Jorge Lorenzo Tak Layak Masuk List Legenda Balap

1306

Jorge Lorenzo Tdak Layak masuk List Lagenda balap, Kenapa ?

Jorge Lorenzo

LebahMaster.com , Jorge Lorenzo – Dalam sebuah berita yang diposting media online, ada sebuah pernyataan dari Jorge Lorenzo, pembalap Spanyol, usai ia menjuarai seri terakhir MotoGP, di Valencia Spanyol. Dalam berita itu, Lorenzo mengatakan, wajar kalau Marquez dan Dani Pedrosa lebih menghendaki dirinya jadi kampiun, ketimbang Valentino Rossi, rider asal Negeri Pizza, Italia.

 

Pedrosa orang Spanyol. Pun, Marc Marquez juga asal negeri Matador. Jadi wajar, kalau kemudian duo rider Spanyol itu membantu dirinya, begitu kata Lorenzo. Kata Lorenzo lagi, kalau di balapan lain, mungkin Pedrosa dan Marquez, akan menyalipnya. Pedrosa, katanya, bisa saja melakukan manuver untuk menyalip.

 

Kami orang Spanyol dan trofi ini tetap berada di Spanyol.” kata Lorenzo, seperti dikutip The Guardian, yang dikutip kembali media online dalam beritanya.

 

Sebelumnya, juga muncul pernyataan dari Valentino Rossi, rekan satu tim Lorenzo di Tim Movistar Yamaha, yang juga rival terberatnya dalam persaingan memperebutkan titel Juara Dunia Moto GP 2015 untuk kelas premium. Sekali lagi, Rossi menuding, ada spanish conspiracy yang menjegalnya untuk dapat jadi juara dunia. Konspirasi itu terutama di mainkan dengan apik oleh trio pembalap Spanyol, Lorenzo, Marquez, dan Pedrosa. Indikasinya, Marquez, seperti sengaja mengamankan Lorenzo bisa mulus finish pertama di sirkuit… Valencia Spanyol.

 

Marquez, kata Rossi, sudah jadi bodyguard bagi Lorenzo. Di Valencia, sama sekali tak terlihat upaya dari pembalap Honda itu untuk menyalip Lorenzo. Marquez membalap hanya untuk mengamankan Lorenzo. Dan, niatnya semata agar Lorenzo jadi juara dunia. Tak lebih. Ini memalukan, cetus Rossi.

 

Membaca dua pernyataan dari dua pembalap itu, indikasi bahwa telah terjadi konspirasi di lintasan balap Moto GP, cukup kuat. Bahkan, sangat masuk akal. Kenapa cukup kuat?

 

Pertama, ada tudingan, lalu ada pengakuan. Rossi menuding ada kongkalikong, Lorenzo secara tak langsung membenarkan itu, bahwa wajar bila kemudian sesama pembalap asal Spanyol saling bantu, saling amankan, dan tak saling ganggu. Dan, hasilnya memuaskan, titel Juara Dunia MotoGP, tetap ada di bumi Matador.

 

Kedua, tayangan balapan di sirkuit Valencia juga sulit menepis dugaan adanya konspirasi tersebut. Marquez memang seperti tampil alakadarnya, bahkan tampak loyo melayani Lorenzo. Marquez, tak segahar dan provokatif, kala berduel dengan Rossi di sirkuit Sepang Malaysia. Dari itu semua, tudingan Rossi, pengakuan Lorenzo dan tayangan GP Valencia, tampak ada benang merah. Semuanya saling terkait dan klop. Maka, saya pun memutuskan, indikasi adanya Spanish Conspiracy sangat kuat. Atau dalam kata lain, konspirasi di sirkuit balap, sulit untuk dibantah.

 

Lalu apa yang bisa dipetik dari GP Valencia?

Tak ada yang bisa dipetik, selain publik mencatat dan merekam suguhan adu balap yang memalukan. Di Valencia, semangat fair play dunia olahraga tercemar. Jadi, bila Marquez benar membalap hanya untuk mengamankan Lorenzo, jelas itu tak sportif. Marquez, merusak fair play dalam sirkuit balap. Pembalap berjuluk baby face itu, tak jauh beda dengan politisi, yang tak segan menghalalkan segala cara agar tujuannya tercapai.