Cara Unik Jenderal Sarwo Edhie Wibowo Ucapkan Ulang Tahun Kepada Putranya

1443

Cara Unik Ucapkan Selamat Ulang Tahun Jendral Sarwo Edhie Wibowo Pada Putranya

Jenderal Sarwo Edhie wibowo

 

Lebahmaster.com, Jenderal Sarwo Edhie Wibowo – Saat gonjang-ganjing politik tahun 1965, muncul perwira muda yang kemudian meroket namanya. Dia adalah Sarwo Edhie Wibowo. Saat itu, Sarwo Edhie berpangkat Kolonel. Posisinya Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), kesatuan elit di lingkungan TNI-AD yang sekarang bernama Kopassus.

Sarwo Edhie bersama RPKAD-nya berperan penting dalam menumpas kelompok Gerakan 30 S/PKI (G 30 S/PKI) Pasukannya dikirim ke berbagai daerah. Sayang terjadi peristiwa kelam. Pembantaian terjadi dimana-mana. Korban jiwa pun jatuh dengan jumlah besar. Peristiwa itu jadi sejarah terkelam negeri ini.

Karir militer Sarwo Edhie sendiri setelah itu meroket. Pangkatnya baik, sampai kemudian ia jadi Letnan Jenderal alias perwira bintang tiga. Jabatan terakhirnya di TNI adalah Gubernur Jenderal Akademi Militer.

Mengutip Wikipedia.org, Jenderal Sarwo Edhie menikah dengan Sunarti Sri Hadiyah. Dari pernikahannya lahir enam orang anak. Empat putri, dua putra. Mereka adalah Wijiasih Cahyasasi, Kristiani Herrawati, Wrahasti Cendrawasih,  Mastuti Rahayu, Hartanto Edhie Wibowo dan Pramono Edhie Wibowo.

Salah satu putrinya Kristiani Herrawati menikah dengan Susilo Bambang Yudhoyono, seorang tentara peraih Adhimakayasa atau lulusan terbaik Akademi Militer. Kelak, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jadi Presiden RI yang kelima. SBY jadi Presiden setelah menang dalam pemilihan presiden tahun 2004, yang merupakan pemilihan presiden secara langsung pertama di Indonesia. Pada pemilihan presiden 2009, SBY kembali terpilih. Jadi menantu Jenderal Sarwo Edhie Wibowo itu jadi Presiden dua kali periode.

Diantara putra-putri Jenderal Sarwo Edhie Wibowo, yang jadi tentara hanya satu orang, yakni Pramono Edhi Wibowo. Seperti sang ayah, Pramono juga meniti karir militernya di kesatuan komando khusus. Karirnya juga moncer. Pernah jadi ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri, Komandan Jenderal Kopassus, Pangkostrad hingga terakhir menjadi Kepala Staf TNI-AD (Kasad).

Pramono lahir pada 5 Mei 1955. Ia lulus Akabri pada tahun 1980. Hampir sebagian besar karirnya ia habiskan di lingkungan Kopassus. Pramono Pada Proses Wawancara Khusus dengan salah stu stasiun televisis belia Mengaku, ayahnya banyak mempengaruhi hidupnya. Ayahnya yang seorang tentara, kata Pramono, banyak mengajarkan prinsip-prinsip kehidupan. Ayahnya, Jenderal Sarwo Edhie Wibowo yang membentuk karakternya.

“Saya diajari, tidak jadi orang yang dikenal karena anak siapa. Itu ajaran ayahnya,” kata Pramono saat di wawancarai wartawan sebuah stasiun televisi.

Tentang ayahnya, Pramono punya satu cerita yang hingga sekarang membekas dalam ingatannya. Saat itu, kata dia, ia baru saja masuk di Akabri. Di sana, ia mulai digembleng jadi tentara.

Pramono pun kemudian bercerita tentang kisah yang sekarang masih membuatnya terkesan. Suatu waktu, dirinya baru saja usai latihan dan mulai istirahat. Ia pun masuk barak di Akabri Magelang. Ketika itu, ia masih taruna, belum dapat pangkat apapun.

Tengah malam, tiba-tiba seniornya di tingkat empat membangunkan dia. Pramono pun digiring dan di bawa ke kamar mandi. Ia tentu kaget dan bingung. Ia awalnya menduga kena hukum. Tapi bingung, apa kesalahannya.

Kamar mandinya sendiri, kamar mandi tempat para taruna mandi bersama. Tempat mandinya hanya drum-drum besar. Dan kamar mandi tanpa atap alias terbuka.

Sampai di kamar mandi, Pramono disuruh masuk dalam drum. Ia pun berendam hingga batang leher. Kata dia, karena tengah malam, udara sangat dingin. Apalagi dia harus berendam dalam air. Ia pun menggigil kedinginan.

“Saya disuruh masuk dalam drum. Jam 12 malam, waktu itu. Berendam sampai leher. Tahu sendiri Magelang, dingin” kata Pramono mengenang kembali kisahnya.

Saat berendam itulah, senior yang membawanya itu tiba-tiba bicara. Ia diminta mendengarkan apa yang akan dibacakan seniornya. Ternyata, yang dibaca seniornya itu adalah kartu ucapan ulang tahun yang dikirimkan Oleh Sang ayah Tercintanya Jenderal Sarwo.

Baca Juga: Ini Dia Tokoh yang Pertama Kali Kenalkan Istilah Jabotabek

Seniornya pun kemudian membacakan kartu selamat ulang tahun dari Jenderal Sarwo. Mau tahu apa isi tulisan di kartu selama ulang tahun yang dikirim Jenderal Sarwo? Jenderal Sarwo edhie wibowo menuliskan begini :

 

“Selamat ulang kamu sekarang jadi prajurit pangkat terendah di Indonesia. Sehingga kamu harus menghormati seniormu. Luar biasa. Itu sampai sekarang terkenang. Jalankan semua perintah atasan,” begitu isi kartu ulang tahun Jenderal Sarwo edhie wibowo untuk putranya, Pramono Edhie Wibowo.

 

Beliau Juga Mengatakan kalau sang Ayah selalu mengajarkan, agar melakukan sesuatu sesaui dengan pangkat dan jabatan yang kita miliki. Itulah yang selalu menjadi pegangan beliau saat pergi kemanapun dalam menjalankan tugasnya.