Gadget Memudarkan Semuanya

Gadeget – Riuh suara anak kecil terdengar sayup-sayup sampai ke telingaku. Serasa membawa kembali kenangan pada waktu itu. Ya, disini aku berdiri melihat lapangan luas diujung komplek tempat tinggalku sekarang, yang terdapat beberapa kerikil ditengahnya serta tak jauh dari ujung lapangan juga terdapat beberapa batu-batu kecil. Kuat sekali dingatku tempat ini. Disinilah biasanya aku bermain setelah pulang sekolah bersama tetangga yang kurang lebih suumurkan denganku pada saat itu. Sekarang lapangan ini bisa dikatakan jarang digunakan melihat rerumputan tumbuh cukup tinggi mengelilingi sisi lapangan tersebut.

 

Kira-kira enam atau tujuh tahun yang lalu hampir setiap hari aku mengahabiskan masa kanak-kanakku dilapangan ini. Bermain kejar-kejaran, bermainan bola kaki adalah agenda rutin kami disini. Berkeringat, kotor, berdebu tidak masalah bagi kami yang penting kami senang. Hingga para ibu susah menyuruh anaknya pulang untuk mandi atau makan karena keasikan bermain. Aku meresakan betapa menyenangkan masa kecilku.

 

Saat sekarang tidak seperti aku dulu. Anak-anak sekarang lebih banyak bermain dirumah. Cotohnya saja adik kecilku si Quenzee yang berumur sembilan tahun. Ia lebih senang bermain video game dirumah ketimbang bermain petak umpet bersama kakaknya.

 

Nantilah kak, level aku udah jauh,” begitulah balasan dari ajakan bermain dariku.

 

Anak remaja dan anak kecil sekarang ini lebih banyak bermain dirumah. Mereka lebih senang bermain hanphone, video games, ataupun play station. Tak Nampak lagi olehku mereka bermain bersama diluar rumah seperti bermain lompat tali, bermain kelereng. Kalaupun mereka berkumpul pasti mereka membawa hp dan bermain bersama dengan benda itu. Aktifitas permainan mereka tidak bergerak tidak mengeluarkan keringat.

 

Sebaiknya apa yang harus kita lakukan untuk generasi penurus kebanggan ibu pertiwi kita ini?. Semuanya pun punya andil tanggung jawab untuk hilangnya masak kanak-kanak yang harusnya dirasakan oleh generasi sekarang ini.

 

Cerpen ini Ditulis dan dikirim oleh Nabila Vanesa Efendi

SHARE
Previous articleWaktumu Waktuku By Prasetyo
Next articleLapisan tekat mengantarkan Aku pada sebuah mimpi
Kirim tulisanmu ke lebahmaster.com - suarakan inspirasi dan aspirasimu yang bersifat membangun. jadikan setiap kata dalam tulisanmu penuh manfaat bagi banyak orang. Tulisan Sahabat adalah space khusus untuk memuat tulisan hasil dari aktivitas jurnalistik para sahabat pembaca yang dikirim ke lebahmaster, baik dengan mendaftar terlebih dahulu maupun dikirim ke email: redaksi@lebahmaster.com