Mengapa Hanya Persipura yang Berjaya ?

Persipura Berjaya

Lebahmaster.com – Ini sebenarnya cerita lawas, saat saya ditugaskan kantor, sebuah media cetak yang terbit di Jakarta, untuk meliput pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, di Jayapura, April 2013.

 

Stadion Mandala, stadion olahraga kebanggaan masyarakat Papua, pada hari Selasa, 9 April 2013, nampak ramai dan semarak. Keramaian seperti itu biasanya terjadi bila klub sepakbola kebanggaan rakyat Papua, Persipura sedang berlaga menghadapi lawannya di Liga Super Indonesia.

 

Tapi kesemarakan di Stadion Mandala, yang ada di Kota Jayapura itu, bukan karena hari itu bintang lapangan kesayangan masyarakat Papua, Boas Salossa sedang tampil meliuk menggocek bola. Namun kesemarakan di Mandala hari itu, bukan karena Persipura sedang menjamu lawan, tapi  masyarakat Papua yang akan memiliki pemimpin baru yakni Lukas Enembe dan Klemen Tinal.  Ya, hari Selasa itu, adalah hari dilantiknya Lukas-Klemen Tinal, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, yang terpilih sebagai pemenang dalam hajatan Pilkada yang telah lewat.

 

Saya berkesempatan menyaksikan langsung prosesi pelantikan tersebut. Suasana pagi sangat cerah, saat saya tiba  tiba di Stadion Mandala. Sekeliling stadion sudah penuh dengan kerumunan warga. Bahkan di pinggir jalan,  warga menggelar dagangannya,  mulai dari minuman, makanan hingga buah merah dan buah pinang.

 

Memasuki stadion, suasana lebih semarak lagi. Penjagaan sekitar stadion tampak ketat. Personil Brimob, berpakaian hitam-hitam, berompi anti peluru dan bersenjata lengkap terlihat siaga dipojok-pojok stadion. Tak hanya personil Brimob yang siaga menjaga, tapi juga pasukan anti teror dari Kodam Cendrawasih tampak waspada di sekitar komplek olahraga tersebut. Penjagaan dimaklumi, mengingat Papua, adalah provinsi yang masih rawan konflik dengan keberadaan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

 

Kembali ke acara pelantikan. Di dalam stadion nampak sebuah tenda besar,  tempat pelantikan di langsungkan. Tribun penonton utama sudah ramai diisi oleh warga. Bentangan spanduk bergambar Lukas-Klemen Tinal di pasang di sudut-sudut stadion. Menjelang siang, rombongan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi yang akan melantik tiba di stadion. Sorak sorai bergema, begitu terlihat putra bungsu Presiden SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono hadir. Putra bungsu Presiden itu hadir dalam pelantikan sebagai Sekjen Partai Demokrat. Lukas sendiri maju ke Pilkada dengan dukungan Partai Demokrat.

 

Saat memberi kata sambutan, Mendagri menyatakan kekagumannya pada prosesi pelantikan yang di gelar di sebuah stadion olahraga. Menurut Gamawan, selama ia menjadi Mendagri, baru kali ini melantik kepala daerah di sebuah komplek olahraga terbuka.

 

Pelantikan ini baru pertama kali terjadi di  Indonesia. Selama jadi Mendagri baru sekarang melantik di. Sebuah stadion besar,” katannya.

 

Menurut orang nomor satu di Kementerian Dalam Negeri itu, Papua adalah tanah yang memiliki banyak berkah. Bentangan lautnya luas, tanahnya pun tak kalah luas. Di atas, tanahnya subur. Di dalam, tersimpan harta tambang. Dengan  segala yang dipunyai,  Papua bisa maju lebih baik, bahkan melebihi daerah lain. Apalagi sekarang Papua, berstatus daerah Otonomi Khusus.  Dan, bila sekarang Papua punya Persipura, tim bola berjuluk mutiara hitam yang disegani lawan, maka lewat Otsus, Papua bisa menjadi daerah yang dikagumi daerah lain.

