Duh, 149.552 Ruang Kelas Di Indonesia Dalam Kondisi Rusak

1463

Kondisi Ruangaan Kelas DI IndonesiaKondisi Ruang Kelas Indonesia – Apa yang saya tuliskan ini, bukan sebuah fakta menarik. Namun fakta ini, layak diketahui sebagai bahan renungan. Ini fakta tentang Indonesia. Fakta tentang dunia pendidikan di negeri ini yang masih berwajah buram.

Padahal, pendidikan, mengutip pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla, adalah cara bagi sebuah bangsa, mengejar ketertinggalannya dengan negara lain. Pendek kata, lewat pendidikan, kemajuan sebuah bangsa bisa diwujudkan.

Dan, konstitusi pun sudah memerintahkan, bahwa pendidikan adalah bidang yang wajib dibiayai negara. Negara, wajib mengalokasikan 20 persen anggaran dari total APBN untuk bidang pendidikan. Saat ini, anggaran pendidikan hampir 400 triliun.

Namun, ternyata masih banyak pekerjaan yang harus dibenahi oleh pemerintah. Wajah pendidikan kita, masih banyak menyimpan ‘bopeng’. Misalnya terkait dengan infrastruktur pendidikan yang masih memprihatinkan, meski harus diakui banyak pula mengalami perbaikan.

Merujuk pada data yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan, pada 2015 ini, jumlah ruang kelas sekolah yang rusak di seluruh Indonesia masih sangat banyak. Tercatat, ada 149.552 ruang kelas yang rusak di seluruh Indonesia.

Rincian dari 149.552 ruang kelas yang rusak itu, 117.087 ruang adalah ruang kelas sekolah dasar. Sebanyak 49.074 ruang diantaranya dalam kondisi rusak berat. Sementara ruang kelas yang rusak di SMP, tercatat sebanyak 32.465 ruang, dengan 13.107 ruang diantaranya dalam kondisi rusak berat.

Ini tentu harus jadi perhatian kita bersama, tak hanya semata persoalan itu diserahkan pada negara. Semua elemen bangsa, harus ikut memperhatikan itu. Bahkan, bagi yang mampu, mestinya lebih peduli. Karena lewat pendidikan, generasi penerus bangsa bisa punya mimpi dan memiliki jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Baca Juga : Ini Dia, Jejak Sejarah Lembaga Anti Korupsi Di Indonesia

Negara pun tentu tak boleh berpangku tangan. Ini pekerjaan rumah utama dari pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Apalagi mereka menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas dalam agenda pembangunan. Jika, tak ada perbaikan, baik itu menyangkut infrastruktur fisik pendukung pendidikan, maupun peningkatan kualitas dunia pendidikan, langkah Indonesia mengejar negara lain yang sudah maju, akan tertatih-tatih. Sementara tantangan kedepan kian berat. Indonesia, tahun ini akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean. Bila kita tak berjaya dari sisi sumberdaya, rakyat hanya akan jadi penonton.