Ini Bukti, DPR Ingin Lemahkan KPK

918

Bukti DPR Ingin Lemahkan KPR ?

Hendardi-DPR-Ingin-Lemahkan-KPK
Lebahmaster.com – Uji kelayakan terhadap delapan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga hari ini belum juga dilakukan. Alih-alih melakukan uji kelayakan atau fit and propert test, Komisi III selaku pihak yang akan menguji para calon, justru mereka ‘ menggugat ‘ hasil seleksi panitia seleksi bentukan Presiden. Mereka, para legislator di Komisi III, mempertanyakan, kenapa dari 8 calon yang diajukan kepada DPR, tak ada unsur dari kejaksaan. Mereka, berdalih adanya unsur kejaksaan, adalah perintah Undang-Undang KPK.

 

Tapi bagi Ketua Setara Institute, Hendardi, sikap Komisi III DPR RI itu seperti mengulur-ngulur waktu saja. Bahkan, ia menuding Komisi III seperti sengaja menunda-nunda proses fit and proper test tanpa alasan yang jelas.

 

Jelas ini merupakan pembangkangan hukum, karena DPR tidak menjalankan perintah UU,” cetus Hendardi, via layanan blackberry messenger, di Jakarta, Sabtu, 28 Novemver 2015.

 

Hendardi menilai, dari argumentasi yang mengemuka, dengan menunda nunda pemilihan pimpinan KPK, parlemen terlihat sekali sedang memainkan politik buying time atau westing time. Tujuannya, para legislator Senayan itu, seakan ingin membuka ruang negosiasi demi tujuan-tujuan politik mereka.

 

Jadi, bukan untuk tujuan pemajuan pemberantasan korupsi,” kata dia.

 

Ditambah lagi, lanjut Hendardi, secara bersamaan, DPR begitu menggebu, bahkan bersemangat mempercepat revisi UU KPK. Maka, penundaan pemilihan para punggawa KPK, serta terus digulirkannya revisi UU KPK yang banyak ditentang publik, memperlihatkan nafsu politik Senayan yang ingin melemahkan KPK, tak pernah padam.

 

Ini merupakan upaya sistematis melemahkan KPK,” katanya.

 

Note : kendati demikian, kita kembalikan semua permasalahan kedua pemegang urusan diatas, entah siapa yang sesungguhnya benar – benar salah atau benar dan siapa yang sebenarnya ingin melemahkan, itu semua tidak harus menjadikan kita sebagai masyarakat saling menjelekan satu sama lain, yang benar akan pasti akan terungkap jelas dan yang salah tak akan pernah bisa bertahan lama Berjaya dengan kesalahannya. Semoga semuanya akan menjadi baik dan saling mendukung dalam kemajuan dan perkembangan negara Indonesia ini.

 

Baca Juga : Jejak Sejarah Lembaga Anti Korupsi Indonesia