Gadget Dan usia Pra Sekolah
Gadget Dan usia Pra Sekolah

Pada saat ini, gadget sudah menguasai aktivitas manusia. Segala kebutuhan informasi dan komunikasi tersedia. Fenomena yang terjadi di Indonesia, yaitu anak – anak usia pra sekolah tidak tabu terhadap gadget. Anak – anak dapat menggunakan gadget secara bebas, bahkan tidak di awasi oleh orang tua. Arus informasi yang ada pada gadget sangat luas, sehingga anak – anak yang belum mampu menyeleksi informasi menerimanya secara bulat – bulat. Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam membimbing anak menggunakan gadget, sebab jika tidak di awasi, maka anak akan meniru tindakan yang dicontohkan oleh informasi yang berada di gadget.

Menurut Dr. Fran Walfish, Psy.D. seorang psikoterapi dari California dalam bukunya The Self Aware Parent, mengatakan usia ideal pemilik gadget adalah 12 – 13 tahun. Penggunaan gadget pada usia anak pra sekolah dapat berpengaruh terhadap perilakunya. Sebab pada usia tersebut, anak – anak sedang pada tahap play stage (tahap meniru) pada tahap sosialisasi. Dalam tahap meniru, seorang anak mulai melihat peran yang dilakukan orang tuanya tanpa mengetahui maksud dan tujuannya. Maka, jika anak tidak di awasi dalam penggunaan gadget, anak akan terus meniru informasi yang didapatkannya dan tanpa mengetahui maksud dan tujuannya. Informasi yang di terima berdampak perilaku positif dan negatif yang di tiru sehingga menjadi kebiasaan sehari – hari.

Membuka wawasan

Hasil penelitian yang memperlihatkan pengaruh penggunaan gadget terhadap personal sosial anak usia pra sekolah. Dalam studi yang dilakukan Tria Puspita Sari dan Amy Asma Mitsalia dari prodi kebidanan Stikes PKU Muhamadiyah Surakarta, dari 38 sampel wali murid TKIT Al Mukmin. Ditemukan bahwa gadget memberikan dampak positif terhadap wawasan anak usia pra sekolah.

Sebanyak 71 persen anak usia pra sekolah dalam penggunaan gadget mengarah ke arah yang positif. Gadget memberikan wawasan dalam menghafal al qur’an, mengetahui kosa kata bahasa inggris. Gadget juga dapat membantu anak dalam mengafal, membaca, dan menghibur anak. Gagdget dapat mengasah kecederdasan anak saat ia menyelesaikan tahapan permainan dengan tingkatan yang lebih tinggi.

Meniru adegan kekerasan

Arus informasi yang luas serta sulit untuk anak membedakan informasi yang layak untuk dirinya. Tahap play stage (tahap meniru dalam proses sosialisasi) anak menjadi agresif dan meniru kekerasan dalam berperilaku. Hal tersebut disebabkan karena banyaknya rekaman kekerasan yang dipublikasikan. Anak belum mengetahui maksud dan tujuan perilaku tersebut. Orang tua harus memberikan arahan agar anak tidak melakukannya secara berulang – ulang. Jika tindakan tersebut dilakukan secara berulang – ulang, maka anak akan menganggap perilaku tersebut benar. Perilaku yang di anggap benar akan membentuk karakter anak menjadi agresif dan kasar.

Peran orang tua

Dalam mengawasi anak pra sekolah dalam penggunaan gadget, orang tua perlu menjadi teladan bagi anaknya. Orang tua bersikap tegas dan mendidik, sehingga anak menjadi mengerti dan meniru tindakan orang tuanya. Orang tua yang bijak akan menghasilkan anak yang bijak pula. Dalam penggunaan gagdet, orang tua harus membatasi anak – anak menggunakan gadget 1 – 2 jam perhari. Orang tua mengawasi anaknya dengan cara menggunakan gadget bersama agar anak dapat di bimbing dalam menggunakannya. Orang tua mendidik anak untuk bertanya situs – situs yang layak untuk di terima, agar anak terhindar untuk menerima informasi yang mengandung kekerasan dan pornografi.

Artikel Kiriman: Laura Christie Mahasiswi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta.

Baca Juga: Dampak Film Kartun Terhadap Pendidikan Anak

SHARE
Previous articleBuah Yang Sehat Untuk Janin, Ibu Hamil Harus Tau!
Next articleReview Niagahoster : Jasa Web Hosting Indonesia
Kirim tulisanmu ke lebahmaster.com - suarakan inspirasi dan aspirasimu yang bersifat membangun. jadikan setiap kata dalam tulisanmu penuh manfaat bagi banyak orang. Tulisan Sahabat adalah space khusus untuk memuat tulisan hasil dari aktivitas jurnalistik para sahabat pembaca yang dikirim ke lebahmaster, baik dengan mendaftar terlebih dahulu maupun dikirim ke email: redaksi@lebahmaster.com