Mengetahui Perbedaan Menteri dari Sipil dengan Menteri Dari Militer

Perbedaan Menteri Sipil dan Menteri Dari Militer

LebahMaster.Com – Tanggal 17 April 2011, saya pernah berbincang dengan Ryaas Rasyid, yang saat itu masih menjadi  Anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Ya, dia salah satu ‘penasehatnya’ Pak SBY, yang kala itu masih jabat Presiden.  Bincang-bincang dengan Ryaas, sebenarnya merupakan bagian dari sesi wawancara khusus dengannya, untuk sebuah rubrik di media, tempat saya bekerja. Kebetulan saya, satu dari dua reporter, satu redaktur dan satu fotografer yang ditugaskan memawancarai Ryaas.

Wawancara dilakukan di rumah Ryaas, yang asri, berhalaman luas dan rindang dengan pepohonan. Rumahnya, terletak di daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan. Dari sekitar pukul tiga hingga menjelang lima sore, wawancara dilakukan. Tulisan ini, adalah remah-remah wawancara yang tak dimasukan berita di koran tempat saya bekerja. Namun, alangkah sayangnya bila dibuang. Apa salahnya ini ditulis ulang, sekedar bahan obrolan ringan, pengisi senggang.

Ceritanya, tentang beda menteri sipil dengan menteri dari militer, di mata Ryaas Rasyid. Menurut Ryaas, ada perbedaan yang cukup mencolok antara pejabat, misalnya seorang menteri yang latarnya murni sipil dengan yang punya asal usul militer. Dimana, letak bedanya? Ini jawaban Ryaas Rasyid.

” Di telatnya,” jawan Ryaas sambil tertawa ngakak.

Kok bisa? Ini penjelasan dari Mantan Menteri Otonomi Daerah itu. Pejabat yang murni sipil, kata Ryaas, sudah tak aneh bila selalu telat datang ke sebuah acara. Maka tak heran, kalau ada keluhan dari para jurnalis, akan budaya telat dari menteri yang murni sipil.

Tapi kalau yang punya latar belakang militer, biasanya jarang telat datang ke acara,” katanya lagi.

Menteri berlatar militer, masih selalu datang ke acara dengan tepat waktu. Tapi kalau yang sipil, soal telat sepertinya sudah biasa.

Karena waktu saya jadi Dirjen pun, sering telat, ha..ha..” Ujar Ryaas.

Ryaas memang pernah menjadi Dirjen Otonomi Daerah, walau hanya
sebentar karena keburu di minta mendiang Gus Dur, saat Mantan Ketua
PBNU itu jadi presiden, menjadi menteri otonomi daerah.

Waktu jadi menteri gimana, seringkah telat juga? ” Ya lumayan, he…he…” Katanya.

Baca Juga : Tips Sukses Ala Menteri Susi PudjiAstuti