Kaka ‘Slank’ Ternyata Vokalis Lingkungan Hidup

1980

Kaka ‘Slank’ Vokalis Pahlawan Lingkungan Hidup

Kaka Vokalis Slank

LebahMaster.Com – Ini cerita tentang Kaka, vokalis band Slank, yang masih layak untuk diceritakan kembali, sebagai bahan pelajaran.

Kaka, ternyata bukan penyanyi biasa. Ia juga bisa menjadi ‘vokalis’ lingkungan hidup. Akhir-akhir ini, penyanyi bernama lengkap Akhadi Wira Satriaji itu, getol menyoroti praktek pertambangan di Pulau Bangka, Sulawesi Utara. Ia merasa miris dengan eksploitasi pertambangan, yang merusak lingkungan di Pulau Bangka itu.

Ia pun tak kenal memperjuangkan, agar praktek pertambangan di Pulau Bangka, dihentikan. Saat itu, Jumat sore, 25 April 2014, ditemani warga pulau tersebut dan beberapa aktivis lingkungan hidup, menyambangi markas Polri di Jakarta. Kedatangannya ke Mabes Polri untuk menemui Wakapolri yang kala itu masih di jabat Komjen Polisi Baddrodin Haiti. Tujuannya, meminta orang nomor dua di kepolisian itu, untuk menarik  aparat kepolisian Polda Sulut yang mengawal kegiatan PT Mikgro Metal Perdana (MMP), ditarik.‬

‪” Warga pulau Bangka sudah semakin resah karena  perusahaan tambang dari Hongkong, meneruskan operasi mereka seperti membuka jalan, menurunkan alat berat, dan aktivitas lainnya,” kata Kaka.

Padahal kata dia,  izin eksplorasi PT MMP dianggap tidak sah oleh Mahkamah Agung, melalui surat Putusan MA Nomor 291k/TUN/2013 tanggal 24 September 2013.‬ Menanggapi itu, Baddrodin mengatakan, persoalan tambang di Bangka tidak bisa dilihat semudah itu. Menurut dia,  selama Bupati Minahasa Utara Sompie Singal tidak menjalankan putusan MA serta tidak mencabut izinnya, kepolisian tidak bisa bertindak.

Namun menurut Kaka,  yang dipermasalahkan warga adalah ketika Polda Sulut bukan hanya tak bertindak, tapi justru seperti berpihak. Salah seorang warga Pulau Bangka yang hadir dalam pertemuan itu mengungkapkan, aparat polisi ada yang menetap di kantor PT MMP.

”  Bukannya  di tengah masyarakat,” kata dia.

Ia pun mengeluhkan kondisi itu. Padahal sudah jelas izin pertambangan PT MPP sudah dinyatakan tidak sah. Karena itu harusnya situasi di Pulau Bangka menjadi status quo. Namun PT MMP justru menambah alat-alat berat untuk eksplorasi. Mereka juga sudah membuka jalan.  Dan yang ia sayangkan itu dibiarkan saja.

Wakil warga dan aktivis yang datang bersama Kaka, kemudian  menyerahkan daftar kasus kriminalisasi warga yang menolak izin tambang PT MMP ke Wakapolri. Mereka berharap Wakapolri bisa menindak tegas oknum aparat yang melakukan kriminalisasi terhadap warga.‬

Wakapolri sendiri, mengatakan, bola panas pengambil keputusan sekarang ada di tangan Bupati Minahasa Utara. Mendengar itu,  Kaka ‘Slank’ langsung meresponnya, “Mungkin bupatinya tambeng!”‬

Baca Juga : Menghargai Ikhtiar Para Pahlawan Lingkungan

Di pertemuan itu, Kaka  juga menyerahkan petisi www.change.org/SaveBangkaIsland yang telah ditandatangani lebih dari 19.000 orang kepada Wakapolri. Setelah menerima petisi Wakapolri berjanji akan memeriksa kondisi lapangan.‬ Baddrodin pun angsung menelepon Kapolda Sulut menanyakan. Orang nomor dua di kepolisian itu pun meminta aparat Polda Sumut tidak boleh menetap di kantor PT MMP. Rekomendasi Wakapolri lainnya yang langsung ditujukan kepada Kapolda Sulut, meminta agar orang nomor satu di Polda Sulut itu, menyarankan PT MMP menarik semua alat beratnya.