Hendri Satrio : Kinerja Pak Jokowi dan Pak Kalla Belum Memuaskan

942
Hendri Satrio : Hasil Kinerja Pak Jokowi dan Jusuf Kalla
Hasil Kinerja Pak Jokowi : Hendri Satrio memperlihatkan salah satu hasil survei yang dilakukan Kedai Kopi mengenai tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Joko Widodo.

Lebahmaster.com, Jakarta : Hasil Kinerja Pak Jokowi dan Jusuf Kalla – Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik (Kedai Kopi) melansir hasil survei terbarunya. Survei Kedai Kopi sendiri, dilakukan dari tanggal14 sampai dengan 17 September 2015. Survei mencoba memotret tingkat kepuasaan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla selama satu tahun ini.

 

Juru Bicara Kedai Kopi Hendri Satrio saat melansir hasil surveinya, mengatakan bahwa mayoritas responden yang disurvei mengungkapkan ketidakpuasannya kepada kinerja pemerintahan dalam satu tahun ini. Artinya, sebagian besar publim belum puas terhadap duet Jokowi-Jusuf Kalla.

 

Sebagian besar masyarakat atau sekitar 54,7 persen merasa tidak puas terhadap kinerja Jokowi-JK,” kata Hendri, di Jakarta, kemarin.

 

Kata Hendri, nyari di semua bidang, publik merasa tak puas dengan kinerja pemerintah. Misalnya dalam bidang ekonomi, tingkat ketidakpuasan publik mencapai 71,9 persen. Begitu juga di bidang hukum, tingkat ketidakpuasan cukup tinggi.

 

Ketidakpuasan masyarakat pada bidang hukum mencapai 50,8 persen,” kata Hendri.

 

Publik juga tak puas atas kinerja pemerintah di bidang politik. Survei mencatatkan, sebanyak 50,3 persen responden menyatakan tak puas atas kinerja pemerintah di bidang politik. Meski begitu, ada bidang yang diapresiasi publik, yakni kinerja pemerintah di sektor maritim. Untuk bidang kemaritiman, mayoritas responden menyatakan puas.

 

Satu yang diapresiasi masyarakat, yaitu kemaritiman sebanyak 57,0 persen. Responden yang tidak puas di bidang tersebut hanya 33,9 persen,” kata Hendri.

 

Diakui Hendri, melonjaknya harga bahan pokok memicu ketidakpuasan atas kinerja pemerintah. Survei Kedai Kopi mencatatkan, sebanyak 35,5 persen responden menyatakan tak puas terhadap naiknya harga sembako. Nilai tukar rupiah yang terus melemah pun membuat publik kecewa.

 

Ketidakpuasan terhadap lemahnya nilai tukar rupiah mencapai 23,7 persen. Sementara yang tak puas atas ambannya penanganan kabut asap sebanyak 11,8 persen” katanya.

 

Sementara sisanya, rata-rata responden menyatakan tak puas terhadap kinerja pemerintah, karena harga BBM yang terus naik, sulitnya mendapat pekerjaan, kinerja menteri yang jauh dari harapan, serta biaya kesehatan yang kian mahal. Terkait survei itu, Hendri menjelaskan, bahwa survei melibatkan 384 responden yang tersebar di seluruh Indonesia.
Responden dari seluruh Indonesia, dengan sebaran 52 persen di Jawa dan 48 persen di luar Jawa. Metode survei dengan cara menghubungi responden melalui sambungan telepon secara acak. Tingkat margin of error sebesar 5 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen,” tuturnya.

 

Baca Juga : Mbak Puan, Panjenengan Pembantu Presiden atau Anggota Fraksi?