Jalan Berliku Ahmad Dhani Nyagub di Jakarta

702

Ahmad Dhani

LebahMaster.Com, Jakarta – Ahmad Dhani, bos Republik Cinta Management, yang juga mantan pentolan Dewa 19, band yang pernah tenar di Tanah Air, sedang merintis asa, hendak maju dalam pemilihan gubernur di Jakarta. Bahkan, Ahmad Dhani, eks suami Maia Estianty itu, sudah terang-terangan mempromosikan dirinya sebagai bakal calon orang nomor satu di Jakarta.

Tidak hanya itu, Ahmad Dhani sudah pula blusukan. Dan memberi nama acara blusukannya itu dengan ‘Kasidah Cinta’. Tapi bukan perkara mudah ternyata maju nyagub di Jakarta. Lawannya pun tak main-main, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang sekarang sedang jadi Gubernur DKI Jakarta.

Melawan dan bersaing dengan Ahok adalah pekerjaan sulit. Sebab menurut hasil survey, elektabilitas dan Ahok masih nomor satu diantara nama-nama yang disebut-sebut bakal maju dalam Pilgub di Jakarta. Dhani, meski populer sebagai artis cum penyanyi, ternyata elektabilitasnya belum kinclong untuk urusan nyagub. Bahkan, popularitas Dhani juga belum menggemberikan, masih kalah jauh dengan Ahok.

Tapi Dhani, masih maju pantang mundur. Niatnya maju untuk nyagub, tak pernah kendor. Awalnya, dia berniat maju lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partainya Cak Muhaimin Iskandar. Dhani memang punya kedekatan dengan partai berbasis nadhliyin itu.

Bahkan, Dhani sudah sangat pede, via PKB, dia bisa nyagub. Tapi harapan dan rasa pede Dhani, tak segaris lurus dengan sikap PKB. Partai tersebut, meski di awal antusias, namun di babak berikutnya, seperti niat tak niat mau nyalonin Dhani. Tidak hanya itu, kemudian PKB coba merapat ke Ahok. Membuka kemungkinan mendukung Ahok.

Terang saja, langkah PKB itu, buat Dhani agak berang. Dhani bahkan mengancam, tak lagi mendukung PKB. Dan, akan membawa kalangan nadhliyin ‘menjauh’ dari PKB. Elit PKB sendiri santai saja menanggapi ‘gertakan’ Dhani. Dengan kalem, mereka bahkan balik ‘menggertak’ Dhani. Emangnya siapa elu, kira-kira seperti itulah ‘serangan bali’ elit PKB atas gertakan Dhani.

Selain ke PKB, Dhani juga coba dekati Partai Gerindra. Namun belum ada juga sinyal atau lampu hijau dari partai besutan Prabowo Subianto tersebut. Sikap Dhani pun mulai melunak. Dia, tak lagi koar-koar, ngotot ingin jadi cagub. Dhani kemudian menurunkan keinginannya. Tak bisa nyagub, jadi cawagub pun jadi. Begitulah istilah yang tepat menggambarkan sikap Dhani saat ini.

Bahkan demi tetap bisa maju di Pilgub Jakarta, Dhani sampai mengirim SMS ke Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. Lewat SMS, Dhani berharap Ganjar mau maju jadi cagub di Pilgub Jakarta. Dan, pada Ganjar, ia menyampaikan, siap jadi cawagubnya atau jadi calon wakil gubernurnya.

Keinginan Dhani, ibarat cinta bertepuk sebelah tangan. Gayung tak bersambut. Ganjar, tak berminat maju di Pilgub Jakarta. Mimpi Dhani jadi cawagub Ganjar pun langsung buyar. Tak bisa gandeng Ganjar, Dhani tak patah arang. Ia coba mendekati Yusril Ihza Mahendra, dan Sandiaga Uno. Pada keduanya, Dhani juga menyatakan siap jadi calon nomor dua. Sayang, belum ada kepastian. Hingga kini, tak jelas nasib pencalonan Dhani. Suara Dhani yang juga sempat nyaring rajin ‘menyerang’ Ahok, bahkan Jokowi, kini mulai meredup. Padahal, kalau menengok ke belakang, Dhani selalu jadi pemberitaan.

Pertanyaan pun menyeruak. Jadikah Dhani maju Pilgub? Ternyata cukup berliku, jalan yang harus dilalui Dhani, demi menggapai ambisinya jadi ‘penguasa’ di ibukota. Atau jangan-jangan, Dhani cukup jadi penyanyi saja?

Ya, Dhani memang pernah jadi jurkam saat pemilu legislatif dan pemilihan presiden kemarin. Dhani mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Sementara PKB, yang didukungnya kala Pileg, justru mendukung Jokowi-Jusuf Kalla yang jadi rival Prabowo-Hatta. Sejarah pun mencatatkan, Prabowo-Hatta keok melawan Jokowi-Kalla. Mungkin sebatas itukah pencapaian Dhani di dunia politik? Sebatas jadi jurkam. Kita tunggu saja tahun 2017, apakah Dhani benar-benar bisa maju di Pilgub DKI Jakarta. ( By. Agus.S )