika sedang berkonsentrasi pada aktifitas otak kiri “. (Deporter dan hernacki 2000: 74).

Baca Juga: Waspada! 5 Cara Belajar Yang Salah Berikut Ini

Oleh karena itu belajar dengan menggunakan musik bisa lebih memotivasi belajar anak, hal ini bisa membuat anak belajar lebih nyaman, tenang, dan bahkan sangat menyenangkan, sehingga murid bisa lebih mengarahkan semua pikirannya untuk belajar. Bila dalam belajar yang lebih cenderung menggunakan otak kiri yang bersifat logis, matematis, murid kesulitan untuk berkonsentrasi, karena aktifitas otak kiri. Maka dari itu belajar dengan menggunakan musik akan menjadikan keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan, dan menjadika murid bisa lebih berkonsentrasi dan mudah untuk mengingat pelajaran yang telah di sampaikan. (Kiriman dari WDZ Mufty).