Ini Dia hasil 5 Prediksi Mengejutkan Soal Kondisi Ekonomi Dunia di 2016

1204

Hasil Prediksi Kondisi Ekonomi Dunia di Tahun 2016

Kondisi Ekonomi Dunia
Ekonomi Dunia – OPEC atau Organisasi Negara Pengekspor Minyak Dunia baru – baru ini mengeluarkan pernyataan hasil prediksi yang benar – benar mengejutkan terkait kondisi perekonomian dunia di tahun 2016, di perkirakan harga Minyak Dunia akan mengalami kenaikan di tahun depan, jika harga minyak di tahun 2015 ini masih dalam kondisi stabil maka hal tersebut dipastikan tidak akan berlanjut lagi.

 

Disampaikan oleh sekretaris OPEC, Abdullah Al-Badri, karena rendahnya harga Minyak dunia hal itu menjadi sebab beberapa produsen Non Opec mulai mengurangi kapasitas produksi minyak.

 

Dalam beberapa bulan atau satu tahun atau mungkin lebih ini akan berubah,” katanya mengutip dari laman CNBC, yang telah di post pada Kamis (17/12).

 

Sejak 2004 lalu, harga minyak dunia telah mengalami kemerosotan yang sangat dratis sampai berada pada level yang sangat rendah, yaitu USD 36 per barel. Disisi lain para Analisis berharap, kalau harga minyak bisa naik kembali ke level Harga USD 100 Per Barel paling lambat dicapai pada tahun 2017 mendatang.

 

Kendati demikian badri menyampaikan kalau saat ini OPEC tidak memiliki target khusus tentang harga Minyak dunia, namun sedang dalam proses mencari nilai yang wajar yangberarti dan bisa memberikan keuntungan.

 

Negara anggota harus dapat penghasilan yang layak dan kami bisa investasi untuk memberi pasokan ke konsumen.” Ujar Badri lanjut.

 

Sejauh ini minyak dunia telah diproduksi hingga 2 juta barer perhari dan itu merupakan angka yang jauh lebih banyak dari jumlah konsumsi. OPEC terus memompa minyak dengan harapan produsen lain seperti Amerika bisa keluar dari pasar minyak dunia.

 
Prediksi lain memperkirakan kalau jumlah produksi minyak dunia akan mengalami penurunan dalam dua sampai tiga tahun kedepan. Alasannya, sudah banyak perusahaan migas yang memotong biaya produksi atau investasi karena harga minyak dunia yang mengalami kemerosotan. Badri menyebut, pasokan minyak Non-OPEC akan menurun 400.000 barel per hari di tahun depan.

 

Prediksi tidak hanya datang dari OPEC, bank investasi, Saxo Bank juga mengeluarkan prediksi tentang kondisi Ekonomi Dunia di 2016 mendatang. Dainataranya Berikut uraian 5 prediksi tersebut seperti dikutip dari CNBC:

 

1. Harga minyak meroket USD 100 per barel di 2016
Saxo Bank memprediksi harga minyak dunia akan kembali meroket ke level USD 100 per barel pada 2016. Hal ini melihat kejadian turunnya haga minyak dunia hingga di bawah USD 40 per barel dari sebelumnya di atas USD 100 per barel.
Harga minyak dunia telah jatuh sejak Juni 2014 silam saat menyentuh harga puncaknya di USD 114 per barel. Penyebabnya, OPEC tidak mau memangkas prouksi meski produsen kecil sudah meminta pengurangan produksi untuk menaikkan harga.

 
2. Kenaikan harga pangan
Saxo Bank memprediksi harga pangan akan melonjak di 2016 mendatang yang disebabkan oleh fenomena cuaca El Nino.
Selain itu, Saxo Bank juga memprediksi kenaikan harga logam mulai atau emas sebesar 33 persen.

 
3. Dolar melemah dan Euro akan menguat
Saxo Bank memprediksi, nilai tukar Euro akan terus menguat di tahun depan. Kepala ekonom Saxo Bank, Steen Jakobsen mengatakan, satu Euro saat ini bernilai USD 1,09 atau melemah karena isu quantitatif easing Amerika. Nilai tukar Euro akan menguat di 2016 dengan nilai satu Euro sekitar USD 1,23 dolar.

 
Eropa masih merasakan surplus transaksi berjalan dan inflasi Eropa juga jauh lebih rendah dari Amerika Serikat. Secara tradisional ini mengara ke penguatan nilai tukar,” ucap Jakobsen.

 
Menurut dia, penaikan suku bunga The Fed malah akan membuat nilai tukar USD melemah karena investor seluruh dunia akan mengincar dolar.

 
Ketika Anda meningkatkan harga mata uang, Anda harus mengambil harga untuk membuat keseimbangan baru. Ini memang rumit dan tidak semua orang bisa melakukannya dengan benar,” katanya lagi.

 

5. Olimpiade pulihkan ekonomi negara berkembang.
Pada Olimpiade 2016 di Brasil diprediksi akan menjadi mesin pendorong pemulihan ekonomi negara berkembang, yang dipimpin oleh Brasil.

 
Stabilisasi, pengeluaran untuk investasi Olimpiade dan reformasi sederhana akan menjadi sentimen di Brasil. Ekspor negara berkembang juga akan terbantu karena ini”.

 
Kondisi Negara berkembang seperti Brasil dan Indonesia saat ini sepertinya tersiksa karena investor melarikan Aset mereka sebagai bentuk Antisipasi jelang kenaikan suku bunga The Fed.

 

5. Nilai tukar Rubel Rusia naik
Prediksi lain dari Saxo Bank di 2016 mendatang adalan kenaikan nilai tukar Rubel Rusia. Nilai tukar Rubel akan naik 20 persen terhadap dolar Amerika ((USD) di tengah lonjakan permintaan minyak.

 

 

Demikianlah informasi mengenai hasil analisa dan prediksi Ekonomi Dunia yang akan terjadi pada tahun 2016 Mendatang. Apakah benar – benar akan terjadi? Wallahu’alam, namanya juga prediksi ya, Maybe yes maybe No. Harapannya semoga yang terbaik akan terus terjadi demi kebaikan dan perkembangan ekonomi dunia terkhusus Indonesia.