19 Kata Bijak Bahasa Jawa Inspirasi dan Pelajaran Kehidupan

Kata Bijak Bahasa Jawa

Kata Bijak Bahasa Jawa – Dalam hidup banyak hal yang harus dilakukan agar kehidupan terus berjalan. Setiap hal yang dilakukan pasti menimbulkan sesuatu. Entah itu hasil yang memuaskan, resiko yang besar, ataupun kegagalan. Hidup akan terus berjalan sebagaimana mestinya. Namun hidup harus diiringi dengan usaha dan juga doa. Suntikan semangat sangat diperlukan untuk memberikan dorongan dan motivasi. Salah satu suntikan semangat adalah membaca sebuah kata atau kalimat inspiratif tentang kehidupan. Kata-kata bijak bahasa Jawa merupakan salah satu contoh suntikan semangat untuk memotivasi diri sendiri.

Bahasa Jawa merupakan bahasa yang cukup universal di Indonesia. Bahkan Jawa merupakan suku terbesar di Indonesia. Kebanyakan orang-orang terdahulu menggunakan Bahasa Jawa untuk berkomunikasi. Tidak sedikit dari mereka yang mengutarakan sebuah kalimat berbahasa Jawa sebagai filosofi kehidupan. Bahkan hingga saat ini masih banyak orang yang menggunakan beberapa kata atau kalimat bijak bahasa Jawa untuk memotivasi diri sendiri.

Kalimat bahasa Jawa memang memiliki makna yang sangat dalam. Hingga keterkaitannya sangat erat dengan kehidupan di dunia. Pitutur Jawa memang erat kaitannya dengan kehidupan. Tidak heran jika banyak orang yang berpegang teguh dan memotivasi diri sendiri menggunakan kata bijak bahasa Jawa. Makna atau arti yang dalam dari pitutur Jawa sangat menggambarkan kehidupan. Bahkan menjadi sebuah inspirasi yang sangat penting dalam kehidupan.

Kata Bijak Bahasa Jawa Tentang Makna Kehidupan

Hidup memerlukan sebuah motivasi dan juga inspirasi. Banyak hal yang bisa dijadikan sebagai inspirasi atau motivasi. Kehidupan berjalan sesuai dengan apa yang dilakukan. Hasil yang didapatkan adalah cerminan sebuah perjuangan yang telah dilakukan. Adakalanya masalah menghampiri dan membuat hidup terasa berat, begitupun sebaliknya.

Kata bijak dengan bahasa Jawa memang sulit dipahami oleh sebagian orang. Namun jika dipahami dengan benar, maka makna yang didapatkan sangat dalam. Mengingat kata bijak dalam bahasa Jawa sering dijadikan sebagai pedoman oleh banyak orang.

Kata bijak bahasa Jawa memang tertuju pada arti kehidupan yang sebenarnya. Hal inilah yang membuat banyak orang sering menjadikan kalimat bahasa Jawa sebagai pedoman hidup.

Kata bijak yang dituliskan dengan bahasa Jawa memang berbeda. Bahasa yang digunakan lebih tertata dan maknanya lebih dalam. Oleh karena itu, tidak sedikit orang yang kesulitan untuk memahami beberapa kata bijak yang menggunakan bahasa Jawa.

Meskipun begitu, masih banyak orang yang mempelajari kata-kata bijak dengan bahasa Jawa walaupun zaman sudah modern. Berikut ini beberapa kata bijak dengan bahasa Jawa yang bisa anda jadikan sebagai pedoman atau panutan.

1. Hidup yang Bermanfaat

Urip iku Urup

Kata bijak ini memiliki arti bahwa hidup itu nyala. Artinya adalah hidup itu harus bermanfaat bagi orang banyak. Karena arti hidup yang sesungguhnya adalah memberikan manfaat bagi orang banyak. Semakin besar manfaat yang diberikan, maka akan lebih baik.

Begitupun sebaliknya, kita hidup harus memberikan manfaat bagi orang lain. Meskipun hanya sedikit, namun tidak membebani. Hidup itu jangan dipenuhi dengan masalah, apalagi menyusahkan atau membebani orang-orang di sekitar. Hidup akan lebih baik jika mampu memberikan manfaat bagi orang banyak.

2. Sikap Menerima

” Datan serik lamun ketaman. datan susah lamun kelangan “

Kalimat ini memiliki arti yang sangat dalam. Maknanya adalah jangan mudah sakit hati ketika tertimpa masalah dan jangan mudah bersedih ketika sedang kehilangan.

Dalam hidup diajarkan untuk menerima apapun yang terjadi. Ketika masalah datang, maka hadapi dan selesaikan. Jangan sesekali mengeluh apalagi sakit hati dalam waktu yang cukup lama.

