Ini Dia Bintang Sepakbola Chile yang Berani Menentang Jenderal Pinochet

1294

Bintang Sepakbola Chile Penentang Jenderal Pinochet

Bintang Sepakbola Chile Carlos Caszely

Bintang sepakbola – Namanya Carlos Caszely. Dia pemain sepakbola asal Chile. Bahkan, bisa dikatakan, Carlos adalah pemain legendaris Chile era tahun 1974. Tapi, Carlos bukan pemain sepakbola biasa. Namun, ia juga dianggap sebagai ‘pahlawan’ bagi rakyat Cile. Namanya harum hingga sekarang. Rakyat Chile, mengaguminya hingga kini, dan menaruh hormat pada Carlos.

Kenapa sampai Carlos dikenang, dikagumi dan dihormati. Ceritanya begini. Kala itu, Chile dalam cengkeraman Jenderal Augusto Pinochet yang memerintah negara tersebut dengan tangan besi. Augusto memerintah Chile dengan represif. Siapun yang menentangnya akan ditangkap, disiksa bahkan dihilangkan. Augusto adalah seorang diktator yang bengis.

Mengutip situs Wikipedia.org, jenderal yang bernama lengkap, Augusto Jose Ramon Pinochet Ugarte, itu adalah seorang komandan angkatan laut Chile. Jenderal kelahiran Valparaiso, 25 November 1915, naik ke tampuk kekuasaan setelah melakukan kudeta terhadap Presiden Salvador Allende yang berhaluan sosialis. Ternyata, naiknya Salvador yang seorang sosialis, membuat negeri Paman Sam, Amerika Serikat tak senang.

Maka dirancanglah, sebuah operasi yang melibatkan CIA, badan intelijen negeri adidaya tersebut. Operasi dengan sandi ‘Jakarta’ pun digelar. Saat itu, Amerika Serikat dipimpin oleh Presiden, Richard Nixon. Augusto Pinochet digandeng sebagai mitra Amerika di Chile untuk menggulingkan Presiden Salvador. Kudeta pun terjadi dipimpin oleh Augusto yang kala itu menjabat sebagai Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Cile.

Padahal ketika itu, Salvador adalah Presiden yang baru saja terpilih lewat sebuah pemilihan umum yang demokratis. Namun memang suasana ‘perang dingin’ membuat Amerika harus bertindak. Salvador yang sosialis dikhawatirkan mengganggu kepentingan Amerika, karena dianggap lebih berkiblat ke blok komunis.

Augusto pun naik ke tampuk kekuasaan. Tapi, sang jenderal ternyata memerintah Chile dengan tangan besi. Demokrasi di berangus. Ia pun menjelma jadi seorang diktator. Siapa pun yang menentangnya bakal dihabisi. Banyak lawan politiknya di libas oleh Augusto. Dalam artikel di Wikipedia tentang Pinochet, disebutkan sekitar 3000 orang Chile terbunuh selama Pinochet berkuasa. Pinochet sendiri berkuasa dari tahun 1973 hingga 1990.

Di zaman Pinochet, pelanggaran HAM terjadi dimana – mana. Tercatat, 2025 kasus pelanggaran HAM terjadi selama Pinochet berkuasa di Chile. Lewat dinas rahasia bernama DINA, semacam lembaga Kopkamtib di era Orde Baru, Pinochet banyak melakukan penangkapan terhadap lawan-lawan politiknya. Siapa pun yang dicurigai menentangnya bakal diciduk, disiksa tanpa proses pengadilan. Bahkan, banyak yang ditangkap kemudian tak jelas rimbanya. Kebanyakan dibunuh. Tercatat 1068 kasus pembunuhan terjadi semasa Pinochet berkuasa. Dan, 957 kasus orang hilang.

Yang menarik, kudeta yang dilakukan Pinochet, mirip dengan apa yang terjadi di Indonesia, kala Soekarno harus lengser digantikan Soeharto. Sebelum kudeta terjadi, beredar dokumen yang membuat publik Cile geger. Dokumen itu menyebut, bahwa ada rencana pembunuhan terhadap beberapa jenderal dan komandan militer. Situasi politik pun penuh ketidakpastian. Saling curiga terjadi. Dan, dengan dukungan CIA, Augusto melakukan kudeta militer, hingga menempatkannya ke kursi kekuasaan.

Suatu waktu, tahun 1974, tim nasional Cile berhasil lolos ke ajang Piala Dunia, sebuah hajatan akbar olahraga paling populer sedunia. Hajatan Piala Dunia sendiri ketika itu digelar di Jerman. Nah, sebelum berangkat ke Jerman, seluruh anggota tim nasional Cile diundang Jenderal Augusto Pinochet ke istana kepresidenan. Carlos salah satu pemain yang datang.

Saat datang menemui Pinochet, Carlos mengenakan pakaian hitam licin, dan juga berkacamata hitam. Ketika Pinochet satu persatu menyalami para pemain tim nasional Cile, Carlos adalah satu-satunya pemain yang menolak bersalaman dengan sang jenderal. Waktu itu, tak terjadi apa-apa.

Tapi semua maklum, sang jenderal marah. Dan, pasti akan ada tindakan terhadap Carlos. Benar saja, setelah peristiwa penolakan proses salaman, ibu Carlos ditangkap dan disiksa tentara. Carlos, ketika berkata, bahwa jika itu harga yang harus dibayar untuk mengatakan tidak pada kediktatoran, ia akan membayarnya.

Keberanian Carlos itulah yang hingga kini membuat namanya harum. Carlos dianggap tak sekedar pahlawan di lapangan hijau, tapi pahlawan bagi rakyat Chile. Bahkan, pada tahun 1985, saat Carlos pamitan atau hendak pensiun dari lapang hijau, proses perpisahannya yang di gelar di National Stadium di Kota Santiago, dihadiri puluhan ribu orang. Mereka hadir menonton laga perpisahan Carlos.

Dan memang hingga kini, nama Carlos harum. Ia dihormati bukan semata sebagai legenda sepakbola Chile. Tapi, oleh rakyat Chile, dianggap sebagai pahlawan kebebasan. Carlos dijadikan salah satu simbol perlawanan terhadap kediktatoran Augusto Pinochet. Carlos, pemain bola, sekaligus pejuang politik.

Sumber : Majalah Tempo, edisi 8 Juni 2014 dan Wikipedia.org

Artikel Lain : 3 Pemain Barca Setara 8 Kali Belanja Pemain Villarreal