Istilah – Istilah Dalam Dunia Properti Perlu Di Ketahui

3980

Istilah Istilah Dalam Dunia Properti

Istilah Istilah Dalam Dunia Properti
Istilah Istilah Dalam Dunia Bisnis Properti

Istilah Istilah Dalam Dunia Bisnis properti

Istilah Istilah Dalam Dunia Properti – Dalam dunia properti banyak sekali istilah – istilah yang harus kita ketahui apabila ingin berkecimpung di dalam dunia bisnis properti. namun, mengetahui istilah istilah dalam dunia properti bukan hanya di peruntukan bagi mereka yang ingin berbisnis properti saja, sebagai seorang yang ingin membeli atau pun punya properti yang ingin di jual pun harus mengetahui istilah yang sering di gunakan ketika berbicara mengenai properti, hal ini perlu di ketahui supaya ketika kita melakukan transaksi properti bisa berjalan dengan mudah dan lancar.

orang lain cenderung meragukan kita sebagai seorang pembisnis properti yang profesional apabila kita tidak mengetahui istilah yang sering di gunakan dalan bahasa properti terlebih lagi jika properti kita tawarkan tidak ada legalitas yang resmi sebagaimana yang terkandung di dalam istilah dunia properti tersebut. oke..tanpa harus memperpanjang pengantar artikel ini langsung saja kita daftar istilah istilah dalam dunia properti yang sering sekali digunakan di antaranya ialah :

AJB

AJB : Akta Jual Beli. Akta yang menyatakan telah terjadi peralihan hak kepemilkan atas sebuah aset dan sah secara hukum, karena nama di sertifikat telah diganti menjadi nama pembeli.

Anami

ANAMI : Apartemen sederhana milik. Kelasnya ada di antara rusunami dengan apartemen / kondominium.

Bepertarum

Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan.

BBN

Bea Balik Nama

BPHTB

Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan

BPN

Badan Pertanahan Nasional

FASUM

Fasilitas Umum

FASOS

Fasilitas sosial

FLPP

Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan

GSB

Garis Sempadan Bangunan, adalah garis batas yang tidak boleh dilampaui dalam membangun bangunan ke arah GSJ (jarak minimal antara bangunan dengan jalan).

GSJ

Garis Sempadan Jalan, atau garis rencana jalan yang ditetapkan dalam rencana kota

HGB

Hak Guna Bangunan

HGU

Hak Guna Usaha

HPL

Hak Pengelolaan Lahan

IMB

Izin Mendirikan Bangunan. Diberikan kepada perorangan atau badan hukum untuk dapat melaksanakan kegiatan pembangunan properti.

IPB

Izin Penggunaaan Bangunan. Izin yang diberikan kepada perorangan atau badan hukum setelah properti selesai dibangun sesuai IMB dan telah memenuhi syarat fungsi perlengkapan bangunan.

KANTO

Kantor toko

KMB

Kelayakan Menggunakan Bangunan. Izin yang diberikan kepada perorangan atau badan hukum setelah habis masa berlakunya IPB (5 tahun untuk bangunan non rumah tinggal dan 10 tahun untuk bangunan rumah tinggal) terhadap pemenuhan persyaratan kelayakan untuk berfungsinya bangunan.

KPR

Kredit Pemilikan Rumah

KPA

Kredit Pemilikan Apartemen

KDB

Koefisien Dasar Bangunan, yaitu angka persentase perbandingan luas bangunan yang bisa dibangun terhadap luas tanah yang tersedia, sesuai rencana tata kota. Misalnya, KDB 50%, luas lahan 1000 meter persegi. Berarti luas lahan yang dapat dibangun hanya 500 meter persegi, sisanya digunakan untuk ruang terbuka hijau dan resapan air.

KLB

Koefisien Lantai Bangunan, yaitu perbandingan jumlah luas seluruh lantai terhadap luas tanah perpetakan yang sesuai dengan rencana kota.

LTV

Loan to Value. Rasio antara nilai kredit terhadap agunan pada saat awal pemberian kredit

NPWP

Nomor Pokok Wajib Pajak

NJOP

Nilai Jual Objek Pajak adalah nilai yang ditetapkan negara sebagai dasar pengenaan pajak bagi PBB. NJOP seringkali diasumsikan sebagai harga terendah atas properti. Biasanya properti yang dijual dengan harga 1,5 hingga dua kali lipat dari harga NJOP.

PPH

Pajak Perolehan penghasilan

PPN

Pajak Pertambahan Nilai

PPAT

Pejabat Pembuat Akte Tanah

PBB

Pajak Bumi dan Bangunan

PPJB

Pengikatan Perjanjian Jual Beli, yakni perjanjian jual-beli antara pihak penjual dan pembeli dimana masih sebatas kesepakatan saja dan belum ada peralihan hak kepemilikan tanah atau rumah secara hukum. Dengan demikian, di sertifikat masih atas nama penjual, sampai klausul-klausul yang disepakati terpenuhi. untuk  PPJB biasanya dilakukan agar tidak dibeli oleh pihak lain.

RAB

Rencana Anggaran Biaya, yaitu ringkasan perkiraan pengeluaran dan pemasukan dalam pengerjaan sebuah proyek properti. Melalui RAB ini bisa ditentukan beberapa hal, diantaranya harga jual yang layak, paket investasi, perkiraan keuntungan, durasi pengerjaan, dan lain-lain.

RUKO

Rumah Toko

RUKAN

Rumah Kantor

RUSUNAMI

Rumah Susun Sederhana Milik

RUSUNAWA

Rumah Susun Sederhana Sewa

SBDK

Suku Bunga Dasar Kredit

SIUP

Surat Izin Usaha Perdagangan

SHGB

Sertifikat Hak Guna Bangunan

SHM

Sertifikat Hak Milik

SIPPT

Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah, yakni izin dari gubernur terhadap penggunaan tanah bagi bangunan dengan kepemilikan luas tanah 5000 meter persegi atau lebih.

SMF

Secondary Mortgage Facility

SPOP

Surat Pemberitahuan Objek Pajak.

SOHO

Small Office, Home Office atau hunian yang juga dijadikan sebagai kantor.

SPPT

Surat Pemberitahuan Pajak Terutang

TDP

Tanda Daftar Perusahaan. Diberikan dinas pemerintahan kepada perusahaan yang telah disahkan pendaftarannya.

UUPA

Undang-undang Pokok Agraria

Itulah di antara istilah – istilah Dalam dunia Properti yang sering muncul atau sering sekali digunakan dalam dunia bisnis properti, maka sebaiknya kita untuk mengetahuinya minimal istilahnya terlebih dahulu baru setelah itu di pelajari lebih dalam lagi penjelasan dari masing – masing istilah itu. karena hanya dengan mengetahui istilahnya saja tidaklah cukup akan tetapi perlu di pelajari lebih detail lagi tentang hukum – hukum yang berkenaan dengan istilah tersebut.

Semoga artikel singkat ini bisa menambah wawasan kita semua sobat Lebah Master dan bisa memberikan manfaat yang banyak untuk kita semuanya. Salam Properti…!

Baca Juga Artikel Lainnya : 18 Tips Berbisnis Menggunakan Media Sosial