 

Jangan sampai, kata dia, hanya Persipura yang berjaya, bisa mengalahkan Persija Jakarta, bahkan jadi juara liga. Tapi Papua, sebagai provinsi bisa berjaya lewat derap pembangunannya. Modal sudah di genggam, didukung pula oleh status Otsus. Tinggal mensinergikan semua itu, demi kemajuan Papua.

 

Bila sekarang Persipura bisa mengalahkan Persija Jakarta, kedepan kemajuan Papua bisa melebihi Jakarta,” kata Gamawan.

 

Karena itu Gamawan mengingatkan gubernur terpilih untuk meneguhkan komitmennya sebagai pemimpin. Apalagi dalam Pilkada, Lukas-Klemen Tinal mendapat kepercayaan luar biasa dari warga dengan meraih 52 persen dukungan pemilih.

 

Bila sekarang bapak sedang. gembira dilantik,maka besok tugas bapak adalah menggembirakan masyarakat,” katanya.

 

Dan, bila sekarang yang dilantik dilayani bak raja.  Usai pelantikan,  tugas kepala daerah adalah melayani warga. Karena esensi pesta demokrasi puncaknya adalah pelantikan,dan ujungnya pengabdian. Pelantikan pemimpin baru Papua, harus jadi momentum membuka lembaran baru.

 

” Momentum kebangkitan masyarakat Papua,” kata Gamawan.

 

Dan di era otonomi daerah, bola kewenangan kini di tangan Pemda. Pemda mesti menjadi kepala rumah tangga yang baik. Menjadi pelayan bagi semua penghuni rumah. Papua, mempunyai modal berharga, dianugerahi Tuhan dengan limpahan sumber daya tambang dan tanah yang subur. Serta bentangan wilayah yang sangat luas. Modal lainnya adalah status Otsus.

 

Seperti diketahui, UU Nomor 21 tahun 2001, menjadi landasan hukum bagi status kekhususan Papua.  Regulasi kekhususan Papua itu, efektif sejak 2002. Dan selama rentang 2002-2013 ini, sebenarnya banyak capaian positif dari pelaksanaan Otsus Papua. Meski disana-sini masih banyak kelemahan dan kekurangan yang mesti diperbaiki.

 

Dengan status Otsus, Papua pun mendapat perlakuan dari segi anggaran. Merujuk pada catatan pemerintah, dari tahun 2002 hingga 2013 telah dialokasikan dana otonomi khusus sebesar 38,038 trilyun. Dana jumbo itu sebenarnya modal signifikan untuk mengakselerasi pembangunan. Ada kemajuan, tapi ada juga catatan kritis.

 

Misalnya terkait dengan indek pembangunan manusia, sebagai salah satu indikator kemajuan pembangunan. Catatan pemerintah, indek pembangunan manusia di Papua, sejak diberlakukan Otsus mengalami tren kenaikan setiap tahunnya. Hal itu tergambar dalam data IPM Papua. Di tahun 2002, IPM Papua, hanya mencapai skor 60,10. Terus meningkat, dan di 2011, skor IPM Papua mencapai 65,34.

 

Tapi, Mendagri sendiri menggarisbawahi, peningkatan IPM itu masih menempatkan Provinsi Papua dalam urutan 33 dari seluruh provinsi di Papua. Karena itu, Mendagri berharap, pemimpin Papua yang baru harus mampu menerjemahkan Otsus Papua sebagai satu sarana efektif dan efesienn bagi percepatan pelaksanaan agenda aksi pembangunan manusia di tanah Cendrawasih tersebut. Artinya, masih banyak pekerjaan rumah yang mesti dirampungkan dan dibereskan. Jangan sampai, seperti kata Mendagri, hanya Persipura yang berjaya. Tapi masyarakat Papua pun bisa berjaya.

 

Baca Juga : Sisi Lain Socrates, Legenda Sepakbola Brasil