HM Sani, Dari Buruh Karet dan Pembuat Amplop Hingga Jadi Gubernur

860

Sekilas Kisah Inspirasi Dari Seorang Tokoh bernama HM Sani

Tokoh HM Sani – Pada Jumat 8 April 2016, terpetik kabar duka, Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani meninggal dunia. Sani, menghembuskan nafas terakhirnya di RS Abdi Waluyo, Jakarta.

Gubernur Kepulauan Riau HM Sani

Saat itu, Sani sedang berada di Jakarta menghadiri pertemuan para kepala daerah dengan Presiden Jokowi di Istana Negara. Sani ketika itu baru saja terpilih kembali jadi Gubernur Kepri untuk kedua kalinya. Jumat pagi, Sani dan beberapa kepala daerah yang diundang bertemu Presiden Jokowi di Istana.

Namun usai bertemu Presiden, Sani terserang stroke. Ia pun dilarikan ke RS Abdi Waluyo. Namun, sesaat setelah dirawat, Sani menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Siapa Sani, Gubernur Kepri tersebut? Sani lahir pada 11 Mei 1942, di Parit Mangkil, Sungai Ungar, Kundur, Karimun, Kepulauan Riau. Saat meninggal dunia, Sani berusia 73 tahun.

Sani bukan berasal dari keluarga berada. Bisa dikatakan Sani datang dari keluarga miskin. Ia bahkan nyaris tak bisa melanjutkan sekolah. Hidupnya keras. Sani, pernah jadi buruh penoreh getah karet.

Mengutip apa yang ditulis Wikipedia.org, Sani demi menyambung hidup dan membantu nafkah keluarga pernah jadi pengumpul daun pinang kering. Pernah pula jadi pemungut bola tenis dan penjual air gerobak keliling kampung.
Beruntung, ketika itu ada Kepala Penjara yang berkunjung ke Tanjung Balai Karimun. Sani pun kemudian disekolahkan oleh kepala penjara tersebut. Hingga kemudian ia jadi pegawai di kantor kecamatan. Di kantor kecamatan, ia jadi pegawai penghitung tamu. Pegawai rendahan.

Nasib baik menghampirinya ketika Sani akhirnya bisa sekolah di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN), cikal bakal sekolah penghasil birokrat yang sekarang bernama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Saat menghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Sulawesi Barat di Kota Mamuju, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo sempat menyinggung Sani di pidat pembukaannya. Ketika itu dalam pidatonya Menteri Tjahjo mengajak semua menundukan kepala dan berdoa untuk Gubernur Kepri, HM Sani yang baru saja meninggal dunia.

Menurut Tjahjo, Sani adalah Gubernur yang benar-benar merintis karir dari bawah. Pernah jadi pegawai rendahan yang tugasnya hanya membuat amplop dari kertas bekas. Tapi, kerja keras dan dedikasi yang mengantarkan Sani hingga jadi gubernur. Kata dia, Indonesia kehilangan gubernur yang ulet.

Saya kemarin jadi irup pemakaman Gubernur Kepri. Beliau tokoh nasional. Mulai jadi PNS, jadi staf yang buat amplop, lalu jadi camat, sampai jadi gubernur. Dia alumni senior IPDN,” katanya. (Agus.S)

Baca: Anak Yatim Itu Kini Sudah Jadi ‘Orang Penting’ di Indonesia