Begitupun dengan kehilangan, janganlah terlalu bersedih ketika kehilangan. Karena belum tentu yang hilang itu baik. Cukup terima dengan hati yang ikhlas.

3. Perjuangan, Kemenangan, Kekuatan, dan Kekayaan

” Ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sekti tanpa aji-aji, sugih tanpa bandha “

Kalimat ini seringkali dijadikan sebagai pedoman atau pengingat oleh banyak orang. Makna yang terkandung dalam kata bijak bahasa Jawa ini sangat dalam. Berjuang tanpa membawa masa, menang tanpa mempermalukan atau merendahkan lawan, berwibawa dan kuat tanpa menggunakan kekuasaan dan kekayaan, dan kekayaan tanpa melihat harta benda yang dimiliki.

Kalimat ini mengandung arti bahwa seseorang hidup dengan penuh kesederhanaan. Perjuangan yang sebenarnya adalah berusaha dengan kemampuan sendiri tanpa melibatkan orang lain.

Kemenangan hidup yang sejati adalah tidak perlu merendahkan atau mempermalukan orang lain yang berada di bawah. Kemudian kewibawaan seseorang tidak dipandang dari kekuasaan atau jabatan, keturunan, dan kekuatan yang dimiliki. Lalu kekayaan seseorang juga tidak dilihat dari harta benda yang dimiliki.

Seseorang akan terlihat kaya dan berwibawa jika memiliki kerendahan hati diatas kesuksesan karena perjuangan dan usahanya sendiri. Bahkan tidak menyombongkan harta benda demi memperlihatkan kekayaan yang dimiliki.

4. Nafsu Duniawi

” Aja ketungkul marang kalungguhan, kadionyan, lan kemareman “

Dari kata bijak ini mengandung sebuah arti bahwa janganlah tertipu atau terobsesi dengan keinginan akan jabatan atau kedudukan, kekayaan, dan juga keduniawian. Hal ini juga menjadi pedoman atau panutan setiap orang agar tidak mengejar kepuasan duniawi.

Duniawi memang menawarkan banyak sekali kenikmatan. Mulai dari kedudukan, kekayaan, hingga kepuasan duniawi. Hal ini perlu dihindari karena banyak orang yang terjerumus akibat bujuk dan rayu nikmat duniawi. Hingga akhirnya berakhir dengan kesombongan, merendahkan, iri dengki, dan lupa akan dunia setelahnya.

5. Menerima Dengan Ikhlas

” Nerimo ing pandum “

Hidup harus diisi dengan keikhlasan. Apapun yang didapat harus diterima dengan ikhlas tanpa mengeluh. Entah yang didapat sedikit atau tidak sesuai dengan harapan harus tetap diterima dengan ikhlas.

Menerima tanpa meminta lebih apalagi menggunakan cara kotor untuk mendapatkan lebih. Apapun yang sudah diberikan adalah bagian yang sudah ditentukan. Kata bijak bahasa Jawa ini mengajarkan untuk tetap menerima dengan ikhlas dan tidak mengeluh meskipun hasil yang didapatkan sedikit.

6. Kehati-hatian dan Waspada

” Alon-alon Waton Kelakon “

Kalimat ini cukup terkenal di berbagai kalangan. Terutama untuk para orang tua yang selalu menasehati anaknya dalam melakukan suatu pekerjaan.

Dalam mengerjakan sesuatu atau sedang dalam keadaan yang penuh keraguan, maka kata bijak ini bisa dijadikan sebagai pegangan. Hati-hati dalam mengerjakan sesuatu. Tidak perlu tergesa-gesa asal selesai dengan baik.

Kata bijak ini juga memiliki makna bahwa hidup harus menanamkan sifat hati-hati, ketelitian, istiqomah, yakin, dan juga waspada. Agar hidup lebih aman, nyaman, dan terhindar dari segala keburukan.

7. Menghadapi Masalah Dengan Lapang Dada

” Sepiro gedhene sengsara yen tinampa amung dadi coba “

Hidup tidak pernah lepas dari sebuah masalah. Namun masalah tersebut hadir untuk menguji seberapa besar kekuatan dan kesabaran yang dimiliki oleh seseorang. Oleh karena itu, masalah harus dihadapi dengan tenang dan menerima apapun hasilnya.

Terkadang seseorang lebih sering mengeluh daripada menerima dengan ikhlas atas apa yang telah diberikan. Masalah pasti datang dalam hidup. Sebesar apapun masalah yang dihadapi jika diterima dengan ikhlas dan dihadapi, maka masalah tersebut akan terasa ringan.

