Growth Mindset, Bagian 2 Penjelasan Mengapa Attitude Lebih Penting Dibandingkan IQ

3235

Fixed Mindset And Growth Mindset

Sikap Attitude

Attitude Vs IQ – Pada Atikel sebelumnya Kita sudah membahas mengenai Fixed mindset dan growth mindset , Baca lagi disini: Mengapa Attitude Lebih Penting Dibandingkan IQ jika anda menemukan tulisan ini sebelum membaca pembahasan Awal, karena sangat penting memahami dari awal tentang pembahasan ini.

Berikut adalah bagaimana kita bisa menjadi seorang dengan growth mindset yang bermanfaat dalam kehidupan kita.

1. Jangan merasa tidak berdaya.
Kita semua pasti sudah pernah merasakan dimana kita merasa tidak berdaya. Yang menjadi ujian adalah bagaimana kita menangani perasaan tidak berdaya itu. Kita bisa belajar dari hal itu, atau justru hal itu membuat kita benar-benar gagal. Banyak orang sukses yang tidak akab pernah bisa mencapai kesuksesannya jika mereka tidak pernah merasa tidak berdaya: Walt Disney yang dipecat dari Kansas City Star karena dianggap “tidak memiliki daya imaginasi dan tidak memiliki ide-ide yang bagus”, Tirto Utomo yang sering sekali ditolak karena saat itu harga aqua, yang merupakan air dalam kemasan lebih mahal dibanding harga minyak tanah. Bayangkan apa yang dapat terjadi jika 2 orang ini justru memiliki fixed mindset. Mereka mungkin akan merasa tidak berdaya akan semua penolakan itu dan menyerah. mereka yang memiliki growth mindset tidak merasa tidak berdata karena mereka tahu bahwa untuk menjadi orang yang sukses, kita harus mau menghadapi kegagalan dan kemudian segera bangkit kembali.

2. Berpassionlah.

Orang yang sukses dan memiliki kuasa atas bisnisnya tidak pernah pantang menyerah dalam mengejar passionnya. Memang benar, diluar sana pasti ada yang lebih pintar, lebih bertalenta dibanding dengan kita, tapi kita bisa membedakannya dengan passion yang kita miliki. Passion dari orang-orang sukses inilah yang tidak henti-hentinya mengantarkan mereka menuju hal yang jauh lebih baik. Warren Buffet menerangkan caranya untuk mencari tahu bagaimana mencari tahu tentang passion yang benar-benar kita sukai, yaitu dengan teknik 5/25. yang akan dibahas disini.

3. Take Action!

Orang-orang dengan growth mindset akan bisa mengendalikan ketakutannya, karena mereka lebih berani dibanding kita semua: Mereka menyadari bahwa keraguan, kegelisahan hanya akan membuat kita berhenti untuk langsung take action. Orang yang memiliki growth mindset biasanya merupakan orang-orang yang bisa diberikan kuasa atas apa yang dijalaninya, dan orang-orang seperti ini tahu bahwa disini tidak ada momen yang tepat untuk menjalankan sesuatu. Mereka tidak akan mau menunggu hanya untuk sesuatu. Mereka akan take action dan melupakan rasa cemas, gelisah dan keraguan akan kegagalan menjadi energi yang positif, dan fokus kepada energi tersebut.

4. Then go the extra mile (or two).

Orang-orang dengan growth mindset sellau memberikan yang terbaik, walaupun mereka sedang mengalami hari yang buruk. Mereka selalu mendorong diri mereka sendiri untuk melakukan hal yang “lebih”. Salah satu dari seorang murid Bruce Lee selalu berlari dengannya dengan jarak 3 mil jauhnya setiap hari. Suatu hari, ketika mereka hampir selesai melakukan kebiasaannya, yaitu lari sejauh 3 mil, Bruce berkata “ayo kita lari 2 mil lagi”. Muridnya kelelahan dan berkata “aku akan mati jika aku melakukan 2 mil lagi.” Apa balasan Bruce? “Maka ayo kita lakukan.” Muridnya sangat marah ketika dia tahu dia sudah berlari 5 mil jaraknya. Dengan kelelahan dan marah, dia mendatangi Bruce Lee dan bertanya mengenai komentarnya, Bruce menjelaskan: “Kalau kamu berhenti, kamu mungkin akan mati. Jika kamu selalu menaruh batasan pada apa yang kamu bisa lakukan, banik itu secara fisik maupun yang lainnya, itu akan menular sepanjang hidupmu, itu akan menular kepada pekerjaanmu, kepada moralmu, dan hal-hal lainnya. Tidak ada batasan untuk manusia. Meskipun ada bukit yang menghalangi, tapi kamu tidak seharusnya berhenti disitu, kamu harus melampauinya. Kalau itu akan membunuhmu, maka itu akan membunuhmu. Seorang pria harus terus melampaui batasannya secara konsisten.”

Jika kamu tidak menjadi lebih baik setiap harinya, maka kamu akan menjadi lebih buruk setiap harinya-dan apakah itu yang kamu sebut sebagai kehidupan? Kehidupan macam apa yang kamu maksud?

5. Expect Results.

Orang-orang dengan growth mindset tahu bahwa mereka akan gagal dari waktu ke waktu, tetapi mereka tidak pernah membiarkan hal itu dan terus menahannya dalam pencapaiannya. Mengharapkan sebuah hasil akan membuat kita terus termotivasi dan membuat kita lebih dewasa dalam mengambil sikap kepemimpinan baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Lagi pula, kalau kita tidak berpikir mengenai kesuksesan, mengapa hal itu menjadi gangguan?

6. Be Fleksible.

Semua orang akan bertemu dengan kesulitan tanpa dia menduganya. Orang-orang yang memiliki growth mindset merangkul kesulitan itu dan menaruhnya sebagai suatu hal yang akan membuatnya menjadi orang yang lebih baik, bukan sebagai membuatnya untuk tetap stay ditempat dan berhenti untuk bertindak. Ketika hal itu terjadi, mereka akan menjadi fleksibel hingga mereka mendapatkan hasilnya.

7. Jangan komplain ketika hal-hal tidak seperti yang kita inginkan.

Komplain merupakan hal yang jelas berkaitan dengan orang-orang yang memiliki fixed mindset. Seorang dengan growth mindset selalu melihat peluang dalam segala suatu hal, jadi tidak ada tempat untuk mencetuskan komplainan sama sekali.

Baca Juga: 4 Hal Yang Perlu Kamu Perhatikan Ketika Ingin Menulis Komplain

8. Bringing it all together.

Dengan setiap terhadap perkara yang kecil, kita dapat bekerja setiap hari untuk membuat diri kita untuk tetap menjadi bagian dari orang-orang dengan growth mindset.

Apakah kamu memiliki growth mindset? Bagimana dengan Attitude atau Sikap kita menyikapi hidup ini?

Jika tidak, mari kita memperbaiki diri kita untuk terus menjadi salah satu dari mereka. Source: Forbes.com

Penulis: Inta Destria // (facebook.com/inta.destria)