Haduh Nakalnya, Wanita ini Tilep Uang Nasabah Rp 500 Juta

2046
Juhan Thresia Thene
Juhan Thresia Thene ( Foto timorexpress.com)

Kupang – Wanita ini ternyata gak mau kalah sama oknum dari kalangan laki – laki yang nakal suka ngerogoti Uang yang bukan milik dirinya. Wanita paruh baya bernama Juhan Tresia Thene, 34, harus berhadapan dengan hukum lantaran perbuatannya yang kelewatan nakal sama uang orang lain, ia menilep uang nasabah yang dipercayakan padanya. Jumlahnyapun Tak tanggung-tanggung, uang sebanyak Rp 500 juta milik nasabah ludes masuk kantong pribadinya.

Akibat Perbuatannya tersebut Kini, mantan karyawati bank CIMB Niaga itu tengah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Klasi 1A Daerah Kupang. Dalam proses persidangan yang berlangsung pada Senin (7/3), Juhan sendiri berani buka-bukaan soal aksi nakalnya saat bekerja di CIMB Niaga.

Dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Juhan mengatakan ia bertugas sebagai staf marketing di CIMB Niaga. Tugasnya adalah mencari nasabah untuk bank CIMB Niaga.

Dalam bekerja, ia diberi target untuk bisa mendatangkan uang Rp 2,5 miliar per bulan. Dalam perjalanannya, Juhan (terdakwa) mendapatkan salah satu nasabah yang mempercayakan uangnya kepada juhan, yakni Maria Florida yang akan mendepositokan uang sebesar Rp 500 juta. Uang diserahkan kepada Juhan. setelah uang diserahkan Sayangnya, uang setengah miliar itu tak sampai di bank seperti harapan Nasabah. “Saya putar juga uang nasabah yang sudah dikasih. Uang nasabah itu juga saya pakai untuk memenuhi kebutuhan pribadi saya seperti beli Ipad, tas dan voucher sebesar Rp 5 juta yang hilang di kantor di atas meja kerja saya,” ujar Juhan di depan hakim.

Selain itu, ia mengaku, uang itu juga dipakai membantu orang lain. “Seperti bantu sekuriti,” sebut terdakwa Juhan Tresia Thene. Dalam sidang, ia mengaku menyesal sudah menggunakan uang nasabah untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan perusahaan.

Bukan hanya soal untuk memenuhi keperluan hidupnya Juhan menilep uang Nasabah. Ternyata, aksi nekad terdakwa itu juga dilakukan lataran untuk meraih impian sebagai salah satu calon kepala cabang bank CIMBG Niaga. “Kebetulan, perusahaan juga sudah mempercayakan saya sebagai salah satu calon kepala cabang,” katanya.

Juhan mengaku, selain dirinya, ada juga rekan kerjanya yang dipercayakan untuk bekerja, dan jika memenuhi target yang diberikan, maka akan dipromosikan menjadi kepala cabang.

Di hadapan hakim, Juhan blak- blakan mengaku tidak mampu untuk mengembalikan uang nasabah atas nama Maria Florida yang sudah dipakainya itu. Oleh karena itu, lanjut terdakwa, ia menyerahkan diri sepenuhnya ke pihak kepolisian dan diproses hukum yang berlaku.

Sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa itu digelar Senin (7/3) pukul 13.00

Proses sidang pemeriksaan terdakwa Juhan tresia Thene yang berlangsung pada Senin (7/03/2016) tepatnya pukul 13:00 dipimpin langsung oleh hakim ketua Nuril Huda dengan didampingi hakim anggota Theodora Usfunan dan Prasetio Utomo. Turut hadir JPU Kejari Kupang, Lasmaria Siregar.

Sidang berlanjut pada Senin (21/3) sesuai agenda Terdakwa Juhan mendapatkan tuntutan dari JPU. Setelah mendengar keterangan saksi dan melihat alat bukti yang diajukan dalam persidangan, JPU menyatakan terdakwa yang juga mantan karyawati Bank CIMB Niaga Kupang, telah bersalah melakukan tindak pidana penggelapan secara berkelanjutan.

Menuntut, agar majelis hakim yang menyidangkan dan mengadili perkara ini menjatuhkan pidana penjara bagi terdakwa Juhan Tresia Thene selama 2 tahun dikurangi seluruhnya dari masa tahanan yang sudah dijalani selama ini,” tegas Lasmaria.

Perbuatan terdakwa dinilai JPU telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penggelapan secara berkelanjutan seperti diatur dan diancam dalam pasal 374 KUHP jo pasal 64 ayat (1).

Disebutkan pula hal memberatkan yakni perbuatan terdakwa telah mengakibatkan kerugian material bagi korban Maria Florida. Sementara hal meringankan yakni terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Sidang dipimpin hakim ketua, Nuril Huda didampingi hakim anggota, Theodora Usfunan dan Jemmy Tajung Utama. Sementara terdakwa hadir di persidangan tanpa didampingi penasihat hukum. begitulah kisah nakal Juhan Thresia Thene menilep Uang nasabah yang dipercayakan padanya.
Semoga kasus nakal suka menilep Uang orang lain yang sudah jelas bukan hak pribadi ini tidak lagi terjadi, jadilah pekerja yang Totalitas agar kemudahan dan keberkahan rezeki selalu mengalir dalam keluarga kita karena kebahagiaan tidak akan pernah bisa diraih dengan cara yang tidak benar. Sumber berita : timorexpress.com