Kalimat ini bisa menjadi motivasi atau semangat ketika ditimpa sebuah masalah yang dianggap besar. Jangan mengeluh meskipun masalah yang dihadapi sangat besar. Karena mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah.

8. Serahkan Pada Tuhan

” Kawula mung saderma, mobah mosik kersaning Hyang Sukma “

Kata-kata bijak ini memiliki makna untuk berserah kepada Tuhan. Sekeras apapun usaha yang telah dilakukan, Tuhan lah yang melihat dan menentukan.

Berusaha sesuai dengan kemampuan dan jangan berbuat curang. Berjuang sesuai dengan bakat yang dimiliki, kemudian hasilnya pasrahkan kepada Tuhan. Karena nantinya yang akan mengabulkan adalah Tuhan.

9. Apa yang Ditanam, Maka Itu yang Didapat

” Manungsa mung ngunduh wohing pakarti “

Hidup merupakan fase tanam tuai. Artinya adalah apa yang dilakukan hari ini adalah hasil yang didapat esok hari. Apa yang seseorang perbuat, entah itu baik atau buruk, maka suatu saat orang tersebut akan mendapat hasil dari perbuatannya.

Apabila hari ini menanam kebaikan, maka suatu saat akan dibalas dengan kebaikan. Begitupun sebaliknya dengan keburukan. Kata bijak ini mengajarkan agar manusia selalu berbuat baik hari ini dan seterusnya agar hasilnya akan lebih baik. Perbuatannya hari ini adalah hasil atau imbalan yang akan didapatkan kelak.

10. Menghindari Keburukan dan Keserakahan

“Memayu hayuning bawana, ambrasta dhur angkara “

Kata bijak bahasa Jawa ini memiliki arti bahwa hidup itu harus dijalani dengan baik. Miliki sifat yang baik dan hindari yang buruk. Dengan begitu, hidup akan lebih aman, selamat, sejahtera, dan bahagia.

Hidup di dunia juga harus menghindari beberapa sifat buruk. Seperti ketamakan atau serakah, iri dengki, dan sifat angkara murka lainnya. Sifat tersebut hanya akan membawa dalam kesusahan dan kesulitan.

11. Mengalahkan Ego

” Wong menang iku sing biso ngasorake priyanggane dhewe”

Menang atau kalah bukanlah soal pencapaian atau hasil. Dalam hidup menang atau kalah berkaitan dengan pengendalian diri sendiri. Seseorang menang karena mampu mengendalikan emosi dan yang kalah akan terbawa emosi.

Kemenangan sejati bisa didapatkan jika telah mengalahkan egonya sendiri. Karena musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri, terutama egonya.

12. Arti Kesabaran

” Sabar iku lire momot kuat nandhang sakening coba lan pandhadharaning urip “

Masalah akan selalu datang dalam kehidupan. Namun semua itu tergantung bagaimana kita menghadapinya. Kunci dari semua masalah adalah sabar dan bersabar.

Sejatinya kesabaran memiliki arti yaitu kemampuan seseorang untuk menahan segala cobaan dan godaan dalam kehidupan. Sabar sangat diperlukan dalam kehidupan.

Dengan kesabaran, masalah akan cepat terselesaikan dan terhindar dari keburukan. Kesabaran seseorang akan selalu diuji karena kesabaran adalah cerminan besarnya kekuatan seseorang dalam menghadapi masalah dalam hidup.

Terkadang kesabaran harus disamakan dengan keinginan. Karena keinginan seseorang tidak ada batasnya. Begitupun dengan kesabaran yang tidak ada batasnya.

13. Terlihat Baik Tapi Buruk

” Meneng widara uleren “

Apa yang terlihat baik untuk seseorang belum tentu kenyataannya baik. Bisa jadi hal yang dianggap baik, ternyata sangat buruk untuk seseorang.

Hal ini banyak terjadi dalam kehidupan. Hal ini yang membuat banyak orang gagal dan melakukan kesalahan karena melihat yang belum tentu baik. Banyak pilihan yang terlihat baik, namun belum tentu baik pada akhirnya.

Sebaliknya, yang terlihat buruk mungkin akan menjadi yang terbaik pada akhirnya. Penyesalan akan datang di akhir ketika yang dianggap terbaik berubah menjadi yang terburuk. Oleh karena itu, jangan melihat dari apa yang terlihat namun dari apa yang tidak pernah diperlihatkan.

14. Tuhan Tidak Pernah Tidur

” Gusti Allah mboten sare “

Apapun yang dilakukan di dunia ini pasti akan selalu dilihat dan diawasi oleh Sang Pencipta. Karena Tuhan tidak pernah tidur dan selalu melihat apa yang dilakukan oleh hambanya. Sebesar apapun masalah yang dihadapi, jangan pernah mengeluh karena Tuhan akan melihat bagaimana usaha anda dalam menghadapi masalah.

