Jokowi ” Jika Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Untuk Apa Takut “

797

Presiden Joko-widodo

Lebahmaster.com – Dalam pidatonya saat membuka Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Presiden Joko Widodo , menyentil soal masih rendahnya serapan anggaran di daerah. Kepala negara heran, kenapa serapan anggaran di daerah masih seret. Padahal, kalau serapan anggaran maksimal, bakal mengerakan perekonomian masyarakat.

 

Ini serapan angaran. Saya agak sedih. Duit ada. Membelanjakannya kok terlambat. Biasanya nyari duit yang sulit. Ini duit sudah ada. Apa masalahnya? Takut? Takut apa?” kata jokowi, di Hotel Grand Clarion, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu malam, 25 November 2015.

 

Berkali-kali Jokowi bertanya, kenapa kepala daerah seperti takut membelanjakan anggaran. Kata Jokowi, jika memang tak mengambil satu rupiah pun untuk kepentingan pribadi, tak ada alasan untuk takut.

 

Saya tanya, takut apa? Kalau bapak dan ibu semua, tidak ambil satu rupiah pun yang ditakutkan apa?” katanya.

 

Bahkan beliau menegaskan, dirinya akan memback up kebijakan kepala daerah yang dipersoalkan. Tapi, dengan catatan, kebijakan itu memang benar semata untuk rakyat. Jadi tak usah takut menyerap serta mengeluarkan kebijakan.

 

Saya akan bantu. Kalau kebijakan, tunjukan pada saya, dan itu betul, saya akan back up penuh. Takut apa?” katanya.

 

Dirinya paham, karena pernah jadi Wali Kota dan Gubernur. Tapi, Jokowi menegaskan, selama kepala daerah dalam mengeluarkan kebijakannya itu memang benar, tak usah takut. Jadi, selama tak mengambil uang negara untuk kepentingan sendiri tak usah takut.

 

Saya dulu pernah jadi wali kota, jadi gubernur, enggak pernah takut, karena tak satu sen pun rupiah saya pegang. Jadi untuk apa takut,” ujarnya.

 

Jokowi mengaku kecewa, karena hingga kini ada uang sebesar 259 trilyun di daerah yang mengendap di bank, belum dibelanjakan. Uang tersebut tentunya sangat besar. Bila dibelanjakan, dampaknya akan sangat luar biasa.

 

Dulu waktu saya sampaikan pada bulan Agustus ada 273 trilyun, kemudian naik jadi 290 trilyun. Ini turun tapi angkanya masih besar. Padahal kalau dibelanjakan pada belanja yang tepat, akan gerakan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

 

Maka kedepan, pemerintah pusat kata bapak presiden , akan pakai cara baru dalam transfer dana ke daerah. Pusat akan menerapkan sistem transfer dengan surat utang. Jadi, transfer dana tak lagi dalam bentuk cash, langsung di kirim ke daerah.

 

Kita akan pakai cara baru. Kalau ditransfer dari pusat dalam bentuk uang, itu tak cepat dihabiskan malah di deposito kan di bank daerah dan nasional,” kata Jokowi.

 

beliau juga mengungkapkan, bahwa tiap hari ia selalu memantau perkembangan penyerapa anggaran seluruh daerah. Bahkan, itu sudah jadi menu sarapan paginya. Maka, agar tak ada lagi cerita penyerapan anggaran di daerah rendah dan ngendon di bank, pusat bakal pakai car baru.

 

Saya sarapan paginya, sarapan angka, dapet semuanya. Jangan kira saya diam-diam,” kata dia.

 

Jokowi melanjutkan, mulai tahun depan, anggaran atau dana yang akan ditransfer ke daerah, tak serta merta akan langsung ditransfer seluruhnya. Namun, sistem transfer akan menggunakan cara mirip surat utang. Misalnya, untuk daerah yang serapannya rendah, atau terlalu banyak dan lama menaruh uang di bank, transfer dana akan dilakukan bertahap. Itu pun bukan dalam bentuk dana cash.

 

Nanti yang saya transfer bukan uang lagi. Kalau cash nanti langsung di deposito kan di bank. Yang kita transfer untuk daerah yang serapannya rendah, adalah surat utang. Bingung? Artinya, kalau daerah perlukan 102 milyar, maka yang 102 milyar yang bisa diambil kayak surat utang. Dulu kan semua ditransfer. Sekarang enggak. Kita harus mulai lakukan hal-hal itu, sehingga negara efisien, uang yang ditransfer pun benar-benar yang gunakan, karena visi kita adalah visi kompetisi. Terakhir, mudah-mudahan, pada Desember (penyerapan) bisa meloncat 100 persen,” tutur jokowi.