Kamarku Pesawat Menuju Amerika

Cerita Singkat Penuh Inspirasi ini Ditulis dan Dikirim Oleh : Santi Herlin

Eeennnggggggggttt, suara pintu terbuka. Amerika Center menyambutku dengan nuansa yang berbeda setiap harinya. Rasa lelah ku sandarkan di bangku made in Amerika itu. Lalu ku hembuskan nafas panjang ku sambil tersenyum melihat indah pemandangan Holliwood yang posisinya tak jauh dari pandangan ku. Alaram ku berbunyi menunjukan waktu 01.00 pm, mengingatkan ku akan rutinitas menghafal 10 kosakata bahasa Inggris setiap harinya, untuk memudahkan ku ke berinteraksi nantinya dengan bule-bule yang ada di sana. Tiba-tiba terdengar teriakan merdu dari wanita 40 tahun.

 

 

Ibu : “ My… son…., come here!!! Let lunch”. Aku keluar dari kamarku dan menghampiri sumber suara tersebut dan berkata.

 

 

Aku : “ Waw, sekarang bahasa Inggris ibu sudah meningkat, memangnya ibu menghafal berapa kosakata hari ini?”.

 

 

Ibu : “ Tidak, ibu tadi masuk kamar mu, dan ibu lihat di bawah poster Holiwood banyak tulisan tentang ungkapan sehari-hari orang amerika, makanya ibu praktekan sekarang”.

 

 

Aku : “ hohohoho,, jadi, ibu masuk ke Amerika Center tadi, mmmm pantas” .

 

 

Ibu   : “ pantas, kenapa?”.

 

 

Aku : “hahaha,, Amerika Center jauh lebih rapi dari sebelumnya”.

 

 

Ibu   : (tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala)

 

 

Selesai makan siang dan solat zuhur, aku segera kemabali ke kamarku yang ku namai America Center itu.Ruangan 3×3 meter yang ada di perumahan simpang limun no. 44. Kamar yang selalu menyambut kedatangan ku dengan senyuman, memotivasiku untuk menggapai cita-cita dan memberiku semangat saat aku terjatuh. Dengan warna dinding coklat susu berdampingan dengan warna krem, kamar itu terlihat seperti bangunan yang ada di San Francisco, dihiasi dengan gambar-gambar tour yang ada di Amerika seperti, Washington, California, Florida, New york, Holliwood dan Ohio Columbus serta di lengkapi oleh dengan tulisan balok “ THE UNITED OF AMERICA” dengan warna Merah putih yang melambangkan Nasionalisme ku terhadap tanah air. Dari deskribsi ini kalian bisa mengimajinasikan kamarku lebih kurang seperti pameran bertema Amerika, namun dibalik semua itu, setiap benda yang ada dikamar ku memimiliki makna dan tujuan.

 

 

Ku ambil posisiku dan mulai melanjut kan rutinitas ku menghafal 10 kosakata per hari, kemudian ku lanjutkan dengan mendengarkan musik barat dengan tujuan melatih Listening dan Pronounciation ku. Karna cita-cita berkeliling di benua Amerika dan menikmati seluruh tour yang ada , serta merasakan pergantian musim yang significant dengan musim di Indonesia memotivasiku untuk selalu belajar dengan sungguh-sungguh. Karna tuhanku berkata MANN JADDA WA JADDA. Yang artinya, barang siap yang bersungguh-sungguh pasti mendapat. Banyak orang bijak berkata “What you think makes you what you are”. Apa yang kita pikirkan menjadikan siapa diri kita. Jika kita berpikir bisa, maka kemungkinan besar kita bisa mengatasi masalah yang sedang dihadapi.

 

 

Siang dan malam berganti begitu cepat. Tanpa terasa sekarang aku sudah masuk SMA, yang mana SMA ini merupaka SMA terbaik sekota Medan. Sekolah dengan passing grade tertinggi, yang namanya jaya dari era sebelum tahun 80-an, banyak alumni dari sekolah ini menjadi tokoh ternama. Siswa sekolah ini pun mendominasi urutan teratas dalam banyak event Try Out SNMPTN dan SBMPTN. Hampir semua siswanya lulus masuk perguruan tinggi papan atas serta adanaya hubungan pertukaran pelajar ke Sekolah yang ada di Amerika.

 

 

Aku mencium Negeri Amerika semakin dekat dari ku. Aku selalu pergi ke perpustaka mencari info tentang syarat pertukaran pelajar Indonesia-Amerika. Namun sudah satu caturwulan berlalu begitu saja. Banyak temanku yang tertawa akan imajinasiku tentang Amerika. Sebagian dari mereka bilang “ Mimpi jangan terlalu tinggi, nanti kalaw tidak kesampaian,, sakiiit rasanaya” sambil tertawa. Aku hanya tersenyum kepada mereka, karena menjadi komentator amat lah mudah, dan itulah resiko yang harus dihadapi seorang pelakon.

 

 

Tepat pada tanggal 12 juli 1983, tepat pada caturwulan ke 3, sekolah menyampaikan informasi tentang pertukaran pelajaran Indonesia-Amerika. Kebahagian luar biasa ku rasakan saat ini, aku segera mendaftarkan diri. Yang mana pencalon harus mengikuti sebanyak lima kali seleksi. Rasa syukur yang sangat besar ku ucapka kepada Tuhan YME. Pada tanggal 5 September aku di ijinkan mengikuti test akhir pertukaran pelajar Indonesia-Amerika karena ke empat tes sebelumnya sudah berhasil ku lewati.

 

 

Di akhir bulan september hasil seleksi pertukaran pelajaran Indonesia-Amerika diumumkan, bergetar kedua lututku, menggigil tangan ku menunjuk nama yang tercantum di papan pengumuman tiadalah nama ku. Semua teman di sekitar ku tertawa terbahak-bahak serta menyarankan ku untuk lebih sabar dengan nada cemeeh. Rohani ku serasa teriris sembilu. Aku berlari pulang dan meninggalkan sekolah.

 

 

Sampai di rumah, aku berlari ke kamar ku. Saat berada di Amerika Center, aku menghapus air mata ku dan malaikat berbisik kepada ku. “ Kamu boleh gagal sekarang, tapi tidak untuk besok”. Aku lanjutkan rutinitas ku seperti biasa yang ku lakukan tanpa memikirkan cemooh dan celaan dari orang sekitar ku. Tanpa terasa waktu terus berlalu dan aku pun sekarang sudah lulus di Universitas terbaik di Medan dengan jurusan Teknik sipil. Subhanallah IP ku mengantarkan ku ke Benua Impian. Kampus memberikan ku kesempatan untuk mencuci mata ke Amerika. Kebahagiaan yang luar biasa ku rasakan. Intinya, jangan gampang menyerah, bankit setelah jatuh, dan tulis impian setinggi langit jika jatuh kita akan jatuh di atas awan-awan nan indah, tapi jika Cuma bermimpi setinggi pohon kelapa maka jatuhnya pastilah ke tanah, dan itu pastinya sakit.

 

Baca Kisah Lainnya :

Seuntaian Tali Panjang Untuk Menghidupkan Keluarga