Dua Ekor Ikan untuk ‘Si Doel’

571

Dua Ekor Iklan Untuk Doel

“Bapak pembangunan Banten”, begitu tulisan di spanduk yang dibentang sekelompok warga di Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Bapak pembangunan yang dimaksud dalam spanduk tersebut adalah Rano Karno. Sabtu sore, menjelang senja, puluhan warga berkumpul di depan balai desa setempat yang ada tepat di pinggir jalan raya yang menghubungkan Serang dengan Kabupaten Lebak.

Saya kebetulan sedang menuju ke Desa Cisungsang, hendak meliput acara Seren Taun di desa adat tersebut. Rano Karno, Gubernur Banten sendiri memang dijadwalkan akan hadir di acara tersebut. Awalnya saya mengira, puluhan warga itu hendak melakukan protes atau demonstrasi. Mereka membawa spanduk, laiknya kelompok warga yang hendak unjuk rasa. Apalagi menurut Bahroji, salah satu staf hubungan masyarakat di Provinsi Banten, pada 2015, saat Rano hendak menuju Cisungsang, sempat dihadang sekelompok warga. Ketika itu, warga menghadang rombongan Gubernur yang juga akan menghadiri acara Seren Taun. Mereka menghadang untuk menyuarakan protes, karena jalan rusak tak kunjung diperbaiki.

“Waktu itu, kami dihadang, bahkan sempat ada insiden, kaca mobil salah satu pejabat di lempar batu,” kata Bahroji.

Karena itu, Bahroji berinisiatif berhenti dan berkomunikasi dengan warga. Ternyata puluhan warga yang berkumpul di depan kantor balai desa Bayah Sabtu sore itu, bukan hendak melakukan unjuk ras memprotes gubernur. Mereka justru berkumpul untuk mengucapkan terima kasih, karena jalan raya menuju Lebak, kini sudah mulus. Bahkan sebagian sudah dibeton pula.

“Kami bukan mau protes tapi mau ucapkan terima kasih sama Pak Rano,” kata salah seorang warga yang ikut berkumpul Sabtu itu, kepada saya.

Selain membawa spanduk, salah seorang warga menenteng juga dua ekor ikan segar besar. Katanya, ikan itu mau diberikan ke gubernur yang tenar lewat perannya sebagai ‘Si Doel’ di sinetron Si Doel Anak Betawi. Sementara di pinggir jalan, belasan Satpol PP tampak berjaga. Tampak pula beberapa personil dari kepolisian ikut menjaga aksi tersebut.

Rombongan Rano sendiri tak kunjung tiba. Sampai menjelang magrib, rombongan orang nomor satu di Banten itu, tak kunjung kelihatan. Namun warga setia menunggu. Sampai kemudian tepat dengan kumandang adzan magrib, dari kejauhan terlihat mobil polisi yang mengawal rombongan Rano.

Begitu mendekat, mobil polisi menepi di pinggir jalan. Para personil Satpol PP langsung bergerak mengamankan, membentuk barisan. Rano pun langsung keluar dari mobilnya mendatangi warga. ” Lanjutkan, lanjutkan, lanjutkan,” teriak beberapa warga begitu Rano tampak keluar dari mobil.

Rano tersenyum lebar, saat salah seorang perwakilan warga menghampiri. Ia pun langsung memeluknya. ” Lanjutkan pak. Bapak adalah bapak pembangunan Banten. Kalau bukan karena bapak, jalan raya kami tetap rusak,” katanya.

” Insya Allah, Insya Allah, ” jawab Rano.

Warga yang membawa dua ekor ikan pun langsung mendekat, dan menyerahkannya ke Rano, sambil berkata, ” Ini tanda ucapan terima kasih kami untuk bapak yang telah membuat jalan sekarang mulus.”

Sambil tersenyum lebar, Rano langsung menerima dua ekor ikan segar berukuran lumayan besar. ” Wah terima kasih, saya tidak menyangka akan diberi ikan,” kata Rano.

Setelah itu Rano pamit, hendak melanjutkan perjalanan. Kepada saya, seorang warga mengatakan, bahwa jalan raya menuju Lebak, dulu buruk sekali kondisinya. Jalan aspal cepat rusak, hingga berlubang-lubang.

” Dulu ke Lebak itu, bisa sampai 10 jam mas. Makanya kami minta Pak Rano maju lagi, “ katanya.

Tapi begitu Rano jadi gubernur, proyek jalan langsung dikebut. Yang mengerjakan proyek tersebut sekarang dua BUMN besar, setelah mereka menang lelang. Jalan menuju Lebak, diproyeksikan bakal dibeton. Sebagian memang sudah dibeton. Saya pun merasakan perubahan itu. Jalan menuju Lebak, sekarang mulus dan pakai beton.

 

Baca Juga: memanggil Pulang Si Anak Hilang