Kata Ketua Komisi I, OPM Bergeser Dari Separatis Jadi Teroris

976

Ketua Komisi I, OPM Bergeser Dari Separatis Jadi Teroris

Ketua Komisi I DPR RI

Lebahmaster.Com – Hari Jumat, 18 September 2015, Ketua Komisi DPR RI, Mahfudz Siddiq, mengeluarkan keterangan persnya. Dalam keterangan persnya itu, politisi dari PKS tersebut mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri yang bekerjasama dengan pemerintah Papua Nugini dalam membebaskan 2 WNI yang disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM). Pembebasan tanpa negosiasi ini menjadi penting untuk menekan OPM yang mulai lakukan eskalasi perjuangan separatisme melalui aksi teror.

 

Ini juga menunjukkan komitmen Papua Nugini terhadap keutuhan dan kedaulatan  NKRI,” kata Mahfudz.

 

Mahfudz juga menyatakan, kini OPM mulai bergeser dari separatis menjadi teroris. Penangkapan dan penyanderaan 2 WNI oleh OPM di Papua Nugini mengindikasikan eskalasi gerakan dari separatis menjadi teroris. Artinya perjuangan politik OPM mulai diperkuat dengan aksi-aksi teror secara nyata dan juga mulai menggunakan pengaruh yang dibangun di luar Indonesia. Pemerintah perlu tegas dan cepat merespon kasus ini. Dan, Mahfudz minta pemerintah tidak membuka ruang negosiasi.

 

Pemerintah Papua Nugini juga diuji sikap politiknya terhadap Indonesia dalam isu Papua,” katanya.

 

Eskalasi gerakan OPM dari separatis menjadi teroris atau gabungan keduanya menurut Mahfudz, menjadi lampu merah bagi pemerintah untuk tidak lagi mengandalkan soft-power dalam menyikapi OPM. Dan ini juga menjadi antitesa bagi pendekatan yg dilakukan pemerintah Indonesia belakangan. Misalnya dengan pemberian pengampunan bagi narapidana OPM.

 

Bisa dipastikan jika pemerintah masih bersikap lunak dalam kasus penyanderaan ini, maka OPM akan semakin meningkatkan eskalasi gerakannya di dalam dan di luar wilayah Indonesia,” kata Mahfudz, mengakhiri keterangan persnya.

Demikian Apa yang disampaikan oleh Ketua Komisi I, Terkait OPM Bergeser Dari Separatis Jadi Teroris

Baca Juga : Ini Dia Angka Kenaikan Tunjangan Anggota DPR