Ini yang Harus Dilakukan  Bila Terjadi Gempa

6225

Hal-Yang-Harus-Dilakukan-Jika-terjadi-Gempa

Tips Bila Terjadi Gempa – Rabu pagi, 18 Maret 2015, saya mendapat broadcast yang dikirimkan Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pak Sutopo Purwo Nugroho. Sebagai wartawan, saya sering dikirimkan info-info bencana dari Pak Sutopo. Lembaga Pak Sutopo, BNPB itu sendiri adalah lembaga yang khusus dibentuk untuk mengurusi atau menangani bencana.  Nah, Pak Sutopo ini bisa dikatakan adalah juru bicaranya. BNPB sendiri sekarang dipimpin oleh Syamsul Ma’arif.

Saya termasuk salah satu wartawan dari sekian banyak wartawan yang rutin dapat info bencana dari Pak Sutopo. Lewat layanan Blackberry Messenger atau BBM, Pak Sutopo kerap mengirimkan info, ketika terjadi sebuah bencana. Bahkan, info bencana yang dikirimkan Pak Sutopo, begitu update, bisa setiap jam, bila memang ada perkembangan baru.

Pesan dari Pak Sutopo yang saya terima Rabu 18 Maret 2015, informasi tentang gempa. Dalam pesannya Pak Sutopo melaporkan bahwa telah terjadi gempa di Halmahera Barat, Maluku Utara. Menurut Pak Sutopo, gempa yang terjadi di Halmahra Barat berkekuatan 6,2 Skala Richter. Gempa terasa pukul 05.12 WIB. Dalam pesan BBM-nya Pak Sutopo juga mengungkapkan bahwa pusat gempa berada 115 kilometer Barat Laut Halmahera Barat, Maluku Utara. Tapi Pak Sutopo bersyukur, gempa tidak memicu potensi tsunami. Namun memang gempa dirasakan kuat di Halmahera Barat selama 5 detik,

Kata Pak Sutopo dalam pesannya gempa addalah bencana yang bersifat mendadak. Karena sifatnya mendadak, maka guncangannya tak dapat diprediksikan. Jadi gempa bisa kapan saja terjadi.

Nah ini ada pesan penting dari Pak Sutopo, tentang apa yang harus dilakukan bila terjadi gempa. Kata Pak Sutopo dalam broadcast messenger-nya, yang penting bagi masyarakat yang tinggal di daerah yang rawan gempa selalu waspada. Ia pun  kemudian membagikan nasehat atau tipsnya jika terjadi gempa. Kata dia, jika terjadi gempa,  segera keluar dari bangunan. Setelah itu segera pula mencari tempat yang aman. Nah, bila kita sedang berada di dalam bangunan tinggi kata Pak Sutopo, segera berlindung pada konstruksi yang kuat.

Pak Sutopo juga mengingatkan bila gempa terjadi, lalu masyarakat masih berada dalam gedung, ia minta menghindari kaca-kaca dan benda lain yang mudah roboh. Karena kata Pak Sutopo, kerapkali korban yang jatuh,  bukan disebabkan oleh gempanya. Tapi diakibatkan oleh bangunan yang roboh. Selain itu, harus ada Latihan  rutin yang dilakukan. Latihan rutin ini kata Pak Sutopo, sangat penting agar kita terbiasa merespon dengan benar saat terkena gempa.

Terkait Halmahera Barat yang sering diguncang gempa, menurut Pak Sutopo karena memang wilayah ini adalah zona rawan tinggi gempa. Gempa yang terjadi,  akibat subduksi ganda dari lempeng laut Filipina di timur dan Erusasia di barat pada lempeng Laut Maluku. Adanya subduksi ganda tersebut melahirkan kompresi barat timur dengan laju 4 centimeter per tahun. Misalnya, gempa 7,3 Skala Richter  pernah terjadi di wilayah ini pada 15 November 2014 yang memicu dikeluarkannya peringatan dini tsunami.