Dirjen yang Cekatan

632

LebahMaster.com – Mungkin Zudan Arif Fakrulloh adalah salah satu Direktur Jenderal yang Cekatan di Kementerian Dalam Negeri. Ia bisa dihubungi kapan saja. Bahkan ia sering mengurus sendiri setiap aduan yang masuk dilaporkan ke handphonenya. Ya,  Zudan memang menyuarakan tiga buah handphone sekaligus untuk menerima dan merespon setiap laporan yang masuk.

Zudan Arif Fakrulloh Dirjen yang Cekatan

Direktorat jenderal yang dipimpin Zudan memang sedang punya gawean besar, merampungkan perekaman data warga yang harus dikejarnya agar bisa selesai pada akhir September tahun ini. Dan jumlah yang harus direkam tak main-main, mencapai 20 jutaan orang. Tentu pekerjaan yang tak ringan. Dibutuhkan akselerasi kerja yang optimal.

Dan demi memperlancar komunikasi, selain menyediakan handphone untuk pengaduan, ia juga membuat grup di aplikasi WhatsApp khusus untuk wartawan. Dia sendiri yang bahkan jadi adminnya. Lewat grup WA itu, ia berharap dapat banyak masukan serta informasi berharga dari para pencari berita. Katanya, mata serta telinga wartawan lebih awas. Dari para wartawan pula kata Zudan, informasi tentang leletnya kerja aparatur di bawah  sering ia dapatkan. Berbekal informasi itulah ia akan langsung menegur aparat ‘malas’ agar lebih cekatan bekerja.

Namun memang Zudan cekatan. Saya sendiri yang masuk dalam grup WA yang digawanginya, banyak mencatat betapa cekatannya Zudan dalam merespon setiap informasi atau aduan. Seperti kemarin, malam-malam via grup WA ‘Dukcapil’ seorang wartawan harian nasional melaporkan sebuah informasi. Kata si wartawan, temannya dipersulit dalam mengurus e-KTP di Jakarta Timur.

Ijin Prof sekalian bertanya teman saya ditolak melakukan perekaman dan diminta menggunakan surat pengantar RT/RW di Sudin Jakarta Timur,” kata si wartawan mengadukan masalah yang dialami temannya via grup WA ‘ ‘Dukcapil’.

Kurang dari satu menit, Zudan yang juga seorang Profesor hukum langsung merespon. ” Minta nama, NIK dan No handphonenya,” balas Zudan.

Si wartawan pun langsung membalasnya dengan memberitahu nama, NIK serta nomor handphone temannya. Zudan langsung merespon. Katanya secepatnya masalah teman si wartawan akan diurus. Ternyata Zudan langsung menelpon Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta. Karena setelah itu ia langsung mengirimkan balasan dari Kepala Dinas Kependudukan Jakarta ke grup WA ‘Dukcapil’.

Tidak lama kemudian Zudan mengirimkan balasan Kepala Sub Dinas Kependudukan Jakarta Timur yang sepertinya langsung dikontak Kepala Dinas Kependudukan DKI Jakarta. kasubdin Kependudukan Jakarta Timur, dalam balasannya yang dikirimkan ke Zudan, mengaku telah menegur jajaran aparatur di bawahnya. Dan telah memerintahkan agar segera menyelesaikan masalah yang dialami teman si wartawan.

Di DKI  tampaknya problem ada di tingkat bawah, ditataran implementasi yang harus terus kita benahi,” kata Zudan via grup WA ‘Dukcapil’.

Tidak lama si wartawan kembali melaporkan. Katanya temannya itu sudah dihubungi oleh pihak kelurahan. Dan sudah bisa langsung mengurus proses perekaman e-KTP. Tak lupa dia juga mengucapkan terima kasih dengan respon cepat sang Dirjen.

Sudah ditelpon dari pihak kelurahan. Luar biasa respon cepatnya,” puji si wartawan.

Dalam sebuah kesempatan wawancara Zudan sendiri mengaku, jadi Dirjen Kependudukan beban tanggung jawabnya sangat berat. Sebab harus memastikan hak seluruh warga terjamin. Terutama dalam mendapatkan dokumen kependudukan. Khususnya e-KTP. Tapi karena sudah jadi amanah, ia berjanji akan melaksanakan tugas sebaik mungkin. Ia siap dihubungi kapan saja.  Seraya minta maaf jika ada responnya yang kurang cepat.

Zudan juga pernah bercerita, setiap ia pergi kunjungan ke daerah, tak lupa selalu membawa ‘oleh-oleh’ berupa blanko dokumen untuk e-KTP. Tak tanggung tanggung blanko yang ia bawa setiap kunjungan ke daerah beratnya mencapai belasan kilo sesuai batas maksimal barang bawaan yang dibolehkan maskapai penerbangan. ” Setiap ke daerah saya selalu usahakan bawa blanko” katanya.

Dirjen Zudan juga mengaku tak segan menegur langsung bila ada aparat di daerah yang mempersulit pengurusan e-KTP, misalnya masih mensyaratkan surat keterangan dari RT dan RW. Padahal perintah Mendagri sudah jelas dan tegas, tak perlu lagi surat pengantar dari RT dan RW dalam mengurus e-KTP. Namun diakuinya masih saja ada yang membandel. Dan bagi yang membandel ia tak segan-segan segan menegurnya.