Begitupun dengan penyelesaian yang anda lakukan. Setinggi apapun cita-cita yang ingin anda raih, Tuhan akan melihat bagaimana perjuangan yang anda lakukan. Bagaimana usaha dan kerja keras anda dalam meraihnya.

Kebohongan apapun yang diperbuat akan mendapat ganjaran yang sama. Bagaimanapun cara untuk menutupinya, namun Tuhan melihat semua karena Tuhan tidak pernah tidur.

15. Petujuk Dari Tuhan

” Gusti Allah paring pitedah bisa lewat bungah bisa lewat susah “

Ketika anda meminta petunjuk dari Tuhan, maka akan diberikan. Namun banyak orang yang tidak menyadari bahwa saat itu Tuhan sedang memberikan petunjuk. Petunjuk yang diberikan bisa berwujud macam-macam.

Kata bijak bahasa Jawa ini memiliki makna bahwa petunjuk bisa datang melalui kebahagiaan atau kesedihan. Jadi jika sedang bahagia, maka jangan terlalu bahagia dan ketika sedih janganlah terlalu sedih.

Bisa jadi Tuhan sedang memberikan petunjuk melalui kebahagiaan atau kesedihan yang sedang dialami oleh seseorang. Oleh karena itu, perlunya bersyukur ketika mendapat kebahagiaan dan menerima dengan ikhlas jika tertimpa kesedihan.

16. Mencintai Tanpa Melihat Segi Fisik

” Yen kowe tresno amarga rupa, banjur kepiye anggonmu tresno marang Gusti kang tanpa rupa? “

Banyak orang yang lebih mengedepankan catatan fisik dalam mencintai. Namun kata bijak diatas sangat menyentuh. Jika seseorang mencintai karena paras wajah lantas bagaimana seseorang bisa mencintai Tuhannya yang tidak memiliki gambaran rupa.

Hal ini menjadi teguran yang sangat keras bagi mereka yang menjadikan fisik sebagai tolok ukur dalam mencintai, terutama paras wajah. Mencintai itu tidak membutuhkan alasan karena cinta itu kata hati dan ketulusan.

17. Cinta Karena Kebiasaan, Kesejahteraan Karena Perjuangan

” Witing tresna jalaran saka kulino, witing mulya jalaran wani rekasa “

Cinta mudah tumbuh karena terbiasa bersama. Dengan kebiasaan tersebut, hadirlah perasaan cinta dengan sesama. Begitupun dengan kesejahteraan hidup.

Kebahagiaan dan kesejahteraan tidak datang dengan sendirinya. Dibutuhkan perjuangan, pengorbanan, dan juga kerja keras. Setelah itu akan muncul yang namanya kebahagiaan dan kesejahteraan.

18. Hargai Perbedaan

” Aja mbedakke marang sapadha-padha “

Kata bijak bahasa Jawa ini mengajarkan kepada semua manusia agar tidak membeda-bedakan sesama. Pada hakikatnya semua manusia adalah sama. Perbedaan adalah hal yang digunakan untuk menyatukan.

Banyak perbedaan yang bisa dijumpai. Mulai dari adat dan kebudayaan, warna kulit, ras, agama, dan yang lainnya. Namun hal tersebut tidak boleh dijadikan sebagai alasan untuk berbeda.

Justru sebaliknya, kita diharuskan untuk menghargai setiap perbedaan. Karena perbedaan itulah bukti keragaman dan juga salah satu cara untuk menyatukan.

19. Kerasnya Hati Dikalahkan Dengan Kelembutan Hati

” Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti “

Setiap orang pasti hidup dengan karakter dan sifat yang berbeda-beda. Salah satunya adalah sifat keras hati dan sejenisnya. Orang yang memiliki sifat tersebut hanya bisa dikalahkan dengan kelembutan hati.

Sifat buruk seseorang hanya bisa dilawan dengan sifat baik. Jika dilawan dengan sesama keburukan, maka akan menimbulkan permasalahan.

Kerasnya hati hanya bisa ditenangkan dengan kelembutan hati. Tidak akan ada yang bisa mengalahkan angkara murka dan keras hati, kecuali hati yang lembut dan kebaikan.

Kata bijak bahasa Jawa memang memiliki karakter kalimat yang halus dan sangat bermakna. Kalimat bijak yang berbahasa Jawa menggambarkan kehidupan dan bagaimana caranya menghadapi kehidupan. Beberapa kata bijak diatas bisa digunakan untuk memotivasi diri sendiri agar lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.