Kecerdasan Buatan Tandingi Kecerdasan Manusia, Mungkinkah?

247
Kecerdasan Buatan Vs Kecerdasan Manusia
Kecerdasan buatan mungkinkah tandingi kecerdasan manusia

Tidak seperti dulu, saat jaman buyut kita yang masih gagap dengan yang namanya teknologi. Sekarang, di jaman now, teknologi canggih sangat mudah kita jumpai.  Semua terus berkembang pesat,  Dengan kemajuan teknologi saat ini, rentang waktu penemuan dengan penemuan lainnya yang dilakukan oleh ahli semakin pendek. Oleh karenanya, tidak menutup kemungkinan bahwa masa depan akan dikuasai oleh teknologi yang penuh akan kecerdasan buatannya.

Kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) mulai muncul pada sekitar tahun 1956 oleh John McCarthy pada Dartmouth Conference yang dihadiri para ilmuwan kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem. Pada konferensi tersebut juga didefinisikan tujuan utama diciptakannya kecerdasan buatan yaitu mengetahui dan memodelkan proses-proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menyerupai aktivitas manusia tersebut. Adapun program kecerdasan buatan yang mulai dibuat pada saat itu diantaranya Logic Theorist, Sad Sam, dan ELIZA.

Lingkup kecerdasan buatan pada aplikasi komersial

Semakin berkembangnya teknologi menyebabkan kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem dibutuhkan untuk memenuhi perluasan lingkup teknologi. Sifat ‘cerdas’ pada berbagai disiplin ilmu teknologi sudah mulai melekat dan menjadi bagian vital. Kecerdasan buatan tidak hanya berorientasi pada bidang ilmu informatika saja, namun telah merambah di berbagai bidang ilmu lain. Penggabungan antara kecerdasan buatan dan psikologi menciptakan ilmu cognition & psycolinguistics.

Dalam salah satu perkembangan terbaru,  kemampuan program robot AI bikinan Alibaba dan Microsoft bahkan sudah bisa mengalahkan manusia dalam uji pemahaman membaca (reading comprehension) Universitas Standford, Amerika Serikat.

Tes bernama Standford Question Answering Dataset (Squad) itu berupa 100.000 pertanyaan yang jawabannya terkait dengan 500 artikel dari Wikipeda. Menggunakan proses natural language processing (NLP) yang meniru pemahaman manusia terhadap kata-kata dan kalimat, sebuah program AI membaca artikel lalu menjawab pertanyaan mengenai terkait. Ragam tema dan pertanyaannya bermacam-macam, mulai dari “Tahun berapa Genghis Khan meninggal?” hingga “Apa nama kapal luar angkasa (dari serial TV) Doctor Who?”.

Jawaban AI lantas dibandingkan dengan skor rata-rata Squad yang diraih subyek manusia sebesar 82.304 poin. Hasilnya, AI bikinan Alibaba berhasil mencetak nilai yang sedikit lebih tinggi, sebesar 82.304 poin. “Ini merupakan kali pertama mesin mengalahkan manusia dalam ujian (reading comprehension),” sebut Alibaba dalam sebuah pernyataan yang dirilis awal pekan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari CNN Money.

Nah,bagaimana?  Luar biasa bukan? Sebuah robot buatan manusia saja sudah bisa menandingi manusia sebagai pencipta itu sendiri. Itulah inovasi para meneliti teknologi yang sungguh pesat pada era ini, entah sampai kapan. Oleh karenanya, kita sebagai ummat manusia harus bijak dalam menggunakan teknologi, gunakan dan kembangkanlah teknologi untuk kebaikan fdan kemajuan bangsa, serta jangan sampai menyimpang dari  koridor syara’. WaAllahua’lam.

Dikirim dan Ditulis Oleh: Salma Lathifah Salsabila

Baca Juga: 3 Keahlian Yang Perlu Anda kuasai Jika Ingin Sukses