Kaya, Gaji Gede, Terima Suap, Irman Gusman Dicibir

670

Pekan ini, publik dikagetkan dengan berita ditangkapnya Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Irman Gusman oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK. Irman ditangkap di kediaman dinasnya di Widya Chandra, lewat operasi tangkap tangan.

Irman Gusman Terjerat Kasus Korupsi

Sabtu siang, pimpinan KPK, menggelar jumpa pers, dan membenarkan jika lembaga anti rasuah itu telah melakukan operasi tangkap tangan. Kata Ketua KPK, Agus Rahardjo, dalam jumpa pers tersebut, pihaknya telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Salah satunya adalah Irman Gusman yang diduga menerima uang suap sebesar Rp. 100 juta. Dua tersangka lainnya adalah suami istri yang merupakan petinggi CV Semesta Berjaya, perusahan yang dapat rekomendasi mengimpor gula untuk Sumatera Barat.

Dalam kasus pengaturan kuota impor gula itulah, Irman kena jerat. Barang bukti uang suap sebesar Rp. 100 juta ikut disita KPK. Publik pun kaget. Dan tak menyangka, Irman yang selama ini lantang menyuarakan gerakan anti korupsi, justru terlilit kasus suap. Cibiran dan cemoohan pun mengalir deras ditujukan kepada senator asal daerah pemilihan Sumatera Barat.

Segala informasi tentang Irman pun dibeber oleh media. Salah satunya tentang jumlah gaji yang diterima Irman sebagai Ketua DPD. Menurut Manager Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), gaji Irman sebagai ketua lembaga para senator cukup besar. Tiap bulannya, Irman menerima tunjangan sebesar 62,8 juta rupiah. Selain itu, tiap bulannya Irman juga mendapatkan gaji sebagai Ketua DPD yang merupakan alat kelengkapan, sekaligus merangkap anggota sebesar 71,5 juta rupiah. Jadi totalnya tiap bulan Irman dapat penghasilan sebesar 133 juta rupiah.

Gaji Irman sebesar itu, kata Apung, mengalahkan gaji Presiden Jokowi. Sebab Presiden Jokowi sendiri gajinya hanya Rp 62.496.800. Apung pun menyayangkan, bahkan mencibir Irman. Kata dia, Irman tak tahu bersyukur. Sudah bergaji besar, masih saja menerima suap ‘recehan’. Ini menunjukan Irman adalah contoh pejabat yang ‘serakah’ atau tamak.

Tak hanya jumlah gaji yang diungkap media. Jumlah kekayaan Irman pun kemudian jadi pemberitaan melengkapi berita operasi tangkap tangan. Kekayaan Irman, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang dilaporkan Irman ke KPK, per Desember 2014, sebanyak Rp. Rp 31.905.399.714. Tidak hanya itu, Irman juga punya simpanan dollar Paman Sam, sebanyak 40.995 dollar Amerika.