Google dan Facebook Bekerjasama Tindak Lanjuti Media Online Palsu

595

Kerjasama Google dan Facebook Tindak Lanjuti Media Online Palsu

Google dan Facebook Bekerjasama Tindak Lanjuti Media Online Palsu LebahMaster.com – Dalam suasana Pilpres di Amerika Serikat kemarin, media online menjadi salah satu sorotan penyebaran berita-berita palsu atau hoax. Situs berita abal-abal atau palsu itu semakin dibiarkan justru semakin meresahkan. Googleturut menyoroti berita-berita palsu yang muncul di halamannya.

 

Keresahan Google itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, mulai banyak yang mengatakan bahwa layanan internet seperti Google, Facebook, maupun Twitter adalah pihak yang turut berperan menyebarkan informasi palsu yang dinilai menguntungkan bagi Donald Trump yang saat itu menjadi salah satu kandidat pemilihan presiden di AS.

 

Google pun akhirnya memutuskan untuk menghalangi para media online palsu tersebut agat tidak lagi bisa menggunakan jaringan iklan Google Adsense. Hal itu dilakukan Google untuk meleamhkan website abal-abal yang meresahkan masyarakat.

 

Berdasarkan informasi yang tertulis pada Wall Street Journal, Google akan melakukan sebuah cara agat iklan Google dapat dicegah agar tidak muncul di halaman web yang mengandung informasi palsu. Google berusaha netral dalam Pilpres tersebut karena hanya sebagia penyedia layanan internet. Namun, isu-isu yang meresahkan pun memang sudah selayaknya ditindak lebih lanjut.

 

Namun, sayangnya langkah Google tersebut dinilai masih belum maksimal. Pasalnya, Google belum secara penuh memberantas berita atau informasi palsu yang ada di halaman pencariannya. Akan tetapi di sisi lain, media online palsu sudah tidak bisa mendapatkan keuntungan lagi sehingga posisi mereka melemah. Dengan begitu, diharapkan mereka tidak akan muncul lagi.

 

Google Adsense memang menjadi incaran banyak orang untuk meraup keuntungan. Ini adalah sumber dana yang besar untuk berbagai media dari mana saja. Sistem periklanan dari Google ini bisa membuat para pengiklan meletakkan berbagai promosinya ke jutaan website di seluruh dunia yang tergabung dalam jaringan Google.

 

Ternyata, tidak hanya Google yang merasakan geram terhadap media online palsu yang menyebarkan informasi hoax. Facebook juga merasakan hal yang sama. Pasalnya, di beranda Facebook pun banyak bertebaran media online yang memposting informasi palsu. Facebook juga tak mau tinggal diam. CEO facebook, yaitu Mark Zuckerberg mengatakan sendiri bahwa Facebook berjanji akan terus memberantas informasi palsu yang sering muncul di news feed Facebook yang ditulis oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

 

Mark Zuckerberg mengatakan bahwa dari semua konten di Facebook, yang dilihat orang sebagai postingan otentik adalah lebih dari 99 %. Yang merupakan hoax hanya sebagian kecil, bahkan sangat kecil. Menurutnya pula, Hoax memang tetap kan muncul atau ada, jumlahnya bisa tak terbatas pada satu pandangan partisan atau politik saja.

 

Facebook juga tidak ingin ada berita hoax. Facebook berupaya terus menunjukkan konten yang paling berarti dan berita-berita yang akurat saja. Dengan begitu, orang-orang tidak akan resah membuka news feed di Facebok mereka masing-masing. Facebook tampaknya tidak main-main dengan pernyataannya.

 

Sebagai salah satu bentuk nyata upaya memberantas media online palsu dan berita palsu, Facebook telah memungkinkan komunitas mereka untuk menandai berita-berita hoax atau palsu. Selain itu, Facebook juga mengaku masih banyak hal yang perlu mereka lakukan dalam kondisi kasus seperti ini. Mark Zuckerberg mengaku bahwa Facebook akan terus berusaha bekerja keras untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi para pengguna Facebook di seluruh dunia. Baca Juga: Tiga Nasehat Dari Warren Buffet Untuk Para Pengusaha